Seperti Apa Regulasi Safety Car yang Jadi Dasar Protes Mercedes?

Mercedes tak terima dengan keputusan safety car restart yang ditetapkan Direktur Balap FIA F1, Michael Masi, di akhir GP Abu Dhabi, Minggu (12/12/2021). Lalu seperti apa regulasi sebenarnya?

Mimpi buruk Lewis Hamilton menggenggam trofi juara dunia F1 kedelapan, dimulai sejak pembalap Williams, Nicholas Latifi, membentur tembok pembatas Sirkuit Yas Marina, pada lap 53.

Sesi safety car pun dimanfaatkan Red Bull Racing untuk mengganti ban Max Verstappen dengan tipe soft. Sementara, rivalnya dalam perebutan juara dunia F1, Lewis Hamilton hanya pasrah menggunakan ban keras yang aus.

Verstappen ingin memulai tanpa adanya gangguan dari mobil ketinggalan lap. Namun, Masi mengeluarkan catatan bahwa mobil yang ketinggalan lap tak boleh menyalip. Harapan pembalap Belanda tersebut seolah menguncup kembali.

Namun, pucuk dicinta ulam pun tiba pada satu lap sebelum akhir balapan. Ketika Masi merasa trek cukup aman bagi mereka yang di belakang untuk menyalip, ia pun menetapkan restart. Keputusan tersebut mengejutkan Mercedes dan membuat mereka kesal.

Aturan Safety Car

Lewis Hamilton, Mercedes W12

Lewis Hamilton, Mercedes W12

Photo by: Charles Coates / Motorsport Images

The Silver Arrows lantas melayangkan protes dengan dasar Artike 48.12 dan Artikel 48.8 Regulasi Olahraga F1.

Artikel 48.12 berhubungan dengan situasi di mana mobil yang tertinggal boleh melepaskan diri. Awalnya, Masi menyebut, mobil ketinggalan lap tak diizinkan menyalip. Ini artinya Verstappen di belakang lima mobil sebelum bisa menjangkau Hamilton.

Akan tetapi, ketika mobil bergerak ke Tikungan 9, Masi memberi lampu hijau kepada lima mobil itu, yakni Lando Norris, Fernando Alonso, Esteban Ocon, Charles Leclerc dan Sebastian Vettel melepaskan diri dari rombongan.

Hal ini bertentangan dengan Artikel 48.12, di mana keputusan ‘lapped car boleh menyalip’ seharusnya berlaku untuk semua kompetitor. Regulasi itu kemudian secara eksplisit mengatur kapan balapan bisa dimulai.

“Kecuali petugas balapan menganggap kehadiran safety car sangat diperlukan, ketika lapped car terakhir melewati mobil pemimpin, safety car akan kembali ke pit pada akhir lap berikutnya,” demikian bunyi artikel tersebut.

Baca Juga:

“Jika petugas balapan menganggap kondisi trek tak bisa untuk menyalip, pesan ‘OVERTAKING TIDAK DIIZINKAN’ akan dikirimkan kepada seluruh kompetitor lewat sistem perpesanan resmi.”

Dengan demikian, berdasarkan klausul, dengan pesan mobil lapped car keluar pada lap 57, balapan bisa dimulai lagi pada lap berikutnya, yakni pada lap 58, yang merupakan penutup GP Abu Dhabi.

Sementara itu, Artikel 48.8, membahas tentang tidak boleh ada yang menyalip di belakang safety car.

Selama fase restart, saat Hamilton dan Verstappen bersiap memulai balapan, dari kamera onboard, terlihat mobil Red Bull menyenggol sedikit Mercedes.

Padahal, menurut aturan, ‘Tidak ada pengemudi dapat menyalip mobil lain di lintasan, termasuk safety car, sampai ia melewati Garis (lihat Artikel 5.3-tentang garis safety car) untuk pertama kali setelah safety car kembali ke pit.’

Sayangnya, kedua pasal itu tak cukup bagi Mercedes untuk mencopot Max Verstappen dari takhta baru yang didudukinya.

dibagikan
komentar
Max Verstappen Akui Sudah Mendapatkan Segalanya di F1
Artikel sebelumnya

Max Verstappen Akui Sudah Mendapatkan Segalanya di F1

Artikel berikutnya

Fabio Quartararo Berharap Bisa Jajal Mobil F1 Mercedes

Fabio Quartararo Berharap Bisa Jajal Mobil F1 Mercedes
Muat komentar