Ini Alasan Wolff Sebut Red Bull Favorit di GP Monako

Sirkuit Monako secara teknis sesuai dengan filosofi desain mobil Red Bull Racing, downforce besar. Karena itu, bos Mercedes memperkirakan duel sengit akan terjadi di GP Monako akhir pekan nanti.

Ini Alasan Wolff Sebut Red Bull Favorit di GP Monako

Sirkuit jalan raya Monako memang menjadi salah satu favorit bagi Red Bull Racing. Dalam 10 gelaran terakhir GP Monako, Red Bull mampu memenangi empat di antaranya.

Mark Webber melakukannya pada 2010 dan 2012 sedangkan Sebastian Vettel (kini Aston Martin) pada 2011. Daniel Ricciardo (kini McLaren) memberikan kemenangan untuk Red Bull pada 2018.

Red Bull nyaris melakukannya sekali lagi pada 2017 jika mereka tidak melakukan kesalahan pit stop untuk Ricciardo.

Namun demikian, Mercedes sedikit lebih unggul dibanding Red Bull di Monako. Sejak 2013 sampai GP Monako terakhir digelar pada 2019 lalu, mereka mampu lima kali menang. Hanya Ricciardo (2019) dan Vettel (bersama Ferrari pada 2017) yang mengusik dominasi Mercedes.

Kendati begitu, Prinsipal Tim Mercedes Toto Wolff tetap menilai Red Bull berpeluang besar untuk menjadi yang tercepat di lomba GP Monako pada Minggu (23/5/2021) nanti.

Baca Juga:

“Monako adalah trek yang menuntut gaya tekan (downforce) besar, dan kami tahu ini kekuatan Red Bull. Di Sirkuit Barcelona lalu, Red Bull sangat cepat sektor ketiga dan itu menjadi indikasi bagus untuk mereka di Monako,” ucap Wolff.

Sektor ketiga Sirkuit Barcelona merupakan kombinasi tujuh tikungan lambat-cepat (T10 sampai T16) yang diyakini mirip dengan karakter Monako. Red Bull menjadi tercepat di sektor tersebut pada GP Spanyol lalu setelah hanya butuh 26,295 detik untuk melibasnya.

Mercedes sendiri di posisi kedua (26,400 detik) diikuti Ferrari (26,580 detik), Alpine (26,632 detik), dan McLaren (26,782 detik).

“Di atas kertas, bisa saya katakan Red Bull lebih favorit di Monako ketimbang kami,” kata Andrew Shovin, Trackside Engineering Director Mercedes.

“Di Spanyol, kami sudah memakai aerodinamika dengan downforce maksimal dan melihat Red Bull melakukan hal serupa sejak Jumat. Tetapi, mereka tidak memakainya saat lomba.

“Jadi, di Monako nanti kemungkinan mereka akan menambah downforce sedikit seperti sebelum lomba di Spanyol. Jadi, di atas kertas mungkin mereka akan lebih baik daripada kami.”

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, berada di depan Lewis Hamilton, Mercedes W12 pada lomba GP Spanyol 2021 lalu.

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, berada di depan Lewis Hamilton, Mercedes W12 pada lomba GP Spanyol 2021 lalu.

Foto oleh: Charles Coates / Motorsport Images

Mercedes merebut tiga dari empat balapan yang sudah digelar di Kejuaraan Dunia Formula 1 2021, yang semuanya lewat juara dunia tujuh kali (2008, 2014, 2015, 2017-2020), Lewis Hamilton.

Tetapi, kemenangan terakhir di GP Spanyol lalu, menurut Wolff, sangat tidak mudah. Meskipun, faktanya Hamilton unggul hingga 15 detik lebih atas andalan Red Bull Racing, Max Verstappen, yang harus puas finis P2 di Sirkuit Barcelona-Catalunya.

“GP Spanyol memang akhir pekan sempurna bagi kami. Setelah pembalap kami hanya berada di P2 dan P4 (Valtteri Bottas) setelah tikungan pertama, kami mampu finis pertama dan ketiga (Bottas). Hasil sangat bagus bagi sebuah tim,” kata Wolff.

Kendati begitu, Toto Wolff mengingatkan sekali lagi kepada timnya soal potensi bahaya yang bisa dimunculkan Red Bull baik lewat Verstappen maupun Sergio Perez.

Pada GP Monako terakhir, 2019 (tahun lalu absen karena pandemi Covid-19 belum terkendali), Lewis Hamilton hanya unggul 0,537 detik atas Verstappen di P2. Tapi, Verstappen lalu dihukum penalti 5 detik karena melakukan unsafe pit stop release.

 

dibagikan
komentar
Grosjean Kecewa terhadap Mantan Kolega di F1

Artikel sebelumnya

Grosjean Kecewa terhadap Mantan Kolega di F1

Artikel berikutnya

Alpine Klaim Ocon Alami Peningkatan Signifikan

Alpine Klaim Ocon Alami Peningkatan Signifikan
Muat komentar