12 Tikungan Berbahaya di Motorsport

Tak dapat dipungkiri, para pembalap profesional menyukai suguhan tantangan dan sensasi kala melibas sirkuit. Namun, ada sejumlah tikungan yang dianggap berbahaya. Apa saja?

12 Tikungan Berbahaya di Motorsport

Beragam sirkuit di dunia memiliki karakteristik yang berbeda. Begitu pula halnya dengan tikungan di lintasan balap. Mulai dari fast-flowing, sempit, tajam serta menanjak, hingga menurun curam.

Berikut 12 tikungan berbahaya dari seluruh sirkuit di dunia yang dirangkum oleh Motorsport.com:

1. Corkscrew

Semua penggila balap pasti setuju untuk menempatkan Corkscrew pada urutan teratas. Tikungan yang melingkupi 8 dan 8A di Sirkuit Laguna Seca, Amerika Serikat ini memiliki hairpin ke kiri yang langsung disambut tikungan ke kanan sambil menurun dengan ketinggian 18 meter.

Sudah tidak terhitung berapa momen atau insiden yang terjadi di Tikungan Corkscrew. Paling diingat manuver Alex Zanardo saat melewati Bryan Herta pada lap terakhir CART IndyCar Laguna Seca 1996, serta aksi salip sensasional Valentino Rossi ketika menaklukkan Casey Stoner dalam gelaran MotoGP Amerika 2008.

2. Eau Rouge.

Secara harafiah, Eau Rogue dapat diartikan sebagai “air merah”. Salah satu tikungan paling terkenal dalam kalender F1. Agar bisa melaju mulus, para pembalap dituntut menjaga mobil tetap berada di racing line, tetapi bergelanyut mengikuti aliran bentuk S - Eau Rogue yang menanjak.

Perlu diketahui, tikungan ikonik di Sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia itu sebenarnya bernama resmi Raidillon. Banyak pihak memang kerap bingung dengan Eau Rogue. Apa pun, kombinasi tiga tikungan kiri-kanan-kiri menjadikannya berbahaya lantaran perbedaan ketinggian yang membuat blind spot.

Eau Rouge

Eau Rouge

Foto oleh: ITR eV

3. 130R

Sirkuit Suzuka, Jepang masih digunakan untuk tuan rumah Formula 1, namun telah dicoret dari balap MotoGP. Adalah kecelakaan fatal yang merenggut nyawa Daijiro Kato pada 2003 sebagai penyebab utamanya. Almarhum meninggal dunia setelah kehilangan kendali di tikungan cepat 130R (Tikungan 15).

Secara sederhana, R pada 130 berarti tikungan dengan radius 130 meter. Didesain ulang dengan menambahkan sedikit entri lebih lurus, menjadikan tikungan kiri ini memiliki apex ganda. Tikungan 130R masih tetap salah satu tikungan tercepat di F1, di mana kecepatan mendekati 305 km/j dengan beban lateral 3,5G.

4. Grand Hotel Hairpin.

Tikungan 6 di Sirkuit Monte Carlo, Monaco yang paling mudah dikenali saat balapan F1. Namanya terus berubah, berdasarkan pemilik hotel yang menghadap tikungan  — sebelumnya dikenal Loews, Fairmont, dan Station Hairpin.

Tikungan terlambat dalam kalender F1 ini, dengan hanya kecepatan 50 km/jam, dianggap berbahaya karena bisa merepotkan jika ban terkunci penuh - bahkan bagi pembalap yang terampil sekalipun. Sering terjadi pula kecelakaan dramatis di Tikungan Grand Hotel Hairpin.

5. Parabolica

Tikungan 11, atau lebih sering dikenal Curva Parabolica, selalu menjadi tantangan bagi pembalap untuk membawa kecepatan yang cukup agar tidak kehilangan waktu di garis start-finis, tanpa melebar ke gravel trap (perangkap kerikil).

Musim lalu, kerb sosis telah dihapus dari run-off area di Tikungan Parabolica karena terjadinya insiden kecelakaan yang membuat mobil Alex Peroni (Campos Racing) terbang saat balapan Formula 3.

Tikungan Parabolica di Sirkuit Monza, Italia.

Tikungan Parabolica di Sirkuit Monza, Italia.

Foto oleh: FIA Formula 2

6. Indianapolis

Namanya memang mirip dengan sirkuit di Amerika Serikat. Dinamai demikian karena ketika diaspal, ditemukan lapisan batu bata sebanyak 3,2 juta - mengingatkan pada “Brickyard” di Indianapolis Motor Speedway.

