Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Aston Martin Bakal Ikuti Jejak Red Bull, Bangun Divisi Powertrain

Team Principal Aston Martin, Mike Krack, mengatakan normal bagi pabrikan untuk menyelidiki kemungkinan membangun power unit Formula 1 sendiri untuk musim 2026.

Sebastian Vettel, Aston Martin AMR22

Skuad bermarkas di Silverstone itu tengah menggunakan mesin yang dipasok dari Mercedes. Kali pertama beralih ke pabrikan Brixworth ini semasa tim masih bernama Force India pada 2009 silam.

Namun, regulasi power unit pada 2026 telah menyebabkan peraturan berubah. Red Bull telah menciptakan divisi powertrain sendiri, dengan maksud untuk membangun mesin baru dan memiliki kendali atas performa mobil.

Krack, mulai bekerja bersama Aston Martin pekan lalu, mengungkapkan pihaknya akan mempertimbangkan untuk mengikuti langkah serupa Red Bull.

“Pertama-tama saya harus mengatakan kami senang dengan mitra mesin yang kami miliki,” ucap eks bos BMW Motorsport tersebut.

“Tetapi kami memiliki seperangkat peraturan baru untuk 2026. Dengan lebih menekankan, jelas, pada tenaga listrik ketimbang hari ini.

“Saya kira itu normal untuk merek seperti Aston Martin, jika ada regulasi power unit baru yang Anda lihat ke dalamnya. Anda menyelidiki dengan hati-hati apakah ini secara strategis adalah hal yang benar.

“Menurut saya, itu adalah langkah tepat yang diambil F1, untuk memiliki bias hybrid yang lebih tinggi, atau bias yang lebih tinggi pada tenaga listrik.

“Saya pernah terlibat dengan BMW di keduanya. Formula E full electric, dengan Hypercar hybrid, mirip dengan F1, meski saya harus katakan tidak sama.”

Mike Krack, Team Principal, Aston Martin F1 Team

Mike Krack, Team Principal, Aston Martin F1 Team

Photo by: Aston Martin Racing

Mike Krack mengaku, bahwa setiap keputusan untuk membuat power unit Formula 1 harus segera diputuskan.

“Sekarang tahun 2022 dan timeline masuk akal untuk memperkenalkannya pada 2026, karena kita tahu pesaing lain juga sedang mengevaluasi,” tuturnya.

“Jadi dari timeline, masuk akal jika Anda mengambil keputusan ini untuk berada di grid 2026, dengan (power unit) Anda sendiri. Saya pikir ini adalah saat yang tepat untuk melihatnya sekarang.”

Krack lalu menegaskan, Aston Martin memiliki segala yang dibutuhkan untuk menjadi penantang gelar juara dunia F1 di masa depan.

“Perubahan infrastruktur yang terjadi di sini luar biasa. Ini adalah markas F1 baru pertama yang dibangun, saya pikir, dalam 19 tahun, kira-kira seperti itu,” ucapnya.

“Kami akan menjadi yang terdepan, yang dengan jelas menunjukkan ambisi yang dimiliki Lawrence (Stroll) dan tim.

“Jadi, ya, itu rencana lima tahun. Kami akan memiliki semua kemungkinan atau semua fasilitas yang Anda butuhkan untuk sukses di sana. Kami maju dalam perjalanan kami.”

Baca Juga:

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Haas Cari Pembalap Berpengalaman untuk Gantikan Nikita Mazepin
Artikel berikutnya Kala Toto Wolff Jadi Dosen Tamu di Sekolah Bisnis Harvard

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia