Analisis teknis Giorgio Piola

Analisis teknis: Pendinginan jadi kelemahan Mercedes di Rusia

Untuk yang pertama kalinya dalam empat tahun, Mercedes mendapat ancaman serius dari Ferrari di awal musim Formula 1.

Kedua mobil Mercedes terlihat kewalahan mengatasi masalah pendinginan di GP Rusia. Valtteri Bottas memang berhasil menjadi pemenang balapan saat itu, tapi kisah balapan diyakini dapat berjalan berbeda jika Ferrari mampu menjaga posisi mereka di depan.

Suhu trek lebih panas dari yang diperkirakan juga memperparah situasi Mercedes. Perubahan suhu tersebut sudah cukup untuk membawa skuat Brackley keluar dari zona nyaman mereka. Tapi dengan superioritas Mercedes atas Ferrari di 2016, apakah kesulitan seperti ini bisa terjadi pada musim lalu?

Setiap paket konfigurasi bisa menawarkan pendinginan yang lebih baik namun di saat yang sama mengorbankan efisiensi aerodinamika, terutama dalam kecepatan tinggi.

Membandingkan dengan yang ada di Australia dan Bahrain, paket pendinginan bagian belakang mobil Mercedes di Rusia menerapkan sebuah konsep flap Gurney (foto atas, panah).

Mercedes W08 rear end comparison
Komparasi bagian belakang Mercedes W08

Foto oleh: Giorgio Piola

Meski terlihat lebih kecil, konfigurasi pendinginan Rusia diyakini memiliki performa pendinginan yang sama seperti konfigurasi Australia dan Bahrain, meski dengan pembukaan yang lebih besar. Seperti yang terlihat dari foto di atas, Mercedes menambah pembukaan di sekitar area lengan suspensi belakang.

Mercedes F1 W08, T-wing
Sayap-T Mercedes F1 W08

Foto oleh: Giorgio Piola

Konsep 'cerobong asap' di atas sirip hiu mobil W08 mungkin menjadi solusi pendinginan Mercedes yang paling menarik perhatian pada musim ini. Sempat dipakai di GP Australia dan Bahrain, Mercedes beralih ke konfigurasi normal di Tiongkok dan Rusia.

Udara panas yang ada di dalam penutup mesin dikeluarkan secara bersamaan dari cerobong dan lubang pembuangan bagian belakang.

Panas berlebih

Jika kita menyampingkan isu salah perhitungan suhu, maka tanda tanya performa Mercedes dapat dijawab dari dua skenario yang terjadi pada balapan pekan lalu.

Di GP Rusia, kita tahu bahwa kedua pembalap Mercedes sama-sama kesulitan dengan manajemen suhu. Tapi, mengapa Lewis Hamilton menjadi pembalap yang paling merasakan dampak negatifnya?

Pertama, hal tersebut bisa disebabkan karena Hamilton terjebak di belakang mobil-mobil Ferrari, sementara Bottas melenggang di depan tanpa ada hambatan dari mobil di depannya. Mobil SF70H yang dikemudikan Raikkonen, menghasilkan arus turbulensi dan kemudian mempengaruhi efisiensi mobil W08 yang dikemudikan Hamilton.

Mobil Fernando Alonso yang mogok tepat sebelum start diyakini secara tidak langsung juga memperparah kondisi Hamilton. Karena menjadi salah satu pembalap yang menempati grid depan, mobil Hamilton harus menunggu lama dan menyerap panas berlebih sebelum mengulangi prosesi formation lap.

Jadilah bagian dari sesuatu yang besar

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Tim Mercedes
Tipe artikel Analisis
Topik Analisis teknis Giorgio Piola