Inilah Alasan Teknis Daniel Ricciardo Kesulitan di McLaren

Race Director McLaren Andrea Stella mengungkapkan alasan teknis mengapa Daniel Ricciardo kesulitan mengendalikan mobil.

Inilah Alasan Teknis Daniel Ricciardo Kesulitan di McLaren

Seperti sudah diperkirakan sebelumnya, Daniel Ricciardo akhirnya benar-benar mengalami kesulitan beradaptasi dengan tim barunya di Kejuaraan Dunia Formula 1 2021, McLaren.

Namun, penyebabnya ternyata bukan sepenuhnya karena pergantian mesin dari Renault ke Mercedes.

Menurut Andrea Stella, mobil McLaren musim ini, MCL35M, memang membutuhkan perlakuan dan penyesuaian khusus terkait gaya balap.

“Masalahnya, teknik yang dibutuhkan itu berlawanan dengan apa yang selama ini biasa dilakukan Ricciardo di Renault,” ucap teknisi asal Italia tersebut.

“Ricciardo lebih suka masuk tikungan secepat mungkin dan tidak melakukan pengereman secara agresif. Padahal, justru itu (agresif saat pengereman) yang diminta mobil kami,” ucap Stella.

Tahun ini, Ricciardo menjalani musim ke-11 dalam kariernya sebagai pembalap Formula 1. Sepanjang kariernya selama satu dekade tersebut, ia sudah memperkuat lima tim.

Setelah debut bersama HRT pada 2011, pembalap asal Australia tersebut ditarik ke Scuderia Toro Rosso (kini AlphaTauri) pada 2012. Dua musim kemudian, ia ditarik tim induk Toro Rosso, Red Bull Racing.

Pada akhir 2019, Ricciardo menerima pinangan Renault. Setelah dua musim di Renault, Ricciardo memutuskan pindah ke McLaren mulai tahun ini.

Baca Juga:

Selama di Renault, performa Ricciardo cukup solid kendati tidak mampu bersaing merebut kemenangan. Menariknya, musim lalu ia mampu dua kali naik podium.

Namun, hasil dan performa selama membela tim-tim tersebut tidak bisa ditransfer oleh Ricciardo ke McLaren. Sampai lomba ke-11, GP Hungaria, hasil finis terbaik Ricciardo hanyalah finis P5 (GP Inggris).

Dengan berada di P9 klasemen, sejauh ini ia baru mampu menyumbang 50 poin dari 163 poin koleksi McLaren di konstruktor. Sisa poin lainnya disumbangkan oleh Lando Norris yang sudah tiga kali finis podium dan berada di peringkat ketiga klasemen pembalap.

Stella menambahkan, masalah Ricciardo sudah menjadi perhatian McLaren. Tim yang berbasis di Woking, Inggris, tersebut sudah menyiapkan program latihan khusus dengan simulator untuk pemenang tujuh Grand Prix tersebut.

Namun, untuk menyesuaikan gaya balapnya, tentu tidak bisa secepat membalikkan telapak tangan.

“Saya ingin membandingkannya dengan musisi. Anda bisa menjelaskan seorang gitaris bagaimana memainkan alat musiknya. Namun, butuh waktu lama sebelum memberinya kesempatan bermain di konser. Progres akan berjalan lambat setelah latihan berjam-jam,” ucap Andrea Stella.

dibagikan
komentar
Jost Capito: Nicholas Latifi Layak Berada di Formula 1
Artikel sebelumnya

Jost Capito: Nicholas Latifi Layak Berada di Formula 1

Artikel berikutnya

Takuma Sato Percaya Yuki Tsunoda Punya Potensi Sukses di F1

Takuma Sato Percaya Yuki Tsunoda Punya Potensi Sukses di F1
Muat komentar