Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Andretti Masih Upayakan Berlaga di F1 2024

Mario Andretti masih yakin tim yang dipimpin putranya, Michael, bisa mengambil satu slot untuk F1 2024.

Mario Andretti

Mario Andretti

Alexander Trienitz

Berbagai hal dilakukan pria Amerika Serikat demi mewujudkan keinginan punya tim Formula 1. Ia berupaya mengakuisi Sauber tapi gagal. Pada akhirnya, merek itu malah menjalin kesepakatan dengan Audi untuk F1 2024.

Lobi kepada Federasi Otomotif Internasional (FIA) dilakukan namun sejauh ini masih menemui jalan buntu. Meski mendapat penolakan dan komentar negatif dari banyak pihak, Andretti pantang menyerah.

Sang ayah, yang pernah menjadi juara dunia F1 1978, berharap masih punya kans untuk membuat tim yang akan tampil dua tahun lagi.

“Sungguh mengejutkan dan kadang mengecewakan. Bagaimana pun, tim-tim punya tujuan sendiri dan Anda harus melihat gambaran sangat besar,” ujarnya kepada Any Driven.

Baca Juga:

“Ini investasi besar dalam olahraga dan juga jangka panjang, jadi saya tidak mengerti kenapa itu tidak diterima dengan lebih baik daripada yang ada sekarang.”

Andretti Autosport bekerja keras mencari solusi demi bisa memenuhi semua persyaratan sesuai tenggat waktu yang sudah ditetapkan.

“Kami mengerjakan itu itu setiap hari dan targetnya jelas, kuat dan nyata. Kami mencoba memenuhi semua syarat. Mereka mengatakan kepada kami bahwa ada protokol jelas dan kami sedang meninjaunya tapi tujuan kami masih sama,” pemenang 12 balapan F1 menambahkan.

“Pada saat ini, saya bisa katakan bahwa kami ingin berada di grid pada 2024. Ada banyak pekerjaan di balik layar.

“Kami melakukan persiapan seolah sudah menerima lampu hijau. Saya terkejut dengan semua yang sudah terjadi dan saya harap akal sehat akan menang.”

Respons berbeda diberikan tim-tim F1 kepada Andretti Autosport, Porsche dan Audi. Mereka menganggap hadirnya skuad Amerika Serikat tidak memberi pengaruh besar kepada jet darat. Ada kekhawatiran hadiah yang diterima kian susut seiring dengan kian banyak peserta di grid.

Sementara, dua anak usaha Volkswagen Group dianggap masih memberi nilai positif. Mereka bukan hanya sekadar tim tapi juga dapat memasok mesin.

Mobil contoh dengan livery Audi F1

Mobil contoh dengan livery Audi F1

Foto oleh: Audi Communications Motorsport

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Horner Ingin Jadi Stuntman Sebelum Pimpin Red Bull
Artikel berikutnya Bos Mercedes F1 Sebut Red Bull Masih Favorit pada 2023

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia