Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Alasan George Russell Tidak Setuju Kebijakan FP1 untuk Pilot Junior

Pilot Mercedes George Russell menilai tidak sehat bagi tim menurunkan pembalap yang hampir tidak punya pengalaman di F1 untuk langsung menjalani latihan bebas pertama (FP1) dalam race weekend.

Nicholas Latifi, Williams FW44, Valtteri Bottas, Alfa Romeo C42, Nyck de Vries, Williams FW44

Salah satu agenda baru Formula 1 pada musim 2022 adalah setiap tim yang bersaing harus memberikan setidaknya dua kesempatan kepada pembalap rookie atau junior yang telah berkompetisi kurang dari dua race F1, tampil dalam FP1.

Contohnya, juara dunia Formula E 2020-2011 dari Mercedes, Nyck de Vries, dapat melakukan debutnya untuk Williams di Grand Prix Spanyol. Sementara Red Bull Racing memberi kesempatan pilot cadangan tim dan juniornya, Juri Vips, turun di akhir pekan F1 yang sama.

Namun, inisiatif tersebut tidak didukung sepenuh hati oleh pembalap tim F1 Mercedes George Russell. Ia meyakini bahwa kesempatan seperti itu dapat lebih berbahaya daripada hasil positif bagi citra para pilot muda.

Baca Juga:

“Saya pikir itu langkah yang salah,” kata Russell, yang menjalani pengujian Formula 1 pertamanya dalam Pirelli Test di Hungaroring pada 2017, ketika ia masih bersaing di F3, seperti dikutip NOS.

“Anda tidak bisa benar-benar menunjukkan apa yang dapat Anda lakukan di dalam mobil yang hampir tak Anda ketahui dalam 20 putaran atau lebih yang mungkin dibuat.

“Tetapi tekanannya sangat besar pada para pembalap karena seluruh dunia mengawasi mereka. Dan itu adalah tempat berkembang biaknya kesalahan. Sangat disayangkan hal-hal seperti ini terjadi.”

Juri Vips, Red Bull Racing RB18

Juri Vips, Red Bull Racing RB18

Foto oleh: Carl Bingham / Motorsport Images

Pandangan George Russell tersebut pun disetujui oleh rekan setimnya di Mercedes sekaligus juara dunia tujuh kali Formula 1, Lewis Hamilton. Ia merasa sulit membuat perbedaan dalam waktu singkat.

“Tentu saja menyenangkan untuk melihat ketika Anda menjalankan putaran cepat dengan sedikit bahan bakar di tangka, namun tekanannya sangat besar pada Anda,” tutur Hamilton.

“Anda tidak dapat mengubah dunia dalam satu jam, tetapi orang-orang masih akan membahas itu dari Anda. Ini bisa menjadi situasi yang rumit,” pembalap 37 tahun menambahkan.     

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Carlos Sainz Percaya Peruntungannya Akan Berubah
Artikel berikutnya Charles Leclerc-Carlos Sainz Jadi Pengisi Suara Film Lightyear

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia