Ayah Vettel Ungkap Momen Pemicu Keputusan Putranya Pensiun

Ayah Sebastian Vettel, Norbert, mengutarakan pendapatnya seputar juara dunia Formula 1 empat musim tersebut.

Ayah Vettel Ungkap Momen Pemicu Keputusan Putranya Pensiun

Aston Martin adalah pelabuhan terakhir Vettel. Pembalap 35 tahun itu menyudahi kariernya di ajang balap jet darat akhir musim 2022.

Selain empat titel, pilot Jerman tersebut mempersembahkan 53 kemenangan kepada Toro Rosso, Red Bull dan Ferrari. Ia pun menjadi pemenang balapan terbanyak ketiga dalam sejarah F1. Total 122 podium pernah diinjaknya.

Dengan prestasi mentereng, petualangan 16 tahun dirasa sudah cukup. Ia merasa sekarang momen yang tepat untuk pergi dan melakukan aktivitas lain.

Kesuksesan tak terjadi tanpa peran sang ayah. Norbert selalu mendampingi dalam setiap balapan sejak kecil. Ia kerap terlihat di garasi Vettel tanpa campur tangan terhadap urusan putra kesayangannya.

Norbert sejatinya menyayangkan keputusan sang putra. Salah satu rutinitasnya menyambangi trek dan menjadi suporter, tak bisa dilakukan lagi.

Di sisi lain, ia menghormati keinginan Vettel. “Sungguh disayangkan, tapi saya mengerti. Ini adalah perjalanan luar biasa untuk putra saya,” katanya kepada RTL.

Pemicu Vettel mantap memutuskan pensiun adalah bentrok dengan Pierre Gasly di Red Bull Ring. Alhasil, ia gagal membawa pulang poin usai finis P17 di F1 GP Austria.

“Perolehan poin terkecil di Austria, sungguh menyakitkan untuknya mengemudi di bagian bawah klasifikasi, dan itu mempercepat prosesnya,” Norbert mengungkapkan.

Baca Juga:

Norbert ingin mendampingi lagi putranya untuk terakhir kali di sisa musim F1 2022. Namun, ia tidak bisa ikut dalam sembilan putaran.

Jika mengingat usianya, mantan tukang kayu tersebut akan melewatkan enam seri pamungkas yang digelar di luar Eropa. Sementara, di Benua Biru tinggal menyisakan tiga lomba di Spa-Francorchamps, Zandvoort dan Monza.

Ia dan keluarga mungkin akan memberi dukungan penuh kepada Vettel di F1 GP Italia, Sirkuit Monza, 9-11 September.

“Saya ingin pergi ke satu balapan lagi. Mungkin saja, itu terjadi di Monza karena itu di mana putra saya mengunci kemenangan Formula 1 perdana dengan Toro Rosso,” ucapnya.

“Lokasi itu di mana karier hebatnya dimulai dan dia menjadi juara dunia empat kali.”

 

dibagikan
komentar
Robert Shwartzman Bisa Turun di FP1 Usai Jeda Musim Panas
Artikel sebelumnya

Robert Shwartzman Bisa Turun di FP1 Usai Jeda Musim Panas

Artikel berikutnya

O'Ward Kurang Suka dengan Pergerakan McLaren di Bursa Pembalap

O'Ward Kurang Suka dengan Pergerakan McLaren di Bursa Pembalap