Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
Breaking news

Belajar Banyak di Balik Layar, Alex Albon Ingin Lebih Baik di F1 2022

Alexander Albon melihat sisi positif dari perannya sebagai pembalap cadangan Red Bull Racing musim lalu. Ia menjamin bisa tampil lebih baik bersama Williams pada F1 2022.

Alex Albon, Red Bull Racing

Pembalap berdarah Thailand tersebut kehilangan kursinya untuk musim 2021 karena Die Roten Bullen memilih menduetkan Max Verstappen dengan Sergio Perez.

Albon harus menerima keputusan tim untuk berlaga di DTM, sembari bekerja di simulator F1. Kesabarannya berbuah manis.

Talenta pemuda 25 tahun itu dilirik Williams sehingga ditawari menjadi pengganti George Russell untuk mendampingi Nicholas Latifi.

Sekarang, ia siap berlaga dengan informasi lebih banyak dari berbagai sisi paddock. Ia juga lebih mengenal karakter mesin dan sistem yang bekerja untuk mobil Formula 1.

“Saya berkesempatan melihat ke sekitar dan mengamati bagaimana Formula 1 bekerja, di luar lingkup pembalap. Sebagai pembalap, Anda hanya fokus pada balapan dan itu saja,” ujarnya kepada Motorsport.com Belanda.

“Saya mendapat banyak pengalaman dan saya melihat bagaimana Checo dan Max bekerja, bagaimana mengelola tim dan bagaimana berkomunikasi dengan insinyurnya.”

Albon berjanji akan membawa semua pengetahuannya untuk membantu Williams mengembangkan mobil mumpuni.

“Semua yang ada di Red Bull tahu banyak tentang mobil. Mereka tahu bagaimana membuat mobil kencang. Saya bisa membawa itu ke Williams. Musim 2022, saya akan jadi pembalap komplet,” ia mengungkapkan.

Baca Juga:

“Itu jadi bagian dari peran saya (pada 2021) untuk membantu tim dan melakukan pekerjaan terbaik untuk mereka. Tapi, itu juga membantu saya.”

Tak bisa dipungkiri, Albon punya kontribusi terhadap gelar juara dunia F1 yang direbut Max Verstappen. Ia ikut tegang ketika menyaksikan duel ketat pilot Belanda itu dengan Lewis Hamilton di lap terakhir F1 GP Abu Dhabi.

“Saya tidak banyak mengemudi mobil. Kami menghabiskan waktu di simulator musim dingin lalu untuk membuat mobil kami lebih stabil pada 2020 dan mengetahui kelemahan terbesar,” ucapnya.

“Sungguh hebat menjadi bagian dari itu. Saya melintasi 100 dan seribu lap di simulator dan mencoba mendapat performa terbaik dari tim.

“Rasanya memang kami pantas mendapatkan (gelar) itu. Perebutan titel menjadi sangat menyenangkan, kami fokus lagi pada pekerjaan kami pada mobil tahun ini. Musim ini, sangat dramatis sejak balapan pertama. Masih sulit dipercaya bagaimana terjadi pada lap terakhir.”

Alex Albon, pembalap cadangan, Red Bull Racing, dan Daniil Kvyat, pembalap cadangan, Alpine F1

Alex Albon, pembalap cadangan, Red Bull Racing, dan Daniil Kvyat, pembalap cadangan, Alpine F1

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Nico Rosberg Ungkap Kelemahan Valtteri Bottas
Artikel berikutnya Christian Horner: Toto Wolff Memang Beda

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia