Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

10 Livery ‘Nyeleneh’ Tim-tim F1 pada Tes Musim Dingin

Tim-tim Formula 1 diyakini bakal menunjukkan desain grafis dan warna (livery) spesial pada tes musim dingin menjelang musim 2022.

Daniel Ricciardo, Red Bull Racing RB11

Pencinta balap mobil Formula 1 pasti sudah tidak sabar menanti tes resmi musim dingin untuk 2022 pada 23-25 Februari di Circuit de Barcelona-Catalunya, Spanyol. Salah satu yang paling dinantikan publik adalah seperti apa livery mobil-mobil tersebut.

Salah satu warna baru tapi lama yang bisa ditebak adalah mobil Tim Mercedes-AMG Petronas F1. Warna perak elegan khas The Silver Arrows akan kembali ke trek pada F1 2022 setelah pada musim 2020 dan 2021 mereka memakai livery hitam.

Namun, seperti yang sering terjadi, tim-tim Formula 1 kerap menurunkan warna berbeda saat tes fungsional (privat, terkait kesiapan mobil) maupun tes musim dingin, dengan livery yang mereka pasang ketika memulai musim.

Motorsport.com Indonesia mencoba merangkum 10 livery unik tim-tim F1 yang menarik perhatian saat tes namun akhirnya tidak dipakai saat musim berjalan.

Jordan 1991

John Watson menguji sasis Jordan 911 yang kemudian diganti namanya menjadi 191 di Sirkuit Silverstone, Inggris, pada November 1990.

John Watson menguji sasis Jordan 911 yang kemudian diganti namanya menjadi 191 di Sirkuit Silverstone, Inggris, pada November 1990.

Foto oleh: Sutton Images

Pada awal era 1990-an, banyak tim F1 tidak mewarnai mobil dan membiarkannya berwarna hitam serat karbon. Lihat saja yang dilakukan Tim Jordan Grand Prix saat John Watson menguji sasis Jordan 911 di Sirkuit Silverstone, Inggris, pada November 1990.

Namun, saat diturunkan pada F1 1991, Bertrand Gachot dan Andrea De Cesaris justru memakai mobil berwarna hijau elegan dengan sponsor utama 7UP dan Fuji. Mobil yang saat musim berjalan berganti nama menjadi Jordan 191 itu pula yang dipakai Michael Schumacher untuk menggantikan Gachot di GP Belgia 1991.

Ketika itu, selain Jordan, saat itu Ferrari dan Honda juga menurunkan sasis dengan livery hitam karbon saat tes.

McLaren 1997

McLaren menunjukan livery yang tidak biasa saat tes di Sirkuit Jerez de la Frontera, Spanyol, pada Januari 1997. Saat itu, sasis McLaren MP4-12 dicat dengan warna oranye yang mengagetkan semua orang.

Namun, pada awal musim 1997, Mika Hakkinen dan David Coulthard justru turun dengan sasis McLaren MP4-12 yang sudah berwarna silver-hitam.

Baca Juga:

Williams 2000

Darren Manning mencoba Williams BMW hybrid pada tes di Jerez, Spanyol, Desember 1999.

Darren Manning mencoba Williams BMW hybrid pada tes di Jerez, Spanyol, Desember 1999.

Foto oleh: Motorsport Images

Sebelum BMW turun di F1 pada 2000, Joerg Mueller dan Darren Manning sudah menguji Williams FW20 yang dimodifikasi dengan livery elegan berupa warna dasar putih dengan setrip biru di berbagai trek pada akhir 1999.

Entah karena pertimbangan apa, Williams FW22 yang bermesin BMW E41 3.0 V10 geberan Ralf Schumacher dan Jenson Button justru berubah warna menjadi putih dengan grafis biru tua pada F1 2000.

Toyota 2002

Mika Salo saat menguji Toyota TF01 untuk Kejuaraan Dunia Formula 1 2002.

Mika Salo saat menguji Toyota TF01 untuk Kejuaraan Dunia Formula 1 2002.

Toyota menguji sasis TF01 setahun penuh sebelum Mika Salo dan Allan McNish turun di Kejuaraan Dunia Formula 1 2002 dengan sasis TF02.

Saat tes, livery mobil tim pabrikan asal Jepang itu terlihat simpel dengan kombinasi warna merah dan putih.

BAR-Honda 2004

Livery perusahaan rokok 555 pada sasis BAR-Honda 06 milik Anthony Davidson pada sesi latihan bebas Grand Prix Cina 2004.

