Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
Formula 1 Spanish GP

Alpine Akhirnya Ikut Persaingan dalam Negosiasi dengan Sainz

Alpine bergabung dalam perlombaan untuk mendapatkan jasa Carlos Sainz, dengan pembicaraan yang sedang berlangsung untuk kontrak Formula 1 2025.

Carlos Sainz, Scuderia Ferrari

Carlos Sainz, Scuderia Ferrari

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

Tim Prancis mengajukan tawaran yang terlambat untuk mencoba mengamankan jasa Carlos Sainz untuk tahun depan saat mereka berusaha untuk naik ke grid Formula 1, demikian yang diketahui oleh Motorsport.com.

Ketika tampaknya Sainz hanya memiliki pilihan antara Williams dan Sauber/Audi di grid tahun depan, sumber-sumber telah mengungkapkan bahwa pembicaraan serius telah meningkat dengan Alpine.

Bahkan, ada yang mengatakan bahwa tawaran kontrak menarik telah dibuat untuk Sainz agar ia mau berkomitmen dengan tim tersebut.

Jika beberapa bulan yang lalu, opsi Alpine mungkin tidak terlalu menarik, dengan awal musim sulit dan membuat A524 berada di posisi buncit, kini semuanya berbeda.

Baca Juga:

Pada Grand Prix Spanyol akhir pekan lalu, kedua pembalapnya, Pierre Gasly dan Esteban Ocon, berhasil lolos ke Q3 dan masing-masing finis di urutan kesembilan dan ke-10 untuk mengamankan dua poin.

Untuk kedua kalinya secara beruntun Alpine membawa pulang poin untuk kedua pembalapnya, yang juga terjadi di Kanada, dan ini adalah balapan ketiga berturut-turut yang berhasil finis di posisi sepuluh besar.

Performa ini berbeda dengan apa yang dialami oleh pilihan lain Sainz dalam beberapa balapan terakhir.

Sauber, yang menjadi tim Audi pada tahun 2026, belum meraih satu poin pun musim ini dengan hasil terbaik tim adalah posisi ke-11 dari Grand Prix Bahrain yang menjadi pembuka musim.

 Dan sementara Williams memiliki dua poin atas namanya, berkat posisi kesembilan Alex Albon di Grand Prix Monako, tim ini mengalami dua kali retired di Kanada dan tampil kurang baik di Spanyol dengan hanya menempati P18 dan P20.

Tawaran Alpine yang terlambat datang hanya beberapa hari setelah mantan bos tim F1, Flavio Briatore, ditunjuk sebagai penasihat khusus untuk CEO Renault, Luca de Meo.

Flavio Briatore and Carlos Sainz Sr

Flavio Briatore dan Carlos Sainz Sr

Foto oleh: Sam Bloxham / Motorsport Images

Salah satu tanggung jawab pria Italia yang flamboyan ini adalah memilih pembalap, dan ia terlihat bersama de Meo dalam diskusi yang intens di dalam dan di luar paddock di Barcelona selama kunjungan ke GP Spanyol.

Briatore selalu dikenal agresif dalam melakukan perekrutan pembalap-pembalap top, yang terkenal karena berhasil menarik Michael Schumacher dari genggaman Jordan pada 1991 untuk bergabung dengan tim Benetton yang kemudian membuatnya menjadi juara dunia.

Jadi, jika sebelumnya Alpine mengatakan bahwa mereka akan duduk dan melihat apa saja yang menjadi pilihannya untuk susunan pembalap di tahun 2025, tampaknya Briatore ingin langsung bergerak cepat dan menemukan talenta terbaik yang tersedia.

Saat ini, dengan Ocon yang akan pergi pada akhir tahun ini dan kemungkinan akan bergabung dengan Haas, Alpine tidak memiliki pembalap karena Gasly juga sudah tidak memiliki kontrak.

Sainz sangat ingin menyelesaikan masa depannya di F1 agar tidak mengganggu sisa musim ini, tapi ia juga tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan sebelum merasa telah mengevaluasi pro dan kontra dari semuanya dengan baik.

Ayahnya, Carlos Sainz Sr. terlihat mengunjungi berbagai motorhome - termasuk Sauber dan Williams - pada pagi hari balapan di Spanyol, saat diskusi terus berlanjut tentang masa depan putranya.

Berbicara setelah finis keenam di GP Spanyol, putra pereli kawakan itu sendiri mengatakan bahwa ia masih belum yakin berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memutuskan apa yang ingin dilakukan.

Ditanya oleh Motorsport.com apakah masa depannya akan ditentukan setelah GP Austria, Sainz mengatakan, "Bisa jadi. Belum pasti, tapi bisa saja."

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Horner Akui Red Bull Butuh Perez Lebih Kompetitif di Lintasan
Artikel berikutnya Alonso: Aston Martin Harus Kurangi Bicara dan Banyak Bekerja

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia