Alfa Romeo Berharap Pengalaman Raikkonen di Monako

Prinsipal Alfa Romeo Racing Frederic Vasseur berharap pengalaman Kimi Raikkonen membantu mereka mendapatkan hasil bagus di Formula 1 Grand Prix Monako.

Alfa Romeo Berharap Pengalaman Raikkonen di Monako

Kimi Raikkonen menuai hasil tidak terlalu buruk dari dua sesi latihan bebas (Free Practice/FP) GP Monako, Kamis (20/5/2021) lalu.

Pada lomba kelima Kejuaraan Dunia Formula 1 2021 tersebut, Raikkonen mampu finis P10 (1:14,081 menit) di FP1. Alfa Romeo C41-Ferrari geberan Raikkonen menempati P11 namun dengan waktu lap yang lebih baik (1:13,065 menit).

Rekan setimnya, Antonio Giovinazzi, finis di P12 pada FP1 (1:14,106 menit) dan P9 di FP2 (1:12,746 menit).

“Sejauh ini semua berjalan baik. Kedua pembalap mampu berada di 10 besar pada kedua sesi. Mereka juga mampu menghindari kecelakaan dan itu bisa menambah kepercayaan diri dan persiapan mereka untuk kualifikasi (pada Sabtu, 22/05/2021),” ucap Vasseur seusai FP2.

Kimi Raikkonen, Alfa Romeo dan Frederic Vasseur, Team Principal, Alfa Romeo Racing.

Kimi Raikkonen, Alfa Romeo dan Frederic Vasseur, Team Principal, Alfa Romeo Racing.

Foto oleh: Charles Coates / Motorsport Images

“Namun kami belum bisa puas dan itu tidak boleh terjadi di Monte Carlo. Trek di sini bisa berubah terus menerus. Jadi, Anda harus selalu fokus.”

Pria asal Prancis itu menambahkan, gap antarpembalap tahun ini sangat dekat. Bukan hanya mereka yang berada di atas, selisih antara peringkat kedelapan dengan ke-16 juga sangat kecil.

“Dua tahun lalu kami membuat awalan bagus di Monako. Lalu, tiba-tiba posisi kami tidak karuan di kualifikasi kedua (Q2). Jadi, tidak boleh ada kesalahan paling tidak sampai kualifikasi,” katanya.

Vasseur juga mengonfirmasi bila tim asal Hinwill, Swiss itu akan diuntungkan dengan pengalaman juara dunia 2007 Kimi Raikkonen, 41 tahun. Pembalap Finlandia itu turun perdana di Monako pada 2001 dan total sudah 17 kali turun sampai 2019 lalu.

Raikkonen mampu memenangi balapan di sirkuit jalan raya nan legendaris itu pada 2005. Ia juga mampu finis di posisi kedua pada 2003 dan 2017, serta P3 pada 2009.

Baca Juga:

“Tentu saja lebih sulit mendapatkan pengalaman di Monako ketimbang di Barcelona. Jadi, banyak pengalaman akan menjadi keuntungan di Monte Carlo. Terpenting, Anda harus tahu apa saja pengembangan yang dilakukan pada trek menjelang akhir pekan lomba,” ujar Vasseur.

“Di Monte Carlo, jika tidak mampu meningkatkan kecepatan, Anda akan tertinggal di belakang. Semuanya berubah. Mulai grip, balans mobil, hingga temperatur.

“Tugas utama adalah memiliki penilaian yang tepat soal teknis dan memperkirakan situasi. Pengalaman Kimi Raikkonen tentu menjadi keuntungan besar untuk menghadapi situasi seperti ini,” ujar Frederic Vasseur, 53 tahun.

Vasseur boleh saja berharap Kimi Raikkonen bisa memanfaatkan pengalamannya turun di Monako. Namun, ada empat pembalap lain di grid musim ini yang juga berpengalaman karena pernah menang di Monte Carlo.

Juara dunia tujuh kali (2008, 2014, 2015, 2017-2020) Lewis Hamilton (Mercedes) tiga kali menang di Circuit de Monaco (2008, 2016, 2019). Kampiun F1 2005 dan 2006, Fernando Alonso (Alpine), naik podium utama pada 2006 dan 2007.

Juara dunia empat kali (2010-2013) Sebastian Vettel (Aston Martin) juga dua kali menang di Monako (2011, 2017). Sedangkan Daniel Ricciardo (McLaren) menjadi yang tercepat pada lomba GP Monako 2018.

 

  

 

 

 

 

 

dibagikan
komentar
Berbeda dengan Mercedes, Red Bull Tetap Kembangkan Mobil F1 2021
Artikel sebelumnya

Berbeda dengan Mercedes, Red Bull Tetap Kembangkan Mobil F1 2021

Artikel berikutnya

Leclerc: Impian Saya Menangi Balapan di Monako

Leclerc: Impian Saya Menangi Balapan di Monako
Muat komentar