Andrew Shovlin: Mercedes Seharusnya Bisa Menang Mudah

Track Chief Engineer Mercedes, Andrew Shovlin, mengatakan timnya memiliki peluang untuk bisa memenangi balapan F1 GP Hungaria dengan mudah, namun melewatkannya karena strategi yang salah.

Andrew Shovlin: Mercedes Seharusnya Bisa Menang Mudah

Dengan mobil pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen rusak setelah insiden pada lap pertama Grand Prix (GP) Hungaria, Mercedes punya kesempatan besar meraih kemenangan mudah. Sayangnya kesalahan taktik membuat mereka malah gagal memanfaatkannya.

Pada formation lap sebelum restart, seluruh pembalap, kecuali Lewis Hamilton masuk pit untuk mengganti ban slick. Melanjutkan dengan ban medium, pilot Mercedes itu harus melakukan pit stop di menit-menit berikutnya dan posisinya pun merosot.

Kemudian, meskipun, Hamilton mulai mendapatkan kecepatan dan posisi yang baik, ia kehilangan banyak waktu di belakang pembalap Alpine F1, Fernando Alonso. Sang juara bertahan harus puas finis di posisi ketiga.

Namun setelah balapan Lewis Hamilton dipromosikan ke posisi kedua dengan diskualifikasi yang diterima pilot Aston Martin, Sebastian Vettel. Sementara kemenangan jadi milik pembalap yang tidak diduga-duga, Esteban Ocon.

Berbicara usai balapan yang bergulir di Sirkuit Hungaroring, Andrew Shovlin, kepala teknisi trek (track chief engineer) Mercedes, mengakui jika keputusan mereka salah dan berakibat tim gagal mengamankan kemenangan.

"Sejujurnya, kami bicara soal pit stop: Apakah akan beralih ke ban kering? Karena kami perlu melihat trek mengering. Pada titik ini, kami membuat keputusan yang keliru. Setelah apa yang terjadi di lap pertama, tujuan kami adalah tidak membuat kesalahan dan tidak terlibat dalam kecelakaan, jadi kami bertindak hati-hati dan melanjutkan dengan ban medium," ujarnya.

Baca Juga:

"Sungguh mengejutkan melihat semua orang di belakang kami masuk pit. Tetapi jika Anda berada di garasi pertama di pit lane, Anda dirugikan karena ketika Anda pit stop dan ada mobil yang menunggu Anda rilis, Anda harus mencari celah untuk membawa mobil Anda keluar. Ada juga saat ketika insiden terjadi di pit dalam kondisi yang ramai.

"Mempertimbangkan itu, Lewis tidak akan mampu membuat perbedaan lima detik di formation lap karena semua orang akan berusaha berbaris dan mencari tempat. Kami pikir kami akan berada di urutan keenam dalam skenario terbaik dan ke-10 pada skenario terburuk. Namun kesalahan utama yang kami buat adalah tidak keluar dari pit dengan ban kering (sebelum restart).

"Semua orang seharusnya melakukannya karena dengan begitu tidak perlu pit stop lagi (di lap formasi). Jadi, itu adalah nasib buruk. Kami memiliki peluang memenangi balapan dengan mudah dan kami gagal memaksimalkannya. Namun kami membuat keputusan bersama sebagai tim. Jadi, ini pelajaran penting dan kami tidak akan membuat kesalahan yang sama," Shovlin menjelaskan.

Ia lalu membahas soal bagaimana Lewis Hamilton bisa naik dari posisi ke-14 ke urutan ketiga. "Sulit untuk mengatakannya sebab jika dia bisa melewati orang-orang di depannya, Lewis punya kecepatan yang cukup untuk meraih kemenangan," kata Shovlin.

"Namun ketika Anda terjebak di belakang pembalap lain, Anda tidak bisa pergi ke mana pun dan kemenangan menjadi mustahil. Seperti diketahui, Lewis menghabiskan banyak waktu di belakang Fernando (Alonso) dan Anda bisa membayangkan jika kami melewatinya lebih cepat, kami dapat menyerang Sebastian (Vettel) dan Esteban (Ocon) menjelang finis."

Lewis Hamilton, Mercedes W12, Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B
Lewis Hamilton, Mercedes W12, Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B
1/1

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Toto Wolff Minta Maaf Valtteri Bottas Kacaukan Balapan Red Bull

Artikel sebelumnya

Toto Wolff Minta Maaf Valtteri Bottas Kacaukan Balapan Red Bull

Artikel berikutnya

Nicholas Latifi Sebut GP Hungaria Terbaik Sepanjang Kariernya

Nicholas Latifi Sebut GP Hungaria Terbaik Sepanjang Kariernya
Muat komentar