Berapa Lama Duel Hamilton-Verstappen Berlangsung Bersih?
Persaingan gelar Formula 1 (F1) 2021 dibuka dengan duel yang seimbang antara Lewis Hamilton dan Max Verstappen. Kedua pembalap berani tampil agresif. Tetapi sampai kapan pertarungan mereka akan berjalan bersih? Editor F1 Motorsport.com, Jonathan Noble, membahas poin tersebut.
F1 2021 telah melangsungkan empat grand prix. Pada masing-masing balapan, bintang Mercedes, Lewis Hamilton dan pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen, saling menyalip setidaknya satu kali.
Meskipun kedua favorit juara dunia musim ini tersebut bersaing wheel to wheel, tidak sekali pun ada insiden di mana pertempuran Hamilton dan Verstappen berakhir dengan tabrakan.
Memang roda depan pembalap Red Bull sempat sedikit menyentuh sayap bagian depan Mercedes di Tikungan 1 Sirkuit Imola dan Hamilton harus menghindar di belokan pertama di Barcelona guna menghindari kontak. Namun sejauh ini semua berakhir cukup adil.
Prinsipal Mercedes, Toto Wolff, pun telah merespons terkait agresivitas Verstappen dalam F1 GP Spanyol. "Manuvernya sulit, tetapi tidak di luar batas. Karenanya, itu bukan masalah."
"Mereka tak saling bersentuhan secara fatal. Paling tidak kami tak kehilangan downforce dan juga tidak kehilangan bagian apapun dari mobil," Wolff menambahkan.
Kendati begitu, garis pertarungan antara Hamilton dan Verstappen menjadi lebih jelas. Mereka belajar lebih banyak soal rival saat berpapasan di trek, tetap tak menjamin itu berlangsung di sisa musim, terutama ketika gelar harus ditentukan sampai akhir musim.
Kedua pembalap telah menunjukkan level agresi yang berbeda-beda selama pertarungan. Hamilton dan Verstappen pun telah menjelaskan bahwa mereka tak akan memberikan jalur lebih dari yang dibutuhkan dalam memperebutkan posisi.
Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, Lewis Hamilton, Mercedes W12, saat start
Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images
Seperti ketika Hamilton tak memberi ruang terlalu lebar di Tikungan 4 Bahrain dan Tikungan 3 Portimao, saat Verstappen coba merespons saat mau disalip.
Itu juga dilakukan oleh pembalap Belanda saat bersedia mengalah sehingga Hamilton lepas dari jangkauannya demi menghindari crash.
Baik di Tikungan 1 Imola dan Barcelona, Hamilton bisa dengan mudah menempatkan mobilnya pada posisi di mana kontak tak terhindarkan karena Verstappen berada di dalam racing line. Dalam dua kesempatan tersebut, Hamilton lebih fokus jangka panjang dan tidak buru-buru.
Walau strategi itu sangat logis, pembalap Inggris juga tak ingin berada dalam situasi ketika ia merasa Verstappen akan mengharapkannya menyingkir saat menyerang lewat dalam.
Apakah artinya Hamilton bersedia memicu tabrakan pada titik tertentu? Kemungkinan besar, itu tidak akan pernah terjadi sebab salah satu prinsipnya adalah menghindari permainan kotor.
Pria 36 tahun tersebut bukan tipe pengemudi yang dengan sengaja akan menyebabkan kecelakaan, tetapi juga sosok yang tidak mau dipandang sebagai pembalap yang bisa dengan mudah dilewati.
Jika ada perubahan pendekatan seiring musim berjalan, bisa jadi salah satu pelajaran penting dari disalip Verstappen di Tikungan 1 Imola dan Barcelona adalah bahwa Hamilton tidak secara agresif menutup ruang bagi sang rival.
Berkaca pada F1 GP Spanyol di Barcelona, ia mengakui berkesempatan menutup jalur Verstappen, yang mungkin akan menghadirkan perbedaan terbesar jika Hamilton mengubah pendekatannya.
"Saya pikir jika melihatnya lagi, mungkin ada momen, bahwa ketika Max (Verstappen) pindah ke belakang saya sebentar, saya bisa saja berhenti dan menyegel pekerjaan di sana, tetapi, saya (memilih) tidak melakukannya," kata Hamilton.
"Kemudian, saat kami memasuki Tikungan 1, saya hanya memastikan memberi ruang minimal kepada Max. Pikir saya, ini (balapan) maraton bukan sprint. Jadi saya fokus pada jangka panjang dan tentu Anda bisa sedikit lebih agresif."
Lewis Hamilton, Mercedes W12, bersaing dengan Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B
Foto oleh: Charles Coates / Motorsport Images
Dari perspektif Verstappen, kecuali Bahrain, ia sadar telah menjalani tiga race di mana Red Bull tidak memiliki mobil tercepat dan hanya bisa menekan Mercedes dari belakang.
Saat Anda tahu begitu keluar tikungan pertama di belakang mobil yang akan dengan cepat bisa menjauh dari jangkauan, hanya ada satu kesempatan, yakni dengan agresif menyalipnya di sana.
"Tikungan pertama itu hanya soal siapa yang mengerem terakhir maka dapat keluar lebih dulu. Saya melakukannya karena tahu situasi akan lebih sulit jika tak mencobanya," kata Verstappen tentang mindset Tikungan 1 kepada Ziggo Sport.
"Risikonya telah diperhitungkan. Saya berusaha lebih cepat ke tikungan itu dan kemudian pada titik tertentu, jika Anda berada di luar atau melebar, Anda hanya perlu memperlambat mobil."
Sama halnya dari sudut pandang Hamilton, mengetahui Anda punya strategi mobil serta ban yang bisa memberikan hasil terbaik meski tak memimpin setelah keluar Tikungan 1, tentu memberikan optimisme bahwa itu bukan akhir segalanya.
Namun, jika skenarionya dibalik, di mana Hamilton tahu satu-satunya cara untuk menang adalah keluar Tikungan 1 di posisi terdepan, tampaknya semua tak akan terlalu berbeda dari apa yang terlihat sejauh ini.
"Saya belajar banyak tentang Max hari ini, mungkin lebih dari semua balapan lainnya," tutur Hamilton seusai GP Spanyol, di mana ia meraih kemenangan F1 ke-98 sepanjang kariernya.
Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, Lewis Hamilton, Mercedes W12
Photo by: Glenn Dunbar / Motorsport Images
Subscribe and access Motorsport.com with your ad-blocker.
From Formula 1 to MotoGP we report straight from the paddock because we love our sport, just like you. In order to keep delivering our expert journalism, our website uses advertising. Still, we want to give you the opportunity to enjoy an ad-free and tracker-free website and to continue using your adblocker.
Top Comments