Tidak hanya memiliki karakter melengkung seperti oval, para pembalap juga mengatakan, bahwa tikungan tersebut adalah yang paling menakutkan untuk dilalui dalam kegelapan selama balap ketahanan mobil Le Mans 24 Hours.

7. Wall of Champions

Tikungan 13 di Sirkuit Gilles Villeneuve, Kanada adalah tikungan rumit yang mengarah ke garis start-finis. Dikenal sebagai Wall of Champions lantaran banyak pembalap F1 yang pernah mengalami kecelakaan di sini, di antaranya Michael Schumacher, Damon Hill, Jacques Villeneuve, Jenson Button dan Sebastian Vettel.

Maret 2017, diumumkan bahwa Tikungan Wall of Champions akan dimodifikasi untuk balap mobil jet darat berikutnya, karena dianggap terlalu berbahaya untuk desain baru mobil F1.

Tikungan Wall of Champions di Sirkuit Gilles Villeneuve, Kanada.

Tikungan Wall of Champions di Sirkuit Gilles Villeneuve, Kanada.

8. Tikungan 8

Tikungan terpopuler di Sirkuit Istanbul Park, Turki. Terkenal lantaran mampu menghasilkan gaya gravitasi 5G ke badan pembalap selama enam detik.

Nama ‘Tikungan 8’ mungkin tidak langsung dikenali - jika dibandingkan Eau Rouge, 130R atau Parabolica. Namun, itu merupakan tikungan paling ikonik di F1. Tikungan kiri ultra-cepat dengan multi-apex yang menjadi salah satu tantangan terbesar di dalam balap mobil jet darat.

9. Bergwerk.

Tikungan di Sirkuit Nurburgring Nordschleife, Jerman ini selalu sangat spesial bagi para pembalap, karena treknya adalah salah satu yang paling menuntut di dunia.

Bergwerk merupakan salah satu tikungan paling menakutkan lantaran saat tiba di sana, pembalap tidak tahu akan seperti apa kondisinya.

Ditambah bayangan pepohonan, belum lagi jika hujan, menyulitkan untuk melihat permukaan trek. Melaju dari tikungan yang sebelumnya datar, pembalap akan datang dengan kecepatan tinggi dan pengeremannya cukup sempit.

10. Waterfall

Tikungan 11 di Sirkuit Sachsenring, Jerman yang kerap dijuluki tikungan air terjun. Berkarakter sangat cepat dan menurun curam, dengan kecepatan bisa menyentuh hampir 300 km/jam.

Yang membuat Tikungan Waterfall menantang, namun juga berbahaya, lantaran itu tikungan kanan setelah para pembalap melewati serangkaian tikungan kiri. Karenanya tak heran jika terjadi kecelakaan di sini. Apalagi itu juga tempat yang sangat, sangat cepat untuk terjatuh.

11. Tikungan 2

Tikungan di Sirkuit Sochi, Rusia ini telah menjadi masalah sejak debut sirkuit pada F1 GP Rusia 2014. Berkarakter tikungan kanan sempit, mengarah ke kiri di ujung bagian datar yang sangat panjang dan memiliki jumlah run-off area besar di sebelah kiri.

Sudah berulang kali desain tikungan dikritik para pembalap F1. Dengan sudut 90 derajat dan area yang sempit, membuat mereka harus melebar. Walau tersedia jalur khusus bagi untuk kembali ke lintasan, tapi sangat sempit dan berbahaya.

12. Tamburello.

Tikungan 4 di Sirkuit Imola ini jadi pemberitaan utama lantaran merupakan lokasi terjadinya kecelakaan fatal Ayrton Senna pada 1994 (bahkan sehari sebelumnya merenggut nyawa Roland Ratzenberger).

Meski telah diperlambat dengan chicane, Tikungan Tamburello yang datar dan sangat bergelombang dianggap berbahaya, karena memiliki sedikit ruang antara trek dan dinding pembatas.

Tikungan Tamburello di Sirkuit Imola, Italia.

Tikungan Tamburello di Sirkuit Imola, Italia.

Foto oleh: Rainer W. Schlegelmilch

dibagikan
komentar
Mantan Pembalap F1 Ini Sebut Bottas Berisiko Terdepak

Artikel sebelumnya

Mantan Pembalap F1 Ini Sebut Bottas Berisiko Terdepak

Artikel berikutnya

Ilott Incar Posisi Pembalap Ketiga di F1

Ilott Incar Posisi Pembalap Ketiga di F1
Muat komentar