Alonso Sangat Terkesan Rivalitas dengan Hamilton dan Vettel

Pembalap Spanyol, Fernando Alonso, menyebut ada dua rival yang sepadan di Formula 1, yaitu Lewis Hamilton dan Sebastian Vettel.

Alonso Sangat Terkesan Rivalitas dengan Hamilton dan Vettel

Ketiga pembalap itu termasuk yang terhebat dalam sejarah Formula 1. Mereka sama-sama menyandang predikat juara dunia.

Alonso merengkuh dua gelar, memborong 32 kemenangan dan naik podium 98 kali. Sedangkan, Hamilton lebih dahsyat lagi. Ia menuju mahkota kedelapan, menang 102 kali dan podium pada 180 kesempatan.

Sebastian Vettel mengumpulkan empat titel, 53 kemenangan dan 122 podium. Rapor yang patut diapresiasi para junior mereka.

Namun, ada kelebihan lain Alonso dibanding keduanya. Pembalap 40 tahun tersebut sudah tampil dalam 332 Grand Prix selama 18 musim, bersama lima konstruktor. Dalam periode itu, dia punya 17 rekan setim.

Alonso yang meruntuhkan hegemoni Michael Schumacher dan Ferrari pada 2005 dan 2006. Ia lalu memutuskan untuk pindah dari Renault ke McLaren.

Di tim baru itu, terjadi pertemuan antara sang juara dunia dan Hamilton, yang baru promosi ke F1. Meski statusnya adalah rekan setim, tapi di sana terjadi duel sesungguhnya.

Baca Juga:

Alih-alih terbantu, Alonso malah kehilangan gelar juara dunia, yang dicuri Kimi Raikkonen dengan keunggulan satu poin. Ia bertengger di peringkat ketiga, kalah dari Hamilton yang jadi runner-up musim 2007. Poin keduanya sama 109, tapi pembalap Inggris lebih sering finis kedua.

Itu musim mengerikan untuk McLaren di mana mereka juga didiskualifikasi dari perebutan trofi konstruktor karena skandal Spygate.

Alonso melihat lagi musim itu dengan pandangan berbeda. Ia menyebut Hamilton sebagai lawan yang dicari.

“Lewis adalah pembalap di mana saya menemukan kompetisi yang saya cari. Musim itu, kami berbagi tim dan untuk publik, itu adalah pertarungan terbesar yang dapat Anda miliki,” ia menuturkan.

“Tidak ada dari kami yang mempersiapkan itu pada 2007. Dia rookie dan saya tidak dalam kondisi terbaik karena kurang terintegrasi dengan tim.

“Kami melakoni duel bagus dan stress untuk kompetisi. Kami tidak bisa mengelola itu dengan baik.

“Lewis dan saya punya poin akhir sama dan itu adalah pertarungan besar, tapi saya kira kami berdua bisa mengakhiri dengan lebih baik. Ketika di Ferrari, mobil saya lebih bagus dari dia di McLaren. Kami tidak dapat berduel dengan adil.”

Hanya semusim di McLaren, Alonso lantas kembali ke Renault pada 2008. Dua tahun kemudian, ia jadi bagian dari Ferrari.

Lewis Hamilton, McLaren MP4-22, dan Fernando Alonso, McLaren MP4-22 keluar pit

Lewis Hamilton, McLaren MP4-22, dan Fernando Alonso, McLaren MP4-22 keluar pit

 Sebaliknya, Hamilton loyal pada McLaren selama enam musim hingga tawaran Mercedes datang pada 2013.

“Dia kemudian hengkang ke Mercedes dan punya mobil superior, jadi saya tidak pernah punya kans menandinginya. Itu yang kurang dari karier saya, tapi dia seorang legenda. Seperti Michael Schumacher, dia mendorong Anda hingga batas. Anda harus melakukan yang terbaik,” ucapnya.

Saat berkostum merah, pembalap yang musim ini memperkuat Alpine, juga terlibat pertarungan sengit dengan Sebastian Vettel.

“Satu lagi, pembalap di mana saya menghadapi rivalitas terbesar adalah Sebastian. Kami tidak punya mobil yang sama untuk berduel habis-habisan, tapi kami bertarung untuk dua titel hingga balapan terakhir, pada 2010 dan 2012,” ia mengenang.

“Di sana, Anda harus melakukan yang terbaik. Mereka punya mobil superior tapi ada problem reliabilitas yang memungkinkan kami bertarung. Saya sangat respek kepadanya.”

dibagikan
komentar
Lando Norris Putuskan Menetap di Monako
Artikel sebelumnya

Lando Norris Putuskan Menetap di Monako

Artikel berikutnya

10 Pembalap Terbaik Williams Sepanjang Masa

10 Pembalap Terbaik Williams Sepanjang Masa
Muat komentar