Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
Breaking news

Alami Obesitas, Alpine Berusaha Pangkas Bobot Sesuai Aturan F1 2022

Prinsipal Alpine, Otmar Szafnauer, mengakui kalau bobot A522 tergolong obesitas sehingga perlu dipangkas agar bisa memenuhi ketentuan F1 2022.

Fernando Alonso, Alpine A522

Batas minimal berat mobil berdasarkan ketentuan adalah 795 kg, dari sebelumnya 752 kg. Syarat itu membuat mayoritas tim pusing tujuh keliling.

Sejauh ini, hanya Alfa Romeo yang mampu mencapainya. McLaren mengklaim sudah dekat dengan angka tersebut.

Sementara, delapan skuad lainnya repot menyiasati kelebihan bobot, bahkan ada yang dobel digit. A522 merupakan salah satu mobil yang berat.

“Alpine bukan Alfa Romeo, tapi saya kira kami bukan yang paling berat. Jadi kami berada di suatu tempat antara itu,” ujarnya kepada Sky.

“10 kg setara dengan 0,4 detik. Seharusnya, jadi motivasi besar untuk menghilangkan 10 kg itu. Performa akan datang karena Anda tahu itu dijamin.

“Jadi akan ada motivasi untuk menghilangkan bobot bagaimana pun. Tapi, itu akan membutuhkan biaya.”

Di sisi lain, prosesnya akan rumit dengan timbulnya porpoising. Sebab, salah satu solusi adalah memperkokoh bagian bawah mobil. Konsekuensinya akan ada penambahan berat.

Fenomena yang timbul dalam tes pramusim F1 Barcelona, tersebut membuat semua tim terkejut karena tidak terdeteksi.

Baca Juga:

Terkait dengan porpoising, Szafnauer mengklaim Alpine berhasil mengatasinya setelah melakukan pergantian beberapa perangkat pada mobil.

“Kabar bagusnya, kami tidak memiliki masalah tersebut dengan sangat buruk seiring dengan berjalannya tes. Kami mengubah beberapa perangkat di mobil, bukan hanya ketinggian berkendara,” mantan CEO Aston Martin tersebut melanjutkan.

“Kami tidak bisa melihatnya lewat perangkat simulasi yang kami miliki atau itu tidak terjadi. Itu bukan apa-apa untuk semua desainer, kepala desainer dan ahli aerodinamika sudah berpikir akan ke arah mana. Hati-hati. Itu tidak akan muncul hingga tes.

“Ini menunjukkan bahwa, di samping semua perangkat simulasi yang kami miliki, tidak ada yang bisa dibandingkan dengan kenyataan. Namun, makin kami belajar tentang bagaimana mengeset mobil, kian dekat kami pada solusi.

“Makin Anda banyak belajar, kian kreatif pula membuat perubahan desain untuk menyelesaikan masalah. Apakah itu akan lebih cepat? Saya kira lebih buruk masalahnya, lebih termotivasi kami untuk memperbaiki.”

Saat diminta prediksi kandidat juara, Szafnauer merasa kesulitan karena Mercedes masih menyembunyikan kemampuan.

“Ferrari tampak bagus secara konsisten. Mercedes, saya kira belum menunjukkan seperti apa kemampuannya. Jadi sulit mengatakan,” ia mengungkapkan.

Fernando Alonso, Alpine A522

Fernando Alonso, Alpine A522

Foto oleh: Motorsport Images

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Percaya Omongan Hamilton, Gasly Sebut Mercedes Tak Menakutkan
Artikel berikutnya Jadwal F1 Grand Prix Bahrain 2022

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia