Analisis teknis Giorgio Piola

Analisis teknis ringkas: 'Sayap kelelawar' di bawah sasis Ferrari

Termasuk ke dalam pengembangan terbaru dari Ferrari untuk GP Malaysia adalah sesuatu yang pernah muncul sebelumnya, di mana SF16-H terlihat memiliki 'bat-wing' di bawah sasis dalam sesi latihan.

Elemen tambahan ini pertama kali dimunculkan ke publik oleh Mercedes pada tahun 2014, dan digunakan tim pemimpin kejuaraan tersebut sejak itu. Terletak dengan posisi mengangkangi sensor ketinggian, komponen ini membantu mengarahkan ulang aliran udara yang bergerak di bawah hidung mobil dan sasis. 

Ferrari memasang 'bat-wing' di fase-fase terakhir 2015, di mana tambahan yang digunakan di SF15-T dari GP AS tapi perubahan ke "hidung jempol" dan turning vane yang direvisi untuk 2016 membuat elemen serupa tidak dipakai lagi sampai sekarang.

'Bat-wing' yang baru hadir sebagai bagian dari sebuah paket, dengan satu set turning vane dipasangkan dengan 'bat-wing' untuk meningkatkan pergerakan aliran udara ke bawah dan sekitar undercut sidepod, yang juga membentuk vortex Y250 yang lebih akurat dari sayap depan.

 

Ferrari SF16H fins, British GP
Sirip Ferrari SF16H, GP Inggris

Foto oleh: Giorgio Piola

Di awal musim ini, tim mengejar konsep yang baru ketika memperkenalkan satu set vane dari sasis di Silverstone.

Vane-vane tersebut berperan serupad dengan 'bat-wing' dan juga telah dites di FP3 saat tim mencoba menyeimbangkan performa SF16-H untuk menghadapi layout sirkuit Sepang yang bervariasi.

Seperti biasa, ini semua tentang kompromi antara kecepatan di lintasan lurus melawan keseimbangan dan downforce untuk tikungan-tikungan yang kini memiliki profil yang berbeda.

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Event GP Malaysia
Trek Sepang International Circuit
Tim Ferrari
Tipe artikel Analisis
Topik Analisis teknis Giorgio Piola