Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Alex Albon Bertekad Buktikan Layak Kembali ke F1

Alex Albon memiliki tugas besar menanti di depannya. Pembalap anyar Williams Racing itu dituntut untuk membuktikan bahwa dirinya memang layak mendapatkan tempat di grid F1.

Alexander Albon, Williams FW44

Pilot Formula (F1) asal Thailand Alex Albon memiliki ekspektasi tinggi untuk timnya, Williams, dan dirinya sendiri pada tahun ini, setelah comeback dalam persaingan ajang balap jet darat.

Tidak mendapatkan kursi F1 setelah satu tahun tidak berarti seorang pembalap keluar dari paddock untuk selamanya. Esteban Ocon telah membuktikannya dan tahun ini Alex Albon.

Mantan pembalap Red Bull Racing itu merupakan rekan setim juara dunia F1 2021 Max Verstappen selama satu setengah tahun sebelum posisinya digantikan oleh Sergio Perez pada musim lalu.

Baca Juga:

Sepanjang 2021, Albon tetap bersama Red Bull, namun perannya berubah sebagai pembalap cadangan dan test driver. Setelah jelas tidak ada tempat di tim pada 2022, ia mencari kubu lain.

Red Bull merelakan pembalap 25 tahun tersebut merapat ke Williams, yang perlu mengisi kekosongan usai George Russell hijrah ke Mercedes. Alhasil, Albon bisa balapan lagi di F1 musim ini.

Datang dari tim papan atas, tentu saja ia memiliki ekspektasi tinggi. Albon optimistis bersama Williams, dengan regulasi teknis baru Formula 1 yang diperkenalkan mulai 2022, bisa berprogres.

“Saya melihat diri saya sebagai penghubung vital bagi tim. Saya ingin menjadi pemimpin dan membantu mengembangkan mobil sebanyak yang saya bisa,” ujarnya kepada Formel1.de.

Alex Albon, Williams FW44

Alex Albon, Williams FW44

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Alex Albon mengakui masanya sebagai pilot cadangan di Red Bull telah membuatnya lebih dewasa. Ia memiliki waktu lebih banyak untuk melihat lagi apa yang terjadi pada musim sebelumnya.

“Saya punya waktu satu tahun melakukannya. Itu tahun yang singkat, tetapi perfek untuk merenungkan dan melihat hal-hal dan bagaimana saya bisa melakukan sesuatu secara berbeda,” ujarnya.

Berapa banyak hal yang telah dipelajari Albon dari tahun alpanya dari Formula 1 akan dibuktikan minggu depan ketika tes resmi pramusim kedua berlangsung di Bahrain, 10-12 Maret.

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Peduli Pembalap Muda, Fernando Alonso Dirikan A14Management
Artikel berikutnya Mercedes: Cepat di Awal Musim Bukan Jaminan

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia