Ban Kompon Terkeras Debut di F1 GP Portugal

Ban dengan kompon terkeras akan diturunkan Pirelli untuk lomba ketiga Kejuaraan Dunia Formula 1 2021, Grand Prix Portugal, akhir pekan ini.

Ban Kompon Terkeras Debut di F1 GP Portugal

Pirelli selaku pemasik ban tunggal di Formula 1 akan menurunkan ban berbeda dibanding dua lomba sebelumnya (Bahrain dan Monza, Italia) untuk GP Portugal di Sirkuit Algarve, Portimao, Jumat sampai Minggu (30 April – 2 Mei).

Di Portimao nanti, pabrikan ban asal Milan, Italia, tersebut untuk kali pertama musim ini akan menurunkan ban C1 (kompon keras), C2 (medium), dan C3. Komposisi ini sama dengan GP Portugal tahun lalu.

“Manajemen ban (teknik pembalap menjaga level keausan) dan menggunakan kompon yang lebih keras ketika pergantian ban saat lomba, menjadi salah faktor penting pada lomba di Portimao tahun lalu,” tutur Mario Isola, Kepala Divisi F1 dan Balap Pirelli.

“Namun tahun ini kondisinya kemungkinan berbeda, utamanya karena cuaca. Permukaan trek juga memberikan pengaruh. Sebetulnya, tahun ini Portimao menyuguhkan tantangan yang benar-benar baru.”

Isola menjelaskan, ban dengan konstruksi baru sudah menunjukkan performa bagus pada dua lomba awal. Kini, di Portugal, ban Pirelli dengan kompon terkeras untuk kali pertama diturunkan.

“Komposisi ini sudah kami sesuaikan dengan tantangan-tantangan unik Sirkuit Algarve yang membuat kinerja ban menjadi sangat berat. Kondisi diperburuk dengan suhu yang lebih hangat,” tutur Isola.

 

Dengan pilihan ban C1, C2, dan C3, Pirelli juga memberikan data standar berdasarkan hasil uji, terkait posisi dan tekanan ban.

Untuk ban depan, sudut camber – kemiringan ban (ke dalam) dibandingkan dengan permukaan trek – ban depan disarankan 3,25 derajat sedangkan belakang 2,00 derajat. Sedangkan tekanan udara minimal adalah 21,0 psi untuk ban depan dan 19,0 psi belakang.

“Tahun lalu, semua ketiga jenis kompon ini dipakai sepanjang lomba. Tentu dengan bermacam strategi dari tim,” ujar Isola.

“Kondisi saat itu cukup dingin dan berangin, diselingi hujan rintik. Tetapi, kondisi lintasan berubah sepanjang tiga hari GP.

“Lapisan aspal baru menjadi penentu rendahnya grip. Sedangkan dari sisi performa, warm-up dan graining (kompon ban terkelupas dan menempel lagi akibat panas, namun bisa mengurangi grip, traksi, pengereman, dan saat menikung) menjadi penentu juga.”  

Baca Juga:

Di Portugal tahun lalu, jumlah pasokan ban keras ditambah sedangkan ban lunak (soft) dikurangi satu set. Namun tahun ini, Pirelli mengalokasikan delapan set ban soft, tiga medium, dan dua keras.

Tahun lalu, aspal Portimau diperbarui. Namun, Pirelli menilai grip justru kecil. Meskipun begitu, Pirelli memperkirakan akhir pekan nanti daya cengkeram ban bisa meningkat.

Juara dunia tujuh kali (2008, 2014, 2015, 2017, 2018, 2019, 2020) dari Tim Mercedes-AMG Petronas F1, Lewis Hamilton, datang ke Portimao dengan posisi sebagai pemuncak klasemen. Tetapi ia hanya unggul satu poin atas Max Verstappen (Red Bull Racing-Honda) di P2.

 

dibagikan
komentar
Wolff: Rival Gagal Manfaatkan Kesalahan Kami

Artikel sebelumnya

Wolff: Rival Gagal Manfaatkan Kesalahan Kami

Artikel berikutnya

F1 Tambah Zona DRS untuk GP Portugal

F1 Tambah Zona DRS untuk GP Portugal
Muat komentar