Formula 1 2018

Aspal baru Barcelona bisa pengaruhi tes F1

Menurut bos Pirelli Motorsport, Mario Isola, aspal baru sirkuit Barcelona bisa memicu terjadinya evolusi trek yang besar dan kondisi tidak konsisten sepanjang tes pramusim Formula 1 2018.

Kimi Raikkonen, Ferrari SF70H passes Carlos Sainz Jr., Scuderia Toro Rosso STR12, as Fernando Alonso, McLaren MCL32 exits the pit lane

Awal bulan ini, seluruh bagian lintasan sirkuit yang terletak di Spanyol itu mengalami pengaspalan ulang. Selain itu, area run-off pada Tikungan 13 juga akan diperluas.

Pekan depan Pirelli berencana mengirimkan dua teknisi mereka ke Barcelona untuk mengumpulkan data sebelum dimulainya tes pramusim pada 26 Februari.

"Mereka [pemilik sirkuit] mengatakan kepada saya targetnya adalah membuat aspal dengan tingkat kekasaran yang sama seperti dulu," kata Isola kepada Motorsport.com.

"Jelas tidak mungkin aspal baru bisa dibuat sama, tapi itu target mereka. Biasanya kami mengukur tingkat kekasaran aspal pada hari Rabu, sebelum event dimulai.

"Jadi pekan depan kami mengirim dua teknisi kami untuk mengukur aspal dan membandingkan yang lama dengan yang baru.

"Saya mendapat informasi pengelola sirkuit juga berencana menurunkan mobil sebanyak mungkin dalam waktu sejak selesainya pengaspalan ulang hingga menjelang tes pramusim.

"Mereka berusaha membuat kondisi lintasan stabil karena di awal-awal evolusi trek masih besar dan masih ada sisa material seperti oli, bitumen, dan semacamnya.

"Ada sejumlah cara seperti menyemprotkan air bertekanan tinggi dan alat-alat lain yang bisa membersihkan bagian lintasan yang masih sedikit berminyak.

"Hari-hari pertama tes mungkin akan mengalami evolusi trek yang besar, tapi setelah itu seharusnya kondisi bisa lebih konsisten."

Aspal baru Barcelona diyakini juga mempersulit Pirelli dalam memilih tiga kompon yang akan digunakan pada GP Spanyol (13/5) tahun ini.

"Masalahnya ada kemungkinan kami harus mempertimbangkannya kembali. Karena di setiap event, kami memilih tiga kompon berdasarkan tingkat kekasaran aspal, layout, dan energi yang tersalurkan," tambah Isola.

"Kami punya database dan memilih kompon berdasarkan informasi yang didapat dari sana.

"Jika ada pengaspalan ulang di seluruh bagian sirkuit seperti yang terjadi di Sepang [2016] jelas karakteristik lintasannya akan berbeda dibandingkan yang dulu.

"Sepang adalah salah satu sirkuit teragresif, dan setelah pengaspalan ulang, kami memilih kompon yang satu tingkat lebih lunak.

"Jerez juga sama. Tahun lalu mereka melakukan pengaspalan ulang pada Oktober, dan pada bulan yang sama kami juga ke sana dengan balapan F2 dan GP3.

"Sebelum balapan, kami mengirim beberapa teknisi untuk mengukur tingkat kekasaran. Dan hasilnya jauh berbeda, lebih mulus.

"Kami mengalokasikan ban yang satu tingkat lebih lunak, tapi itu juga tidak cukup. Kondisi aspal bisa membuat perbedaan yang besar."

1/10

Mario Isola, Pirelli Motorsport

3/10

Foto oleh: LAT Images

4/10

Teknisi Pirelli mengecek suhu trek

Foto oleh: Sutton Images

5/10

Foto oleh: LAT Images

6/10

Foto oleh: LAT Images

10/10

Mario Isola

Foto oleh: Sutton Images
Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Tipe artikel Breaking news
Tag berita f1, pirelli
Topik Formula 1 2018