Adrian Newey Desain Mobil Hypercar Red Bull RB17

Chief Technical Officer Red Bull, Adrian Newey.  mendesain hypercar yang akan diluncurkan pada 2025. Mobil tersebut bernilai 5 juta pounds (sekitar Rp90 miliar).

Adrian Newey Desain Mobil Hypercar Red Bull RB17

Itu adalah salah satu proyek ambisius skuad yang bermarkas di Milton Keynes tersebut. Mobil tersebut didesain dengan dua kursi, dilengkapi V8 turbo hybrid yang memproduksi 1.100 bhp. Mereka ingin performa kendaraan ground-effect itu mendekati mobil F1.

Pembuatan mobil tersebut menandai keseriusan Red Bull menjadi pabrikan otomotif.

“RB17 menandai tonggak bersejarah yang penting dalam evolusi Red Bull Advance Technologies, sekarang sepenuhnya mampu menciptakan dan manufaktur serangkaian produksi mobil di Kampus Teknologi Red Bull,” ia menuturkan di Milton Keynes, Selasa (28/6/2022).

“Lebih lanjut, RB17 menandai untuk pertama kali, mobil memakai merek Red Bull tersedia untuk kolektor.”

Baca Juga:

Newey menjelaskan, “RB17 menyaring semua yang perlu kami ketahui tentang menciptakan mobil pemenang Formula 1 ke paket yang memberikan tingkat kinerja ekstrem pada mobil trek dua kursi.

“Itu didorong oleh gairah kami terhadap performa di setiap level, RB17 mendorong batas desain dan teknis jauh melampaui apa yang sebelumnya tersedia bagi para penggemar dan kolektor.”

Horner menimpali, “Ini sungguh menyenangkan. Kami melakukan perjalanan ini bersama selama 17 musim sekarang. Rasanya seperti bab berikutnya untuk perusahaan, untuk bisnis, untuk apa yang kita lakukan.

“Sungguh perjalanan yang melelahkan sejauh ini. Kami juga memiliki powertrain yang mengalir, kami memiliki Teknologi Canggih yang makin kuat, dan kami punya mobil yang sangat menarik ini.”

 

RB17 akan masuk ke jalur F1 yang diproduksi oleh tim, setelah melewati denominasi akibat Covid-19. Mobil musim lalu disebut RB16B.

“Dengan mobil ini, memiliki performa Formula 1 sesungguhnya, terasa benar bahwa itu termasuk dalam garis keturunan dan punya julukan 17,” Horner melanjutkan.

“Sungguh menyenangkan melihat antusiasme Adrian yang tetap total bahkan untuk proyek seperti ini. Itu adalah proyek hebat untuk keseluruhan perusahaan. Mengaplikasikan metodologi dan waktu Formula 1 terhadap proyek.

“Salah satu yang bikin frustrasi bekerja dengan mitra dan lain-lain, Anda tidak pegang kendali sendiri. Dengan ini, kami ambil kontrol terhadap nasib kami.

“Ini adalah proyek berani, tapi semua di Red Bull sangat berani. Sungguh menyenangkan punya kontrol dalam proyek ini dari awal hingga akhir tanpa jadi pelanggan, yang mana kami belum pernah mengalaminya.”

dibagikan
komentar

Video terkait

Mika Hakkinen Nilai Kru Pit Ferrari Tak Bisa Atasi Tekanan
Artikel sebelumnya

Mika Hakkinen Nilai Kru Pit Ferrari Tak Bisa Atasi Tekanan

Artikel berikutnya

Eks Bintang Ferrari Percaya Kemampuan Leclerc dan Sainz

Eks Bintang Ferrari Percaya Kemampuan Leclerc dan Sainz