Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Alasan Mercedes Tolak Publikasi Aturan F1 2026 Diundur ke Oktober

Formula 1 menghadapi beberapa pekan yang kritis untuk mencoba mendapatkan konsensus atas pembentukan kembali peraturan 2026 yang direncanakan.

George Russell, Mercedes F1 W15

FIA mengejutkan tim-tim pekan lalu dengan mengungkapkan rincian tentang apa yang telah disusun untuk revolusi peraturan F1 berikutnya. Rancangan regulasi tersebut menimbulkan kegelisahan di paddock Montreal.

Di tengah konsensus bahwa performa mobil tidak sesuai dengan yang dibutuhkan F1 - dengan ide-ide yang ada saat ini membuat mereka terlalu cepat di lintasan lurus dan terlalu lambat di tikungan - revisi sedang dalam proses.

Memang, direktur single-seater FIA, Nikolas Tombazis, mengatakan kepada media dan tim dalam pertemuan terpisah pada Sabtu bahwa draf peraturan akan diubah.

"Kami belum berada di tahap akhir peraturan dan kami memiliki beberapa hal yang perlu kami temukan dan diskusikan dengan tim," katanya. "Kami juga menyadari beberapa kekhawatiran terkait downforce pada mobil atau kecepatan di lintasan lurus, dan ini adalah hal-hal yang kami anggap perlu disempurnakan."

Jalan menuju finalisasi peraturan modifikasi ini menarik karena akan berlangsung di bawah tata kelola yang membutuhkan dukungan formal dari tim.

Hingga saat ini, FIA memiliki hak untuk memilah-milah peraturan sendirian karena Kode Olahraga Internasional berarti bahwa peraturan tidak perlu disetujui oleh para kompetitor dalam waktu 18 bulan sejak peraturan tersebut diberlakukan.

Baca Juga:

Faktanya, dengan tenggat waktu 30 Juni untuk menetapkan aturan 2026, sementara FIA berkonsultasi dengan tim tentang ide-ide dan meminta umpan balik. Regulator tidak meminta dukungan apa pun dari mereka atas apa yang dituliskan dalam buku peraturan.

Semua itu akan berubah pada 1 Juli, ketika peraturan tersebut akan berada di bawah yurisdiksi Perjanjian Concorde - yang mengharuskan setiap modifikasi sejak saat itu akan membutuhkan dukungan dari Komisi F1.

Ini adalah skenario yang berpotensi membuat perubahan beberapa hal menjadi lebih memakan waktu, karena prosesnya berarti diskusi harus melalui jalur formal Komite Penasihat Teknis dan dirujuk ke Komisi F1.

Di sana, mayoritas dukungan akan cukup untuk meloloskan perubahan apa pun. Namun, dalam dunia F1, tidak ada yang pernah dijamin sehingga mungkin ada hambatan yang tak terduga dalam mencapai beberapa perubahan.

George Russell, Mercedes F1 W15, Max Verstappen, Red Bull Racing RB20, Lando Norris, McLaren MCL38, Oscar Piastri, McLaren MCL38, the rest of the field at the start

George Russell, Mercedes F1 W15, Max Verstappen, Red Bull Racing RB20, Lando Norris, McLaren MCL38, Oscar Piastri, McLaren MCL38, the rest of the field at the start

Photo by: Glenn Dunbar / Motorsport Images

Prospek hal-hal yang berpotensi menjadi lebih rumit untuk dipecahkan mulai 1 Juli mendorong beberapa orang untuk berpikir bahwa harus ada penundaan untuk menyusun peraturan 2026 hingga Oktober - yang akan memberi FIA lebih banyak waktu untuk mendapatkan kondisi yang lebih baik.

Hal ini juga masuk akal karena berdasarkan peraturan saat ini, tim tidak diizinkan untuk memulai pekerjaan aerodinamis pada mobil 2026 hingga Januari.

Jadi, publikasi di bulan Oktober secara teoritis tidak akan ada bedanya dengan publikasi pada Juni.

Namun, rencana tersebut gagal ketika pemungutan suara tim tak mendapatkan dukungan bulat yang dibutuhkan - karena Mercedes menolak untuk mendukungnya.

George Russell, Mercedes F1 W15, Lando Norris, McLaren MCL38

George Russell, Mercedes F1 W15, Lando Norris, McLaren MCL38

Photo by: Zak Mauger / Motorsport Images

 

Keputusan tersebut memaksa FIA untuk tetap berpegang teguh pada tenggat waktu 30 Juni dan menciptakan situasi yang dihadapi F1 saat ini.

Meskipun ada beberapa pihak yang merasa F1 bisa mendapatkan keuntungan dari waktu tambahan ini untuk memperbaiki regulasi 2026, dapat dipahami bahwa sikap Mercedes didorong oleh fakta bahwa mereka tidak ingin menendang kaleng di tengah jalan.

Ketakutannya adalah bahwa jika penerbitan rancangan peraturan ditunda hingga Oktober, maka tidak ada jaminan bahwa peraturan tersebut tak akan memerlukan skala perbaikan sama seperti yang dilakukan saat ini.

Namun pada Oktober, secara efektif hanya akan ada waktu dua bulan untuk menyelesaikan segala sesuatunya sebelum tim mulai bekerja pada Januari - yang mungkin tidak akan cukup waktu untuk menyelesaikan semua hal yang diperlukan.

Jadi, dalam menyempurnakan rancangan peraturan sekarang, harapannya adalah bahwa waktu enam bulan tersebut setidaknya akan membuat segala sesuatunya berada dalam kondisi yang jauh lebih baik pada saat bendera hijau dikibarkan, Januari mendatang.

Sementara proses tata kelola yang akan segera dimulai untuk membentuk peraturan 2026 memang memiliki risiko kepentingan pribadi yang kompetitif, bos Mercedes, Toto Wolff, mengatakan di Montreal bahwa ia tidak ragu hasil akhirnya akan bagus.

"FIA dan tim-tim sepakat bahwa kami perlu mengoptimalkan peraturan karena performa mobil tidak cukup baik pada tahap ini," katanya. "Saya yakin kami bisa mencapainya."

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Vasseur: Problem PU Leclerc Membuat Hilang 80 Tenaga Kuda
Artikel berikutnya Perubahan Aturan Power Unit, Wolff Peringatkan 'Kapal Sudah Berlayar'

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia