Aston Martin Ingin Tambah Personel Jadi 800 Orang

Tim Formula 1 (F1) Aston Martin berencana menambah jumlah stafnya dari 535 orang menjadi 800. Hal ini pun telah dikonfirmasi sang prinsipal, Otmar Szafnauer.

Aston Martin Ingin Tambah Personel Jadi 800 Orang

Aston Martin kembali ke grid Formula 1 (F1) pada 2021. Ini adalah evolusi dari Racing Point, milik Lawrence Stroll yang juga salah satu pemegang saham terbesar Aston Martin Lagonda.

Sebelum kedatangan Stroll, tim yang kini menyandang nama Aston Martin tersebut punya sejarah panjang. Sempat dikenal sebagai Force India, Midland Racing dan Spyker.

Saat pengusaha asal Kanada itu datang, anggaran memang tidak jadi masalah. Sebagai bukti, tim kini tengah mengembangkan wind tunnel baru dan pabrik. Karena itu personel perlu ditambah.

Baca Juga:

Prinsipal Aston Martin, Otmar Szafnauer mengungkapkan staf yang ada di dalam tim sekitar 535 orang. Jumlah tersebut bakal ditambah sehingga mencapai 800 pekerja.

Bahkan tidak mungkin angkanya lebih besar dari itu sesuai dengan kebutuhan Aston Martin agar bisa beroperasi sukses dalam Formula 1 dengan tetap memperhatikan cost cap.

"Kami telah menambah secara masif jumlah orang (staf) kami sejak mengambil alih Force India. (Pembangunan) pabrik baru telah jalan dan ini adalah program yang sangat besar, jadi perlu merekrut lebih banyak," ujar Szafnauer kepada jurnalis dalam GP Azerbaijan, pekan lalu.

"Kami memiliki sekitar 535 staf sekarang dan kami akan menargetkan 800 orang atau berapa pun jumlah yang dibutuhkan di bawah batas biaya (cost cap).

"Kami sekarang mengerjakannya secara strategis dan mencoba merekrut individu-individu dengan punya misi sejalan dan ingin membantu Aston Martin Racing mampu bersaing di level tertinggi. Proses rekrutmen berjalan dengan baik.

Staf Aston Martin di pit lane bersama mobil pembalap Lance Stroll, Aston Martin AMR21

Staf Aston Martin di pit lane bersama mobil pembalap Lance Stroll, Aston Martin AMR21

Foto oleh: Glenn Dunbar / Motorsport Images

Rekrutan kunci untuk Aston Martin saat mereka ingin melesat cepat di grid adalah juara dunia F1 empat kali (2010-2013) asal Jerman, Sebastian Vettel.

Sejak kehadiran mantan pembalap Ferrari itu tim pun bekerja dengan cara sedikit berbeda dari sebelumnya. Ini disambut baik, termasuk oleh pembalap 'lama' mereka, Lance Stroll.

"Sebastian (Vettel) telah memperluas cara kami melakukan sesuatu, bukan hanya Lance, tetapi seluruh anggota tim menerima itu," Szafnauer mengungkapkan.

dibagikan
komentar
Demi Ferrari, Giovinazzi Pernah Tolak Tawaran Mercedes

Artikel sebelumnya

Demi Ferrari, Giovinazzi Pernah Tolak Tawaran Mercedes

Artikel berikutnya

Mazepin Tanggapi Sindiran Hamilton soal 'Klub Anak-anak Miliarder'

Mazepin Tanggapi Sindiran Hamilton soal 'Klub Anak-anak Miliarder'
Muat komentar