Analisis: Mengapa renovasi Sepang menjadi misteri bagi tim-tim F1?

Para tim dan pembalap Formula 1 akan menghadapi tantangan yang berbeda di Sepang tahun ini, karena renovasi yang baru saja dilakukan bukan sekadar pengaspalan ulang.

Meskipun aspal baru tentu akan memberikan sensasi yang berbeda, pekerjaan yang diselesaikan oleh Dromo Engineering dari Italia juga telah mengubah karakteristik trek di Malaysia ini.

Beberapa perbaikan dan perubahan dilakukan demi meningkatkan keamanan, termasuk sistem drainase yang telah ditingkatkan dan perubahan pada area run-off, terutama area aspal yang diganti menjadi jebakan kerikil.

Tetapi beberapa perubahan yang dilakukan juga menyebabkan berubahnya profil kemiringan pada sembilan tikungan yang dapat mengubah jalur balap bagi beberapa pembalap ketika mereka mendekati tikungan tersebut.

Bos trek Sepang, Razlan Razali berkata: “Beberapa titik trek akan menyimpan misteri bagi tim dan pembalap karena kami telah sedikit mengubah dinamika sirkuit ini di beberapa tikungan. Hal tersebut akan membuat mereka seolah-olah datang ke Sepang untuk yang pertama kali.

Dromo dan Sepang telah mengirimkan catatan berikut kepada tim dan pembalap agar mereka dapat mempersiapkan balapan minggu ini lebih baik.

Dan di sini Motorsport.com akan menganalisis secara detail dan memperlihatkan apa dampak dari renovasi sirkuit Sepang ini bagi pembalap dan tim F1.

Tikungan 1

 

 

Memasuki Tikungan 1, beberapa permukaan yang tidak rata telah diperhalus sehingga pembalap dapat mendekati tikungan ini lebih normal. Area run-off telah ditingkatkan dalam segi keamanan untuk mobil dan motor, terutama tipe kecelakaan di mana kendaraan melaju lurus ke area run-off tersebut dalam kecepatan tinggi. Beberapa area aspal juga digantikan menjadi jebakan kerikil.

Batas garis kiri trek juga telah dipindah untuk menjaga lebar trek menjadi tetap 16 meter. Hal tersebut memungkinkan area run-off keseluruhan menjadi lebih besar. Di ujung jebakan kerikil telah diganti dengan rerumputan.

Tikungan 2

 

 

Tikungan 2 telah didesain ulang untuk meningkatkan pengendalian, kecepatan, dan keamanan kendaraan yang melewatinya.

Fitur utama yang baru dirancang untuk mempermudah pembalap saat memasuki tikungan ini, dengan memperjelas pandangan ke kerb di sebelah kiri. Versi baru tikungan ini juga dirancang agar pembalap tidak merasakan sensasi kehilangan kendali saat mereka menikung.

Tikungan 3

 

 

Sistem drainase di Tikungan 3 telah diperbaiki dan ditingkatkan untuk mencegah munculnya “sungai” atau genangan air saat kondisi hujan.

Bagian tengah trek menjadi lebih tinggi agar air dapat mengalir ke ujung bagian kiri trek. 20 meter kerb di sebelah kanan trek juga dihilangkan agar air juga dapat mengalir ke luar trek lebih cepat.

Tikungan 4

 

 

Pengendalian kendaraan di Tikungan 4 diyakini akan meningkat karena hilangnya permukaan-permukaan yang tidak rata di bagian kanan trek. Gradasi di bagian kanan tikungan juga meningkat, dan kerb yang ada di tikungan tersebut telah dibuat kembali.

Area run-off di tikungan ini juga telah berubah untuk meningkatkan aspek keamanan, dengan pergantian area aspal menjadi area kerikil. Di ujung jebakan kerikil juga sudah digantikan dengan rumput asli.

Tikungan 5 dan 6

 

 

Semua bagian trek ini, terutama tingkat kemiringan pada bagian sebelah kiri trek yang telah dimodifikasi. Dan kembali, beberapa area run-off yang berupa aspal digantikan menjadi jebakan kerikil.

Sistem drainase juga telah ditingkatkan dengan pencabutan 15 meter kerb di sebelah kanan, dan penambahan grid drainase yang baru.

Tikungan 7 dan 8

 

 

Saat mendekati Tikungan 7, pembalap akan merasakan permukaan yang lebih mulus dan kerb di bagian sebelah kiri juga telah dibuat ulang. Hal tersebut membuat jalur balap saat memasuki tikungan ini menjadi lebih normal. Bekas-bekas ban yang muncul di tikungan ini juga telah dihilangkan.

Tikungan 9

 

 

Masalah besar di Tikungan 9 adalah permukaan yang tidak rata di bagian kerb sebelah kanan, maka tikungan tersebut kini telah dibangun ulang. Kerb baru dan penambahan sudut kemiringan membuat tikungan ini menjadi lebih mudah bagi pembalap.

Tikungan 13 dan 14

 

 

Permukaan yang tidak rata saat memasuki Tikungan 13 telah dihilangkan, sementara bagian di kerb sebelah kiri telah dibangun ulang. Bekas-bekas depresi ban di bagian tengah trek juga telah dihilangkan.

Elevasi di bagian tengah tikungan 13 dan 14 juga berguna untuk meningkatkan drainase trek, terutama di tikungan 14 yang sering mengalami masalah genangan air saat kondisi hujan. Kembali, area run-off yang masih berupa aspal telah diganti menjadi jebakan kerikil.

Tikungan 15

 

 

Akhirnya dan mungkin perubahan yang paling jelas terlihat adalah revisi Tikungan 15. Kini tikungan terakhir di Sepang itu memiliki area run-off dan sistem drainase yang lebih baik, serta perubahan pada sudut kemiringan trek.

Untuk meningkatkan sistem drainase, bentuk dari tikungan ini juga berganti. Sudut kemiringan yang dihasilkan dari renovasi membuat air akan mengalir dan mencegah munculnya genangan air di jalur balap. Perubahan tersebut membuat tikungan ini memiliki kamber negatif atau ‘off-camber’.

Perubahan sudut kemiringan di bagian sirkuit ini benar-benar mengubah karakteristik tikungan tersebut dan dapat memicu berubahnya jalur balap yang akan digunakan oleh pembalap.

Seperti yang dikatakan oleh Jarno Zaffelli: “Meninggikan kerb bagian dalam tikungan sebesar satu meter membuat jalur balap yang lama menjadi tidak ideal, dan hal ini akan membuat pembalap berpikir lebih matang lagi. Perubahan ini juga memungkinkan manuver overtake yang lebih menakjubkan karena profil tikungan yang baru.”

 

 

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Event GP Malaysia
Trek Sepang International Circuit
Tipe artikel Analisis