Bahan Kosmetik, Rahasia Mesin Tahan Banting Red Bull

Kebangkitan pesat Red Bull Racing di F1 2021 mengusik rasa penasaran seteru dan penggemarnya. Usut punya usut, salah satu rahasianya adalah bahan kimia untuk kosmetik.

Penggantian power unit oleh Honda jelang GP Prancis menimbulkan kecurigaan bahwa produsen asal Jepang itu melakukan perubahan dan peningkatan pada mesin. Pasalnya, Die Rotten Bullen tampak makin unggul dari Mercedes dalam dua duel beruntun.

Jika itu dilakukan, maka mereka sudah melanggar larangan Formula 1. Dugaan tersebut buru-buru ditepis Red Bull. Tim kembali menegaskan downforce lebih rendah yang jadi kunci bisa menjegal The Silver Arrows.

Tapi sejatinya, hal itu tak sepenuhnya benar. Ada perubahan beberapa elemen kecil, yang tentunya masih sesuai dengan regulasi.

Pemahaman lebih baik dalam manajemen energi membuat mereka bisa mendongkrak daya. Selain itu, penyuplai bahan bakar dan pelumas, ExxonMobil, mengembangkan oli dengan kandungan kimia yang baru. Inovasi tersebut membuahkan lonjakan performa mesin.

Uniknya, oli Mobil 1 itu mengandung bahan kimia yang biasa digunakan dalam pembuatan kosmetik. Setelah melewati penelitian selama delapan tahun, komponen itu diketahui bisa meningkatkan lapisan pelindung oli yang tertinggal di bagian logam. Mesin pun terlindungi dari kerusakan yang disebabkan panas dan keausan ekstrim.

Baca Juga:

Kepada Motorsport.com, Manajer Teknologi Motorsport ExxonMobil Global Tomek Young mengungkapkan, “Industri kosmetik menawarkan banyak komponen unik yang diekstrak secara alami dan kami telah mengevaluasi beragam produk serupa sebelum memilih yang terbaik.

“Komponen-komponen baru ini digabungkan karena menawarkan banyak keuntungan, termasuk interaksi kuat antara permukaan metal dan friksi lebih rendah, membantu menghasilkan tenaga maksimum sekaligus menawarkan perlindungan dan efisiensi bahan bakar.

“Manfaat ini juga diterjemahkan ke dalam kemampuan untuk menjalankan mesin di berbagai kondisi operasi yang lebih luas.”

Setelah menemukan formula yang pas, ExxonMobil pun menyerahkan produknya kepada Honda dan Red Bull.

“Beberapa elemen komposisi kimia pada oli mesin baru kami berangkat dari apa yang biasa kami formulasikan dari sebuah produk,” kata Young.

“Apa yang telah lama dilakukan selama bertahun-tahun lalu, visi oli mesin dengan abu rendah, temperatur tinggi, friksi rendah oli mesin yang digabungkan dengan komponen biobased menjadi nyata tahun ini, berkat upaya seluruh tim, dalam kolaborasi dengan Honda dan Red Bull.

“Kami yakin platform baru ini akan menawarkan kepada kami kesempatan di masa depan.”

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Sekilas, oli mungkin dianggap tidak terlalu penting dalam kecepatan tinggi mobil-mobil F1, terutama saat regulasi pembatasan penggunaan power unit. Padahal, ini sangat penting. Ketika oli memberikan peningkatan gesekan dan mendorong keandalan, maka itu akan memungkinkan mesin bekerja keras lebih lama.

Saat ini, Red Bull dan ExxonMobil sedang meneliti seberapa besar pengaruh oli baru terhadap peningkatan kecepatan.

“Kami sedang bekerja dengan Red Bull dan Honda untuk mengumpulkan lebih banya data performa. Tim secara konstan menyempurnakan setiap aspek yang menimbulkan manfaat, sehingga ada beberapa perubahan dalam laga,” ia melanjutkan.

“Pada akhirnya, akan sulit memisahkan kontribusi oli di luar trek dengan kontribusi dari bahan bakar, parameter operasi mesin, dan aerodinamika mobil. Tapi kami telah menguji beragam formulasi dengan Red Bull dan Honda di laboratorium, sebelum memilih satu yang digunakan selama balapan.

“Kami membuat oli ini tidak biasa sehingga mesin berpotensi bekerja lebih keras di jalan. Jadi optimisasi lebih jauh pada aerodinamika dan kondisi operasi akan dimungkinkan.”

Dario Izzo, Red Bull Racing ExxonMobil saat bekerja

Dario Izzo, Red Bull Racing ExxonMobil saat bekerja

Foto oleh: ExxonMobil

Kepala engineer Red Bull, Paul Monaghan, menerangkan, “Jika itu meningkatkan keandalan mesin, kemudian membuat kami lebih mudah mematuhi tiga power unit pertahun seperti regulasi. Itu juga memberi kami kemampuan untuk menjalankan lebih bebas dengan jarak tempuh dalam mode performa paling menonjol.

“Kami juga bisa belajar banyak tentang mobil lewat balapan akhir pekan daripada potensi membatasi. Dalam hal kinerja langsung, ketika itu meningkatkan efisiensi mesin sedikit karena kami hanya lebih sedikit kehilangan pemompaan melaluinya.

“Kami menurunkan gesekan sedikit, maka itu semua hanya langkah kecil yang hanya berkontribusi pada keuntungan keseluruhan dalam performa mobil.”

Prinsipal Red Bull, Christian Horner, kagum dengan kinerja mesin yang menggunakan oli baru. Power unit lebih tahan banting dan panas, ini artinya RB16B punya lebih banyak tenaga dan lebih agresif dari sisi aerodinamika karena kebutuhan pendinginan ekstra berkurang.

dibagikan
komentar

Video terkait

Dapat Tekanan dari Tost, Tsunoda Ingin Kurangi Kesalahan

Artikel sebelumnya

Dapat Tekanan dari Tost, Tsunoda Ingin Kurangi Kesalahan

Artikel berikutnya

Russell Sesali Tipikal Nasib Sialnya di GP Styria

Russell Sesali Tipikal Nasib Sialnya di GP Styria
Muat komentar