Alasan Guanyu Zhou Pilih Nomor Istimewa untuk F1 2022

Guanyu Zhou menjadi pembalap berkebangsaan Cina pertama yang bakal balapan sepanjang 71 tahun sejarah Formula 1. Untuk petualangan perdananya, pembalap Alfa Romeo itu memilih nomor spesial 24.

Alasan Guanyu Zhou Pilih Nomor Istimewa untuk F1 2022

Kenapa nomor itu istimewa? Pertama, baru kali ini ada pembalap F1 yang memakai angka tersebut. Kedua, bagi pilot asal Shanghai, 24 sebagai penghormatan untuk mendiang Kobe Bryant.

Sudah bukan rahasia lagi kalau dia adalah penggemar berat sang legenda basket tersebut.

“Alasan saya memilih nomor 24 karena Kobe Bryant. Saya terinspirasi sosoknya sejak kecil,” ujarnya dikutip dari akun Instagram Alfa Romeo.

“Saya ingin merasakan energinya. Saya ingin membawa energi dan mentalitasnya dalam perjalanan saya di F1.”

Jauh sebelum ini, ia sudah menunjukkan kecintaan terhadap Bryant. Pada putaran ketiga Formula 2 2021, yang digelar di sirkuit jalan raya Baku, ibu kota Azerbaijan, pembalap UNI-Virtuosi Racing mengenakan helm berdesain istimewa.

Helm berwarna ungu dan emas dengan nuansa perak mengingatkan kepada kostum tim NBA, LA Lakers. Siluet gedung-gedung di Shanghai berada di sisi helm, serta inisial namanya dalam huruf Cina.

“Warna tersebut mengingatkan kepada Kobe Bryant. Dia adalah idola saya dan seseorang yang saya pandang. Saya senang punya helm berdesain dengan warnanya,” ia mengungkapkan dalam situs resmi F2.

“Saya mendesain helm ini sendiri tapi juga ada bantuan dari Halan Design, seorang desainer Cina. MDM lalu menggabungkan seluruh desain bersama-sama.

“Saya yang mendesain sebagian besar gambar gedung bertingkat. Saya menemukan itu foto itu di internet dan memasang di helm putih. Tak banyak orang yang punya gambar skyline di sisi.”

Baca Juga:

Setelah mengumumkan pilihan nomornya, sontak unggahan tersebut menuai banyak komentar negatif. Warganet menyoroti dana besar yang membuatnya bisa menendang Antonio Giovinazzi dari kursi Alfa Romeo.

Putra keluarga yang konon berbisnis di industri otomotif itu, berkomitmen menggelontorkan 30 juta dollar (sekitar Rp430 miliar) pertahun untuk tim asal Swiss tersebut. Dana itu lebih besar daripada yang diberikan Nikita Mazepin kepada Haas, 22 juta dollar, tapi lebih sedikit daripada yang disetor Nicholas Latifi ke Williams, mencapai 50 juta dollar.

Dengan kekuatan pendanaan dan nama keluarga, Guanyu Zhou memblok jalan juara dunia Formula 2 2021, Oscar Piastri, promosi ke F1.

Terlepas dari sponsor atau dukungan finansial, ia cukup berbakat. Pembalap 22 tahun itu pernah jadi anggota Akademi Pembalap Ferrari, sebelum gabung dengan Alpine F1.

Selama tiga tahun berkiprah di F2, ia sudah mencatatkan 3 pole position, menang 5 kali dan naik podium dalam 20 lomba. Musim ini, Guanyu Zhou berada di peringkat ketiga, kalah dari Piastri dan Robert Shwartzman.

Guanyu Zhou, Alfa Romeo Racing C39 mule

Guanyu Zhou, Alfa Romeo Racing C39 mule

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Kehadiran Zhou di F1, juga berhubungan dengan marketing. Konon dalam 2019-2020, terjadi perkembangan penonton balapan single-seater level premier itu di Negeri Tirai Bambu, hingga lebih dari 40 persen.

Pastinya, kalau ada satu wakil negara mereka di F1, animo makin besar lagi sehingga lebih mudah menjaring penggemar baru.

Soal prospek musim depan, masih samar. Pasalnya, dia baru saja mencoba mobil F1 beberapa kali, termasuk tes dua hari di Abu Dhabi.

Jadi ia perlu banyak waktu untuk belajar banyak. Apalagi, musim depan, spesifikasi teknis mobil berubah sesuai regulasi terbaru. Ada baiknya tim dan penggemar tidak memberi banyak tekanan dalam musim debutnya.

dibagikan
komentar
Gelar Juara Verstappen Lebih Bernilai karena Kalahkan Hamilton
Artikel sebelumnya

Gelar Juara Verstappen Lebih Bernilai karena Kalahkan Hamilton

Artikel berikutnya

Adrian Newey Sejajarkan Max Verstappen dengan 6 Juara Dunia F1

Adrian Newey Sejajarkan Max Verstappen dengan 6 Juara Dunia F1
Muat komentar