Banyak Pembalap Muda Bagus, Alpine Bingung Menyalurkannya

Marcin Budkowski mengakui banyak pembalap muda berbakat di Alpine Academy. Namun, kini mereka bingung menyalurkannya.

Banyak Pembalap Muda Bagus, Alpine Bingung Menyalurkannya

Sebagai Direktur Eksekutif Alpine F1, Marcin Budkowski jelas senang dengan banyaknya pembalap muda bagus di level junior yang berada di bawah naungan Alpine. Tetapi, masalah muncul saat akan mengasah bakat mereka ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

Saat ini, paling tidak Alpine memiliki lima pembalap muda yang siap menapaki level lebih tinggi. Di Formula 2 ada Guanyu Zhou, Oscar Piastri, dan Christian Lundgaard. Sementara, Victor Martins dan Caio Collet saat ini turun di Formula 3.

Piastri, yang menjuarai Formula 3 2020 di bawah manajemen Alpine Academy, dan Zhou saat ini menempati peringkat 1-2 di klasemen sedangkan Luncgaard di P11 Formula 2. Adapun Martins dan Collet masing-masing berada di P4 dan P8 klasemen Formula 3.

Guanyu Zhou, Alpine A521

Guanyu Zhou, Alpine A521

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Alpine baru saja memperpanjang kontrak Esteban Ocon untuk bertahan di Formula 1 paling tidak sampai 2024. Sedangkan juara dunia F1 2005 dan 2006, Fernando Alonso, sudah memperpanjang kontrak sampai akhir 2022.

Melihat kondisi di atas, Budkowski menyebut Alpine kemungkinan besar baru akan memiliki satu posisi kosong untuk F1 2023.

“Kami memiliki tim pelatihan yang sudah bekerja bertahun-tahun. Kami sudah melatih banyak pembalap dan kini memiliki sederet pembalap yang sukses di balap entri-level Formula 1. Itu menjadi bukti akademi kami berjalan bagus,” katanya.

“Sayangnya, mereka matang pada usia yang bersamaan. Itulah yang menjadi masalah kami, banyak pembalap muda yang memiliki performa bagus dan teknik matang bersamaan.”

Belakangan, nama Guanyu Zhou semakin santer disebut bakal bergabung ke Alfa Romeo Racing untuk F1 2022 mendampingi Valtteri Bottas.

Oscar Piastri, Prema Racing, merayakan hasil finis P3 di F2 Monako 2021.

Oscar Piastri, Prema Racing, merayakan hasil finis P3 di F2 Monako 2021.

Foto oleh: James Gasperotti / Motorsport Images

Potensi sponsor dari Cina, negara asal Zhou, menjadi pertimbangan utama Alfa Romeo. Hal itu terlihat dari sponsor Zhou yang siap memberikan 30 juta euro (sekira Rp506 miliar) agar pembalap 22 tahun itu bisa mendapatkan kursi pembalap reguler di Alfa Romeo.

Situasi yang dihadapi Zhou ini, menurut Budkowski, membuktikan keberhasilan Alpine Academy sejauh ini. “Sukses tim pelatihan ini bisa dilihat dari output yang dihasilkan,” ucap Budkowski.

Jika Zhou tengah dilirik Alfa Romeo, nasib kurang beruntung masih menaungi Piastri. Performa impresif pembalap Australia tersebut di Formula 2 musim ini seharusnya bisa membuahkan hasil promosi ke F1. Faktanya, ia tidak dilirik sama sekali untuk musim 2022.

Salah satu problem Alpine menyalurkan para pembalap muda mereka adalah tidak adanya customer team musim ini. Praktis, mereka tidak bisa seperti Mercedes atau Ferrari yang bisa “menitipkan” pembalap ke tim-tim pengguna mesin mereka.

Baca Juga:

“Jika tim junior tidak mampu mengantar pembalap masuk ke Formula 1, Anda akan membuang waktu dan uang untuk mendukung mereka. Jadi, untuk membuat pembalap sukses, mereka harus mampu turun di Formula 1,” kata Budkowski.

Budkowski menambahkan, selama ini Alpine Academy selalu berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan tim Formula 1 mereka. Sayangnya, untuk saat ini Alpine tidak memiliki kursi kosong untuk mereka.

“Kami tidak ingin menghalangi para pembalap yang sudah kami bantu bertahun-tahun. Namun, di sisi lain kami juga tidak mau kehilangan mereka dari akademi,” tutur Budkowski.

“Jadi, memang perlu upaya-upaya lain untuk membuat mereka lolos ke Formula 1 sekaligus membuktikan kami selangkah lebih maju (dibanding tim lain) dalam hal penjenjangan pembalap muda.”

dibagikan
komentar
Alfa Romeo Belum Pastikan Posisi Guanyu Zhou
Artikel sebelumnya

Alfa Romeo Belum Pastikan Posisi Guanyu Zhou

Artikel berikutnya

Charles Leclerc Beri George Russell Tips

Charles Leclerc Beri George Russell Tips
Muat komentar