Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Alpine Terkejut Reliabilitas Bukan Isu Besar Mobil F1 2022

Team Principal Alpine, Otmar Szafnauer, telah memprediksi akan terjadi masalah reliabilitas seiring diberlakukannya regulasi teknis baru untuk musim ini.

Daniel Ricciardo, McLaren MCL36, comes to a halt with technical issues

Fernando Alonso (Alpine), Daniel Ricciardo (McLaren) dan Valtteri Bottas (Alfa Romeo) dipaksa gagal finis di Grand Prix Arab Saudi. Jadi pertanyaan lantaran mobil ketiganya kehilangan tenaga dalam momen yang nyaris bersamaan.

Sebelumnya, jelang balapan di Sirkuit Jeddah Corniche, Yuki Tsunoda (AlphaTauri) gagal memulai perlombaan ketika mobil AT03 yang dikemudikannya berhenti dalam perjalanan menuju grid start.

Perihal isu yang melanda Alonso, Alpine masih belum menemukan penyebab spesifik terhadap power unit A522. Meski juara dunia dua kali itu berhasil menyelesaikan balapan di seri pembuka GP Bahrain.

Szafnauer mengatakan, kegagalan finis Alonso, termasuk Ricciardo dan Bottas, mencerminkan fakta bahwa mobil-mobil F1 2022 sangat baru.

Juga bahwa produsen power unit berlomba untuk mendapatkan semua kemungkinan pengembangan ke trek secepat mungkin, karena diterapkannya engine freeze pada 1 Maret lalu.

“Beberapa hal terjadi yang berdampak pada itu. Semua mobil baru,” ucap pria asal Amerika Serikat (AS) tersebut.

“Jadi Anda mendapatkan 100 persen suku cadang baru di mobil, yang jarang terjadi. Biasanya Anda membawa persentase suku cadang yang layak.

“Dan ketika Anda membawa barang bawaan, itu terbukti dari sudut pandang reliabilitas.

Pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen, gagal finis di Formula 1 Grand Prix Bahrain 2022

Pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen, gagal finis di Formula 1 Grand Prix Bahrain 2022

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

“Dan hal lain yang terjadi adalah semua orang tahu bahwa pembekuan mesin akan datang.

“Jadi, setiap pabrikan mesin membuat perubahan, dan ketika Anda memiliki perubahan, baik mobil dan mesin, hal-hal seperti itu terjadi, terutama ketika Anda mendorong demi performa.”

Szafnauer kemudian menambahkan, sejauh ini hanya ada sedikit mobil yang gagal finis karena masalah mekanis.

“Yang mengejutkan saya sebenarnya bukanlah ada masalah reliabilitas. Yang mengejutkan saya sebenarnya adalah tidak lebih dari itu, karena semuanya sangat baru.

“Saya kira semua orang telah melakukan pekerjaan yang sangat, sangat bagus di bidang keandalan.

“Ingat masa lalu? Anda datang ke balapan pertama dan delapan mobil akan finis atau enam mobil akan finis.

“Jadi dengan ini menjadi paket yang benar-benar baru, dan semua orang melakukan perubahan mesin untuk pembekuan, saya kagum betapa bagusnya mobil-mobil itu.”

Baca Juga:

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Demi Turun di F1, Audi Naikkan Tawaran untuk McLaren
Artikel berikutnya Sergio Perez Percaya Bisa Ubah Peruntungan di Melbourne

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia