Arab Saudi Bisa Gelar F1 Selama Satu Dekade

Formula 1 mengharapkan Grand Prix Arab Saudi dapat masuk kalender balap jet darat setidaknya hinga 10 tahun ke depan.

Arab Saudi Bisa Gelar F1 Selama Satu Dekade

Global Director of Race Promotion F1, Chloe Targett-Adams, menekankan bahwa GP Arab Saudi merupakan bagian dari strategi ‘Vision 2030’, program untuk mengurangi ketergantungan pada cadangan minyak dan berinvestasi di bidang lain.

Balapan pertama dijadwalkan pada 5 Desember di sirkuit jalanan Jeddah. Namun akan dipindahkan ke tempat yang dibangun khusus di Qiddiya pada 2023.

“Mengenai Arab Saudi, sangat fenomenal bisa mendapatkan kesepakatan itu disepakati dan ditandatangani serta diumumkan selama pandemi,” ucap Targett-Adams dalam seminar web Blackbook.

“Itu adalah tempat kami sangat bersemangat untuk balapan, dan itu adalah visi jangka panjang tentang bagaimana kami ingin membangun olahraga kami di Timur Tengah.

“Kami memiliki dua mitra luar biasa di Timur Tengah yang sudah berada di sisi promosi, dengan Abu Dhabi dan Bahrain, keduanya merupakan hubungan jangka panjang yang sangat sukses.

“Dan untuk membawa balapan baru Timur Tengah di lokasi seperti Saudi dengan demografis yang sangat muda, populasi besar, minat pada sektor motorsport dan otomotif, serta kemudian kemampuan sebagai pasar untuk memasuki Afrika Utara dan aspek lain dari Timur Tengah, memberikan kerangka yang sangat menarik bagi F1.

“Balapan pertama tahun ini di Jeddah adalah di sirkuit jalan raya sementara, yang sudah mulai terbentuk. Ini bukan prestasi mudah selama pandemi. Tim di Saudi melakukan pekerjaan yang fenomenal dalam melakukan hal tersebut.

“Sangat menantikan balapan di sana dan meluncurkan F1 di pasar baru, karena itu selalu saat yang menyenangkan.”

Baca Juga:

Ditanya tentang berapa lama perlombaan GP Arab Saudi bakal berada di dalam kalender F1, Targett-Adams menjawab: “Yah, setidaknya kami melihat satu dekade, jika tidak lebih lama.

“Penting ketika Anda memasuki pasar baru seperti Saudi untuk benar-benar dapat berinvestasi.

“Saudi, mengacu visi 2030 mereka, apa yang ingin dicapai, apa tujuannya, bahwa investasi jangka panjang itu masuk akal untuk bagaimana mereka ingin membangun minat F1 dan motorsport di dalam negeri.

“Dan Anda melihat beberapa inisiatif yang dilakukan negara mereka saat ini, dan jelas ini adalah proses pendidikan di kedua sisi.

“Ini adalah negara yang menarik, dan budaya serta bagaimana kami berhubungan dengannya, adalah area yang kami nantikan untuk benar-benar bekerja sama dengan promotor.”

Gelaran event F1 di Arab Saudi telah menimbulkan pertanyaan tentang masalah hak asasi manusia di negara tersebut. Targett-Adams bersikeras, bahwa balap jet darat membahas subjek itu saat berhubungan dengan tempat baru.

“Saya pikir sangat penting untuk menanyakan pertanyaan tersebut. Dari perspektif F1, kami memilih untuk terlibat bersama mitra,” ucapnya.

“Kami memiliki kerangka kerja kontrak untuk menetapkan harapan kami tentang hak asasi manusia dan bagaimana kami berharap untuk bekerja, dan staf kami berharap untuk bekerja dan diperlakukan.

“Dan kami memiliki keterlibatan yang baik dengan promotor kami, juga pemangku kepentingan pemerintah mereka dalam sebuah persyaratan.

“Jadi, ini adalah sesuatu yang secara aktif kami pelajari dan pelajari, serta mendidik diri kami sendiri tentang budaya dan kebiasaan, serta bekerja sama dengan promotor kami terkait event F1 kami.”

dibagikan
komentar
Problem Pembalap Muda Alpine Lebih Pelik daripada Ferrari

Artikel sebelumnya

Problem Pembalap Muda Alpine Lebih Pelik daripada Ferrari

Artikel berikutnya

Sainz Bertekad Raih Titel bersama Ferrari dalam Lima Tahun

Sainz Bertekad Raih Titel bersama Ferrari dalam Lima Tahun
Muat komentar