Alpine Jelaskan Desain Airbox Usai Dapat Banyak Kritikan

Direktur Eksekutif Alpine Marcin Budkowski menjelaskan alasan timnya mendesain airbox besar pada A521 setelah mendapat banyak kritikan.

Alpine Jelaskan Desain Airbox Usai Dapat Banyak Kritikan

Esteban Ocon memperkenalkan A521 untuk pertama kalinya kepada publik pada tes hari pertama di Bahrain, Jumat (12/3/2021). Tapi, satu hal yang menarik perhatian adalah desain airbox yang besar.

Hal tersebut mengingatkan kembali dengan desain mobil Formula 1 di era 1970-an, yang mana memiliki tutup mesin besar untuk memungkinkan mereka memiliki lubang angin cukup lebar demi memaksimalkan pendinginan mesin.

Budkowski mengatakan dirinya tak menyangka desain tersebut mendapat banyak kritikan. Pria asal Polandia itu menegaskan bahwa pengembangan mobil Alpine, A521, sudah berdasarkan regulasi aerodinamika yang berlaku saat ini.

“Ini sepenuhnya keputusan teknis, kami memutuskan untuk melangsingkan sidepod karena dianggap sebagai arah positif. Sebenarnya, ini bukan hal baru,” ujar Budkowski.

“Kami mengemas ulang dan memindahkan beberapa komponen besar di dalam mobil, dan kami meletakkannya di belakang saluran masuk udara. Jelas, itu membuat bentuknya lebih besar, tapi itu cukup berhasil bagi kami.

“Memang ada sedikit pertaruhan dengan pusat gravitasi, tetapi biasanya kinerja aerodinamika akan lebih unggul atas bobot dan pusat gravitasi.”

Baca Juga:

Sepanjang musim dingin, seluruh tim Formula 1 bekerja keras untuk menemukan solusi mengembalikan level aerodinamika mobil mereka usai aturan baru tentang dasar mobil diberlakukan.

Terlepas dari kritikan terhadap desain airbox A521, Marcin Budkowski mengatakan timnya senang melihat solusi yang ditemukan oleh masing-masing tim dalam mengakali aturan baru.

“Kami sama seperti tim lainnya di pit, kami melihat berbagai desain mobil lainnya. Para teknisi sedang melihat-lihat gambar dan berpikir apakah itu ide bagus atau tidak untuk diterapkan pada mobil,” kata Budkowski.

“Menurut saya, ada hal menarik pada setiap mobil. Area yang paling banyak mengalami perubahan adalah dasar mobil di bagian belakang, karena itu yang masuk dalam perubahan regulasi.

“Bagian belakang mobil dan area yang paling rumit, seperti sayap depan, bargeboards (pengubah aliran udara di depan sidepod), jadi yang paling sering kami perhatikan.”

Pembekuan mesin dan sasis memang membuat setiap tim harus berpikir keras untuk memulihkan performa mereka yang hilang akibat regulasi baru. Mereka yang bisa menemukan solusi terbaik, akan menjadi yang tercepat di trek pada musim ini.

dibagikan
komentar
Modifikasi Diffuser McLaren Mengagumkan

Artikel sebelumnya

Modifikasi Diffuser McLaren Mengagumkan

Artikel berikutnya

Proyek Ambisius IMI Tingkatkan Motorsport Indonesia

Proyek Ambisius IMI Tingkatkan Motorsport Indonesia
Muat komentar