Aston Martin Disinyalir Alami Konflik Internal

Mantan pembalap Formula 1, Ralf Schumacher, menyebut ada masalah internal di tubuh Aston Martin Cognizant F1 Team musim ini yang bisa berdampak luas.

Aston Martin Disinyalir Alami Konflik Internal

Adik kandung legenda F1, Michael Schumacher, itu memperkirakan banyak masalah internal dalam tim Aston Martin saat ini. Semua diduga berasal dari kebijakan dan pernyataan Lawrence Stroll yang ingin secepatnya merebut sukses di Formula 1.

Akuisisi yang dilakukan miliuner asal Kanada itu terhadap Force India pada 2018 untuk kemudian berganti nama Racing Point pada 2019 dan 2020, lalu Aston Martin musim ini, diakui Schumacher sebagai langkah brilian.

“Tetapi Anda tidak boleh lupa harus memperhatikan para karyawan – terutama insinyur, teknisi, mekanik, dan kru lainnya – yang selama ini bekerja keras membantu. Anda tidak bisa mengubah seekor sapi menjadi harimau dalam semalam,” kata Schumacher.

Schumacher mendengar banyak teknisi penting sedang bersiap untuk meninggalkan tim yang berbasis di Silverstone, Inggris, tersebut.

“Para teknisi tersebut mengaku tidak puas dengan banyaknya orang baru yang dibawa Stroll ke tim belakangan ini,” tutur Schumacher, yang juga khawatir masalah internal ini bisa memicu Stroll untuk menarik diri dari proyek F1.

Sebastian Vettel, Aston Martin AMR21, George Russell, Williams FW43B, dan Esteban Ocon, Alpine A521, saat turin di lomba GP Inggris.

Sebastian Vettel, Aston Martin AMR21, George Russell, Williams FW43B, dan Esteban Ocon, Alpine A521, saat turin di lomba GP Inggris.

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Apa yang terjadi di dalam tubuh Aston Martin ini diduga kuat memengaruhi performa para pembalap mereka, terutama Sebastian Vettel.

Dari 10 balapan yang sudah digelar pada Kejuaraan Dunia Formula 1 2021, Aston Martin berada di peringkat keenam klasemen konstruktor dengan 48 poin. Mereka mampu berada di atas Alpine, Alfa Romeo Racing, Williams, dan Haas.

Satu podium berhasil direbut lewat Sebastian Vettel yang finis P2 di GP Azerbaijan. Kendati begitu, Ralf Schumacher yang saat ini menjadi salah satu komentator F1 di Sky Sport Jerman menyebut performa Vettel di Aston Martin masih jauh di bawah ekspektasi.

Dari 10 balapan, juara dunia empat kali (2010, 2011, 2012, 2013) tersebut sekali naik podium, tiga kali finis 10 besar, sekali mundur dari balapan, dan total tujuh kali finis di luar zona poin (10 besar).  

Kesalahan yang dilakukan pembalap asal Jerman tersebut pada GP Inggris di Silverstone yang membuatnya retired, Minggu (18/7/2021) lalu, semakin membuatnya dikritik keras.

Baca Juga:

Ralf Schumacher juga menyoroti performa Vettel yang tidak mampu mengontrol penuh rekan setimnya, Lance Stroll. “Hal terpenting bagi seorang pembalap adalah mengungguli rekan timnya,” ucap pembalap yang aktif di F1 pada 1997 sampai 2007 tersebut.

Tahun lalu, saat Aston Martin masih bernama Racing Point, Sergio Perez selalu mampu unggul 0,2 sampai 0,3 detik per lap atas Stroll.

“Jika melihat bagaimana saat ini Perez bertarung dengan Max Verstappen di Red Bull, seharusnya Vettel dengan mudah mampu lebih konsisten lebih cepat daripada Stroll,” ujar pemenang enam Grand Prix, 27 finis podium, dan enam pole position dari 180 start di F1 itu.   

Dari hasil 10 balapan F1 musim ini, Vettel hanya mampu unggul atas Stroll masing-masing di Portugal (P13: P14), Monaco (P5: P8), Azerbaijan (P2: P19), dan Prancis (P9: P10). Sementara untuk kualifikasi keduanya relatif imbang setelah sama-sama lima kali saling mengungguli.

 

dibagikan
komentar
Bos Alpine Sebut Timnya Belum Butuh Kemenangan

Artikel sebelumnya

Bos Alpine Sebut Timnya Belum Butuh Kemenangan

Artikel berikutnya

Bottas Sudah Temui Bos Alfa Romeo

Bottas Sudah Temui Bos Alfa Romeo
Muat komentar