Apa Langkah Romain Grosjean Selanjutnya?

Sejumlah opsi tersedia bagi Romain Grosjean, jika masih ingin melanjutkan karier balap profesionalnya pada 2021. Mulai dari IndyCar hingga balap mobil listrik Formula E.

Apa Langkah Romain Grosjean Selanjutnya?

Takkan ada lagi sosok Romain Grosjean di grid Formula 1 musim 2021. Akhir Oktober lalu, bersama mantan rekan setim Kevin Magnussen, dia memutuskan hengkang dari Haas.

Ditinggal dua pembalapnya, Haas tidak kesulitan menemukan pengganti. Mick Schumacher resmi digaet, serta bakal berduet dengan Nikita Mazepin, walau pembalap muda Rusia itu sempat tersandung kasus video Instagram.

Kembali ke soal Grosjean. Muncul pertanyaan apa langkah selanjutnya? Apakah mengikuti jejak Magnussen yang turun balapan di IMSA? Atau justru memilih cuti panjang seperti yang dilakukan Andrea Dovizioso di MotoGP?

IndyCar Sempat Masuk Radar

Usai meninggalkan Haas, Grosjean mengaku telah membuka pembicaraan dengan salah satu tim IndyCar. Dia juga mengungkapkan ketertarikannya untuk menjajal balap open wheel di Amerika Serikat itu.

“Itu adalah sebuah opsi,” kata Grosjean kepada Motorsport.com pada awal November lalu.

“Dan jika saya boleh sangat jujur, saya tidak bisa tidur nyenyak selama dua minggu terakhir. Ini tahun yang sulit bagi dunia, untuk ekonomi, jadi ini bukan tahun yang baik untuk keluar dari kontrak, dan keluar dari olahraga yang Anda geluti.

“Jadi ya, saya sudah mengamati IndyCar. Saya punya kontak dan beberapa bagus. Dan saya agak menyesal tidak memeriksa kalender sebelumnya, karena hanya ada dua trek speedway dan satu trek pendek dalam bentuk oval. Tapi ini belum berakhir. Dan itu adalah sesuatu yang akan saya pertimbangkan.”

Namun, kemungkinan untuk tampil di IndyCar menguap, tepatnya karena dipicu kecelakaan mengerikan di Grand Prix Bahrain. Grosjean memang selamat, meski cedera luka bakar di bagian tangan. Lantas, apa yang mengubah pikirannya?

Pembalap berusia 34 tahun itu mengatakan, bahwa dia takkan pernah mengemudikan mobil balap yang tidak dilengkapi Halo. Hal itu pula yang membuat Grosjean sedikit enggan pindah ke IndyCar untuk karier balapnya di masa depan.

“Jelas kami pernah membicarakan tentang IndyCar, tetapi sekarang saya berpikir untuk menambahkan risiko (balapan di trek) oval, di mana Anda dapat mengalami kecelakaan besar, dan membuat keluarga saya yang berjarak jauh dan menonton di TV itu sulit. Dan saya tidak tahu apakah saya bisa melakukannya,” tutur Grosjean.

Kenny Brack, A.J.Foyt, Power Team Racing, ungguli Wim Eyckmans, EGP/Beaulieu of America

Kenny Brack, A.J.Foyt, Power Team Racing, ungguli Wim Eyckmans, EGP/Beaulieu of America

Foto oleh: Michael L. Levitt / Motorsport Images

Aliansi Prancis dengan Kembalinya Peugeot di WEC

Opsi yang paling memungkinkan berikutnya adalah bergabung dengan Peugeot sebelum mereka kembali ke FIA World Endurance Championship (WEC) pada 2022.

Oktober lalu, kepada Autosport, Grosjean mengonfirmasi ketertarikannya terhadap proyek Hypercar Peugeot.

“Sebuah konstruktor Prancis di salah satu balapan terhebat di dunia, pasti itu proyek yang bagus,” ucapnya.

“Saya mengharapkan Hypercar, sebanyak mungkin konstruktor akan kembali dan kejuaraan ketahanan akan memasuki era keemasan lainnya.”

Grosjean menambahkan, “Kami akan menghubungi (Peugeot) kapan-kapan, karena ini adalah proyek yang sangat saya minati untuk masa depan.”

Toh, andai memilih WEC, Grosjean telah mengantongi pengalaman dalam balap ketahanan. Dia pernah mengemudikan Ford GT1 untuk Kompetisi Matech di FIA GT Championship musim 2010.

Pada paruh pertama musim, Grosjean mengklaim dua kemenangan di Abu Dhabi dan Brno. Dia juga pernah mengikuti Le Mans 24 Hours, namun gagal finis.

Teaser Peugeot Hypercar

Teaser Peugeot Hypercar

Foto oleh: Peugeot Sport

Formula E dan Tetap di Eropa

Jelang F1 GP Rusia lalu, Grosjean menyatakan niatnya untuk tetap berada di Eropa jika memungkinkan.

“(Saya) kemungkinan besar (akan) tinggal di Eropa,” ujarnya kala itu.

“IndyCar jelas merupakan kejuaraan yang indah, tetapi saya tidak terlalu tergoda oleh (trek) oval, dan bahkan mungkin membuat saya takut, jadi saya tidak benar-benar ingin (balapan di trek) oval.”

Sudah cukup banyak beberapa pembalap Formula 1 yang hijrah ke Formula E, seperti Jean-Eric Vergne, Lucas di Grassi, Sebastien Buemi dan Nelson Piquet Jr.

Juga ada Stoffel Vandoorne, Brendon Hartley, Pascal Wehrlein dan Felipe Massa yang tercatat pernah bertarung di Formula E pada 2019.

Dari ketiga opsi di atas, pilihan terakhir yang mungkin diambil Grosjean adalah cuti panjang sembari menghabiskan waktu bersama keluarganya.

Hal ini terlihat jelas dari pernyataan yang dilontarkannya setelah mengalami insiden kecelakaan mengerikan di GP Bahrain.

“Prioritasnya sekarang sedikit berbeda dan, jika saya tidak balapan pada 2021, saya akan bersepeda, kitesurfing, menghabiskan waktu bersama anak-anak saya, menikmati hidup dan waktu istirahat yang tidak saya miliki sejak saya berusia 17 tahun,” tutur Grosjean.

Mitch Evans, Jaguar Racing, Jaguar I-Type 4 Pascal Wehrlein, Mahindra Racing, M6Electro, Maximilian Günther, BMW I Andretti Motorsports, BMW iFE.20

Mitch Evans, Jaguar Racing, Jaguar I-Type 4 Pascal Wehrlein, Mahindra Racing, M6Electro, Maximilian Günther, BMW I Andretti Motorsports, BMW iFE.20

Foto oleh: Joe Portlock / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Kasus Video Instagram, Haas Tetap Pertahankan Mazepin

Artikel sebelumnya

Kasus Video Instagram, Haas Tetap Pertahankan Mazepin

Artikel berikutnya

Ferrari Ingin Fokus Bangun Mobil 2022

Ferrari Ingin Fokus Bangun Mobil 2022
Muat komentar