Livery perusahaan rokok 555 pada sasis BAR-Honda 06 milik Anthony Davidson pada sesi latihan bebas Grand Prix Cina 2004.

Foto oleh: Motorsport Images

Saat sesi latihan bebas GP Cina 2004, Tim BAR-Honda meluncurkan mobil ketiga. Regulasi saat itu memang mengizinkan tim memberikan warna dan desain grafis berbeda untuk mobil ketiga.

Alhasil, BAR-Honda mewarnai sasis 006 milik Anthony Davidson dengan warna produsen rokok 555 untuk iklan. Menariknya, Davidson yang saat itu berstatus pembalap penguji mampu mencetak waktu terbaik pada hari tes tersebut.

Renault 2007

Giancarlo Fisichella saat menguji Renault R27 pada tes Januari 2007.

Giancarlo Fisichella saat menguji Renault R27 pada tes Januari 2007.

Sebelum bank ING masuk menjadi sponsor dan kemudian mengubah warna mobil menjadi oranye, putih, dan kuning, sasis Renault R27 berwarna biru gelap dengan kombinasi kuning.

Itulah yang terlihat saat Giancarlo Fisichella – dan rekan setimnya Heikki Kovalainen – menguji mobil pada Januari 2007.

Force India 2008

Vitantonio Liuzzi, Force India F1, saat melakukan tes sasis VJM01 di Barcelona, Spanyol, November 2007.

Vitantonio Liuzzi, Force India F1, saat melakukan tes sasis VJM01 di Barcelona, Spanyol, November 2007.

Foto oleh: Sutton Images

Spyker diakuisisi miliuner India Vijay Mallya dan pengusaha Belanda Michel Mol pada Oktober 2007 untuk kemudian diganti nama menjadi Force India (sejak 2021 bernama Aston Martin) mulai F1 2008.

Pada akhir 2007, pembalap Italia Vitantonio Liuzzi menguji sasis VJM01 dengan warna merah metalik kombinasi putih dan emas. Namun, kombinasi warna ini hana dipakai saat tes.

Red Bull Racing 2015

Daniel Ricciardo saat menguji Red Bull Racing RB11 dengan livery kamuflase pada Februari 2011.

Daniel Ricciardo saat menguji Red Bull Racing RB11 dengan livery kamuflase pada Februari 2011.

Foto oleh: Sutton Images

Red Bull Racing menjadi headline di media-media seluruh dunia pada awal 2015. Bagaimana tidak? Saat tes, Red Bull Racing RB11 memakai livery kamuflase yang biasa dipakai perusahaan-perusahaan mobil saat menguji prototipe mereka agar tidak ditiru.

Saat itu, Prinsipal Tim Red Bull Christian Horner mengaku kagum dengan desain kamuflase helm Sebastian Vettel. Dari situlah ide livery kamuflase itu dipakai untuk Red Bull Racing RB11 saat tes.

Alfa Romeo 2020

Kimi Raikkonen, Alfa Romeo Racing C39.

Kimi Raikkonen, Alfa Romeo Racing C39.

Foto oleh: Federico Basile / Motorsport Images

Pada awal musim 2020, Kimi Raikkonen terlihat menggeber sasis Alfa Romeo C39 dengan warna abu-abu gelap lengkap dengan logo hati merah di area sistem pendinginan mesin, di Sirkuit Fiorano, Italia.

Semua tahu, juara dunia 2007 itu dan Antonio Giovinazzi akhirnya memakai Alfa Romeo C39 berwarna dominan putih dengan kombinasi merah sepanjang F1 2020.

Alpine 2021

Inilah livery Alpine A521 saat diperkenalkan resmi. Namun saat mulai turun di Bahrain, warna mobil berubah menjadi biru metalik.

Inilah livery Alpine A521 saat diperkenalkan resmi. Namun saat mulai turun di Bahrain, warna mobil berubah menjadi biru metalik.

Foto oleh: Alpine

Saat persentasi secara online, sasis Alpine A521 didominasi warna hitam dengan tiga warna (tricolor) khas pabrikan asal Prancis tersebut, yakni biru-putih-merah.

Menariknya, saat Fernando Alonso dan Esteban Ocon turun perdana di Bahrain, Alpine A521 geberan mereka sudah berwarna biru metalik.

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya F1 Ditinggal Direktur Pemasaran dan Komunikasi Ellie Norman
Artikel berikutnya Red Bull-Aston Martin Akhiri Perselisihan soal Dan Fallows

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia