Transisi Rosberg dari Pembalap ke Manajemen Tim

Juara dunia Formula 1 2016, Nico Rosberg, merasa menjalani proses transisi yang disebutnya aneh, dari status pembalap ke dalam manajemen tim Extreme E.

Transisi Rosberg dari Pembalap ke Manajemen Tim

Rosberg membentuk Rosberg X Racing untuk musim perdana kejuaraan balap mobil listrik off-road, dengan seri pembuka Desert X-Prix digelar di Al-Ula, Arab Saudi akhir pekan ini.

RXR adalah pengembangan dari Team Rosberg yang berkompetisi di DTM. Karenanya tak heran jika banyak engineer meninggalkan program Audi RS5 menuju ke Extreme E.

Walau telah belajar soal bagaimana mengelola tim balap, Rosberg tetap menilai perubahan status yang tidak lagi sebagai pembalap, melainkan pemilik tim merupakan hal baru baginya.

“Saya belajar banyak,” ucap Rosberg menjawab pertanyaan Motorsport.com tentang pengalaman menangani duet pembalap timnya, Molly Taylor dan tiga kali kampiun World Rallycross, Johan Kristoffersson.

“Itu tergantung, terkadang Anda sepenuhnya mengabaikan (kesalahan) dan membiarkan pembalap mengambil pelajaran mereka sendiri atau mungkin menyentuhnya dan berkata, 'Apa yang bisa kita pelajari darinya bersama atau adakah yang bisa kita tingkatkan bersama?

“Tapi yang pasti jangan mengeluh atau berkata, 'Bagaimana Anda bisa merusak mobil seperti itu dan menjungkirbalikkannya.'

“Itu akan menjadi hal yang salah karena kepercayaan diri pembalap sangat penting.

“Saya memiliki semua pembelajaran saya, karena saya berada di sisi lain dalam karier saya, jadi itu sangat membantu, namun itu sangat aneh.

“Saat tes (Extreme E], saya mengundang (Taylor dan Kristoffersson) ke jamuan makan malam sponsor.

Alejandro Agag, CEO, Extreme E, Nico Rosberg, founder and CEO, Rosberg X Racing, and Molly Taylor, Rosberg X Racing

Alejandro Agag, CEO, Extreme E, Nico Rosberg, founder and CEO, Rosberg X Racing, and Molly Taylor, Rosberg X Racing

Photo by: Colin McMaster / Motorsport Images

“Pada suatu saat dalam jamuan makan malam sponsor atas nama pembalap, saya berkata kepada sponsor, 'Maafkan pembalap saya, mereka sekarang lelah, mereka harus tidur.

“Saya berkata kepada mereka, ’Sekarang Anda boleh pergi'.

“Sangat aneh menemukan saya dalam posisi yang sangat berbeda, di mana CEO tim saya dulu selalu berbicara seperti itu kepada saya.”

Rosberg juga menekankan pentingnya proyek Legacy Extreme E di lima negara yang bakal dikunjungi kejuaraan sepanjang 2021. Ini termasuk pembersihan pantai, penanaman pohon bakau (mangrove), dan mendidik warga.

“Saya senang menjadi bagian dari sesuatu yang sangat visioner dan inovatif. Menjadi bagian dari awal sangatlah istimewa,” ucap pria asal Jerman tersebut.

“Alasan saya bergabung dengan Extreme E adalah karena ini dibangun di atas tujuan sosial untuk membantu meningkatkan kesadaran, serta menampilkan dampak negatif perubahan iklim yang merusak di semua lokasi terpencil ini.

“Peluang yang kami miliki sebagai juara dengan proyek Legacy adalah untuk benar-benar membantu mengatasi dampak perubahan iklim.

“Saya ingin merintis tim kami dengan semua proyek yang berdampak. Moto kami adalah ‘Kami akan meninggalkan setiap tempat yang kami datangi dalam keadaan yang lebih baik dibandingkan saat kami tiba'.

“Itu sangat penting.”

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, Rosberg X Racing telah menanam 100 pohon di MotorLand Aragon, Spanyol, lokasi tes pramusim Extreme.

Baca Juga:

Johan Kristoffersson, Rosberg X Racing, dan Molly Taylor, Rosberg X Racing, berlari di lokasi balapan Desert X-Prix

Johan Kristoffersson, Rosberg X Racing, dan Molly Taylor, Rosberg X Racing, berlari di lokasi balapan Desert X-Prix

Foto oleh: Sam Bloxham / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Button Ungkap Alasan Ikut Extreme E

Artikel sebelumnya

Button Ungkap Alasan Ikut Extreme E

Artikel berikutnya

Kualifikasi Pertama Extreme E: Kecelakaan, Pecah Ban dan Kegembiraan

Kualifikasi Pertama Extreme E: Kecelakaan, Pecah Ban dan Kegembiraan
Muat komentar