Benedetto Vigna, CEO Baru Ferrari Pakar Semikonduktor

Ferrari baru saja melantik CEO baru, yakni Benedetto Vigna. Sungguh menarik mengulik profil pengganti Louis Camilleri itu.

Benedetto Vigna, CEO Baru Ferrari Pakar Semikonduktor

Kursi CEO pabrikan yang bermarkas di Maranello kosong sejak Camilleri mundur awal Desember silam. Keputusannya yang mendadak tersebut mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, di hari yang sama ia meletakkan jabatan di Ferrari, pria Amerika Serikat tersebut juga keluar dari dewan direksi Philip Morris dengan alasan pribadi.

Sejak saat itu, John Elkann yang merupakan bagian dari klan Agnelli bertanggung jawab atas peran tersebut.

Mulai September mendatang, tongkat estafet diserahkan kepada Vigna. Ini akan jadi tantangan berat bagi pria 52 tahun tersebut. Pasalnya, ia tidak pernah bekerja secara langsung di bidang otomotif.

Pebisnis kelahiran Pietrapertosa (Potenza) tersebut merupakan lulusan Departemen Fisika Nuklir di Universitas Pisa pada 1993. Dua tahun kemudian, ia memperkuat STMicroelectronics dan ikut membesarkan perusahaan semikonduktor tersebut.

Baca Juga:

Benedetto Vigna, CEO baru Ferrari

Benedetto Vigna, CEO baru Ferrari

Foto oleh: Ferrari

Ia mendirikan divisi MEMS (Sistem Micro Electro-Mechanical). Vigna merupakan penemu sensor giroskop tiga sumbu yang digunakan dalam telepon seluler, airbag mobil, serta pengendali dalam konsol Nintendo Wii.

Selama 26 tahun berkarier, Vigna memperdalam pengetahuan tentang semikonduktor, teknologi yang diaplikasikan untuk dunia otomotif, termasuk Ferrari yang terus melengkapi mobilnya dengan teknologi mutakhir. Ia juga mengembangkan STMicroelectronics sehingga punya aset dan mencatatkan keuntungan sangat besar.

Kecerdasan yang ditunjang dengan kemauan berinovasi membuat Vigna dipandang sebagai sosok yang pantas memimpin Ferrari. Apalagi teknologi dan otomotif makin menjadi pasangan yang tak terpisahkan di era modern.

Louis Camilleri, mantan CEO Ferrari

Louis Camilleri, mantan CEO Ferrari

Foto oleh: Ferrari

Pabrikan berlogo Kuda Jingkrak sangat membutuhkan aspek itu karena mereka punya tim Formula 1 yang musim lalu terseok-seok akibat kelemahan teknis.

“Sebuah kehormatan istimewa bergabung dengan Ferrari sebagai CEO dan saya melakukan dengan kegembiraan dan tanggung jawab serupa,” tutur Vigna.

“Kegembiraan atas peluang besar yang ada untuk ditangkap. Dengan tanggung jawab mendalam terhadap pencapaian luar biasa dan kemampuan pria dan wanita di Ferrari, terhadap semua pemangku kepentingan perusahaan dan setiap orang yang di seluruh dunia yang menjadikan Ferrari gairah unik.”

Sungguh menarik melihat bagaimana arah pergerakan Ferrari dan tim balapnya di bawah kepemimpinan Vigna.

dibagikan
komentar
Hingga F1 GP Azerbaijan, Norris Paling Konsisten Cetak Poin

Artikel sebelumnya

Hingga F1 GP Azerbaijan, Norris Paling Konsisten Cetak Poin

Artikel berikutnya

Verstappen seperti Schumi, Hamilton Masih Terbaik

Verstappen seperti Schumi, Hamilton Masih Terbaik
Muat komentar