Formula 1
R
GP Spanyol
06 Mei
Event berikutnya
58 hari
Selengkapnya:

Alonso Penuh Percaya Diri Hadapi F1 2021

Pembalap Alpine F1, Fernando Alonso, penuh percaya diri melakoni debut keduanya di Formula 1 di Grand Prix Bahrain pada akhir Maret mendatang.

Alonso Penuh Percaya Diri Hadapi F1 2021

Alonso memutuskan kembali ke F1 setelah absen selama dua tahun, karena ingin mencoba disiplin balap lain, sekaligus mengejar status Triple Crown of Motorsport.

Masih memiliki jiwa kompetisi, Alonso langsung memanfaatkan peluang besar ketika Renault ditinggalkan oleh Daniel Ricciardo yang merapat ke McLaren.

Renault sendiri merupakan tim yang penuh sejarah bagi Alonso, lantaran mengantarkannya sebagai juara dunia F1 musim 2005 dan 2006.

Namun, meski Renault berganti nama jadi Alpine tahun ini, tim akan tetap mendapat pasokan power unit dari pabrikan asal Prancis itu.

Perubahan nama juga diikuti dengan perombakan di sejumlah sektor penting dalam manajemen. CEO kini dijabat Luca de Meo, dan posisi Direktur Teknis diduduki Davide Brivio, mantan Manajer Tim Suzuki MotoGP.

Hal ini membuat Alonso merasa, bahwa skuadnya benar-benar serius demi capai kesuksesan di F1. Kepercayaan dirinya pun ikut terdongkrak jelang putaran pembuka nanti.

“Saya penuh percaya diri, dan itu dimulai dari bos tim. CEO baru Renault, Luca de Meo, mencintai ajang balap, dan saya pikir itu sangat penting ketika pabrikan mobil terlibat dalam Formula 1. Anda memerlukan semangat juang dari seseorang dengan jabatan tertinggi,” ucapnya.

“Saya juga sangat senang melihat Luca kerap hadir di beberapa balapan pada 2020. Ini bukan masalah bagi seorang CEO. Saya melihat bagaimana antusiasmenya menyapa semua orang di dalam tim.”

Baca Juga:

Orang-orang asal Italia memainkan peran besar dalam perjalanan karier Alonso di Formula 1. Hingga saat ini ia memiliki hubungan baik dengan Flavio Briatore, dan terapisnya, Fabrizio Borra, juga berasal dari Negeri Pizza.

Di Alpine, ia akan bekerja sama dengan De Meo yang berasal dari Milan dan Brivio yang berasal dari Lecco. Ini membuat Alonso sangat bersemangat untuk meraih kesuksesan lainnya di balap mobil jet darat.

“Ya, memang benar. Saya selalu dikelilingi orang Italia. Saya sangat menyukainya karena semangat juang orang Italia terhadap ajang balap sangat tinggi,” tuturnya.

Tahun ini, Alonso hanya ingin fokus mengembangkan mobil karena akan menjadi masa transisi. Pria 39 tahun itu baru akan mengejar hasil terbaik untuk Alpine pada 2022, ketika perubahan regulasi diterapkan.

“Musim 2022 akan menghadirkan olahraga yang lebih menarik karena seluruh tim akan bersaing ketat. Kami akan melihat lebih banyak manuver dan balapan sulit diprediksi,” ujar Alonso.

“Saat ini, sebagian besar Grand Prix mudah ditebak apa yang akan terjadi sebelum start. Saya juga merasa pembatasan anggaran sangat bagus, ini akan menjadi faktor penyeimbang seluruh tim.”

Alonso tak memungkiri pula, Formula 1 kini sepi peminat karena balapan yang membosankan. Tetapi, ia yakin, dengan aturan baru, generasi muda akan kembali melirik ajang ini.

“Untuk membangkitkan gairah, fans harus melihat langsung mobil-mobil di trek bersaing sedekat mungkin. Di tikungan, dia harus merasakan betapa cepatnya seorang pembalap F1, dia harus berdiri tegak saat kami melaju dengan kecepatan penuh,” kata Alonso.

“Maka situasinya akan sama seperti saat saya masih kecil. Ketika Anda merasakan kecepatan dan teknologi mobil semacam itu untuk pertama kalinya, Anda tidak akan pernah melupakan hari itu.”

dibagikan
komentar
Sirkuit Catalunya Mulai Renovasi Tikungan 10

Artikel sebelumnya

Sirkuit Catalunya Mulai Renovasi Tikungan 10

Artikel berikutnya

F1 Konfirmasi Russell dan Latifi Ramaikan Virtual Grand Prix

F1 Konfirmasi Russell dan Latifi Ramaikan Virtual Grand Prix
Muat komentar