Alex Albon Beberkan Rahasia Keberhasilan Curi Satu Poin

Serangkaian lap selama kualifikasi menjadi senjata utama Alex Albon untuk merebut poin perdananya bersama Williams di F1 GP Australia 2022.

Alex Albon, Williams FW44

Albon diganjar penalti tiga grid setelah kontak dengan Lance Stroll saat berlomba dalam putaran GP Arab Saudi. Namun, pembalap berdarah Thailand-Inggris itu harus memulai balapan dari posisi belakang di Albert Park.

Dia didiskualifikasi lantaran mobil Williams FW44 miliknya tidak dapat menghasilkan sampel bahan bakar yang cukup, untuk diperiksa oleh FIA usai kualifikasi GP Australia.

Start dengan menggunakan ban hard, Albon berperforma impresif saat mampu menempuh sebanyak 57 lap, tanpa melakukan pit stop. Sang pilot bahkan bisa memperbaiki posisi sepanjang periode Safety Car dan Virtual Safety Car.

Jelang lap-lap akhir, Albon nyaman menempati urutan ketujuh di belakang Esteban Ocon (Alpine). Namun, eks driver Red Bull itu akhirnya masuk pit karena kewajiban untuk melakukan pit stop.

Pada lap pemungkas, Albon beralih ke ban soft. Kendati dilewati oleh Valtteri Bottas (Alfa Romeo) serta Pierre Gasly (AlphaTauri), dia berhasil mengungguli rookie Zhou Guanyu demi mengamankan finis 10 besar.

“Itu menjadi lebih baik dan lebih baik dan pada akhirnya, rasanya seperti lap kualifikasi untuk 25 lap terakhir balapan,” kata Albon ketika diminta menjelaskan perlombaannya kepada Motorsport.com.

“Jelas itu benar-benar tidak terduga. Tetapi itu benar-benar menyoroti semua pekerjaan yang telah dilakukan di pabrik dan di sini, di trek.

“Itulah tekad dan motivasi, di situlah Anda mendapatkannya. Ini adalah hari yang luar biasa dan saya senang bisa mendapatkan hasil ini bagi tim.”

Alex Albon, Williams Racing

Alex Albon, Williams Racing

Foto oleh: FIA Pool

Perihal mengapa tak pit stop sepanjang 57 lap, Albon sendiri mengaku terkejut. Padahal, tim punya peluang untuk melakukannya ketika periode Safety Car serta Virtual Safety Car.

Tapi kecepatannya selama stint terakhir membuktikan strategi Williams benar. Albon pun menilai skuadnya perlu memahami kenapa FW44 tampaknya lebih cocok dengan kompon ban hard.

“Saya pikir, 'Oke, mereka tahu sesuatu yang saya tidak’,” ucapnya.

“Salah satu Haas pit stop di depan saya dan itulah poin saya di mana saya berpikir, 'Oke ini akan menjadi balapan yang sulit sekarang', karena DRS itu menyelamatkan saya disalip dari belakang.

“Namun begitu kami mendapat udara bersih, kami baru saja melaju, kami menggunakan ban yang jauh lebih tua dibandingkan pembalap di sekitar kami dan kami kurang lebih menjaga kecepatan seperti McLaren. Pada akhirnya menjauh dari Alpine.

“Yang menarik ban C2 cocok banget dengan mobil kami. Kami harus mengerti kenapa hasilnya begini, karena ini di luar dugaan.

“Mungkin kami perlu kualifikasi, balapan, melakukan segalanya dengan ban itu. Bawa 10 set untuk semuanya!”

Baca Juga:

Meski hanya mendulang satu poin, Williams kini mengungguli Aston Martin dalam klasemen sementara konstruktor. Raihan apik di Albert Park juga mendongkrak kepercayaan diri Albon untuk menghadapi seri Imola.

Lebih lanjut, Albon merasa poin pada GP Australia sama manisnya seperti saat dia naik podium bersama Red Bull di GP Tuscan dan Bahrain musim 2020. Ini sekaligus pelecut semangat baginya, setelah awal sulit dengan Williams.

“Ini hasil yang sangat dibutuhkan,” ujarnya.

“Saya merasa ketika Anda memiliki awal musim yang sulit, Anda ingin mengubah momentum itu dan bersikap positif dengan apa yang Anda lakukan.

“Sulit ketika Anda tidak mendapatkan hasil yang baik, ini adalah waktu yang sulit. Tetapi itu memotivasi saya. Itu memotivasi tim untuk mendapatkan poin dan sekarang kami lapar untuk meraih lebih.”

dibagikan
komentar

Max Verstappen: Safety Car Aston Martin seperti Kura-kura

Toto Wolff: Mentalitas Tim Mercedes Bikin Saya Optimistis