F1 2019
Topik

F1 2019

10 Aturan baru F1 2019 yang hampir terlupakan

dibagikan
komentar
10 Aturan baru F1 2019 yang hampir terlupakan
Oleh:
31 Jan 2019 05.07

Selain perubahan regulasi aerodinamika, sejumlah aturan baru juga akan diterapkan pada musim Formula 1 2019. Apa saja?

Dengan adanya perubahan regulasi aerodinamika, bentuk sayap depan dan belakang akan dibuat lebih sederhana demi memudahkan pembalap mengikuti mobil di depannya sekaligus memperbesar peluang terjadinya aksi salip-menyalip.

Selain itu sistem pewarnaan dan penamaan ban Pirelli juga menjadi lebih sederhana pada 2019. Dengan tiga nama dan tiga warna untuk kompon kering, yakni hard (putih), medium (kuning), dan soft (merah).

Namun, perubahan aerodinamika dan ban hanyalah sebagian dari aturan atau hal baru yang akan diperkenalkan FIA pada 2019. Ketahui apa saja aturan baru F1 lewat galeri di bawah ini...

Slider
List

Batas bahan bakar dinaikkan

Batas bahan bakar dinaikkan
1/10

Foto oleh: Joe Portlock / LAT Images

Sejak F1 memasuki era turbohibrida, efisiensi menjadi elemen penting hampir di setiap balapan. Oleh sebab itu, pembalap juga dituntut untuk menghemat bahan bakar mereka. Hal ini tidak disukai oleh mayoritas penonton karena mereka lebih ingin melihat pembalap tampil ngotot saat beraksi di lintasan.

Regulasi mobil downforce tinggi yang diperkenalkan pada 2017 menimbulkan dampak tidak diinginkan yakni bertambahnya hambatan udara. Menanggapi hal tersebut, FIA menaikkan batas bahan bakar dari 100 kg menjadi 105 kg.

Namun, itu rupanya dinilai masih belum cukup bagi para pembalap untuk bisa membalap secara maksimal. Akhirnya disepakati pada 2019, batas maksimum bahan bakar kembali mendapat kenaikkan 5 kg menjadi 110 kg.

Menariknya, penambahan ini belum tentu dimanfaatkan oleh tim karena bahan bakar yang lebih banyak berarti mobil akan semakin berat.

Bantuan untuk pembalap berat

Bantuan untuk pembalap berat
2/10

Foto oleh: Manuel Goria / Sutton Images

Bicara soal berat, sudah rahasia umum hampir semua tim lebih menginginkan pembalap yang memiliki tubuh seringan mungkin.

Bahkan jika berat pembalap terlalu ringan dan tidak mampu membuat berat keseluruhan mobil menyentuh batas minimum, yakni 743 kg, ini masih menjadi hal positif karena tim bisa dengan leluasa menempatkan ballast (pemberat) yang dapat sedikit meningkatkan keseimbangan mobil.

Namun, aturan baru pada 2019 diharapkan bisa membantu para pembalap yang memiliki tubuh lebih berat dari rival-rival mereka.

Mulai sekarang, berat pembalap dan kursi akan ditimbang sebelum musim bergulir dan harus memenuhi batas minimum 80 kg. Jika tidak, maka ballast harus ditempatkan di area tertentu kokpit.

Perubahan penalti grid

Perubahan penalti grid
3/10

Foto oleh: Mark Sutton / Sutton Images

Salah satu aspek mengecewakan sejak aturan turbohibrida diperkenalkan adalah banyaknya penalti grid yang dijatuhkan kepada para pembalap yang memakai komponen mesin baru.

Menjadi hal konyol ketika ada pembalap yang mendapat ganjaran penalti lebih dari 100 grid, dan kemudian penonton juga dibuat bingung untuk mengetahui dari mana pembalap favorit mereka akan start.

Tahun lalu, para petinggi F1 berusaha menyederhanakan sistem penalti, dengan pembalap yang mendapat hukuman mundur lebih dari 15 grid, otomatis akan memulai balapan dari grid paling belakang.

Akan tetapi, ini justru memicu situasi konyol lainnya di mana pembalap mengantre panjang di pit lane, karena urutan grid ditentukan berdasarkan siapa yang keluar pertama ke lintasan pada latihan hari Jumat.

Mulai tahun ini, para pembalap yang dinyatakan start dari grid belakang, urutannya akan ditentukan berdasarkan raihan kualifikasi. Aturan ini juga mendorong pembalap untuk sibuk di lintasan pada hari Sabtu ketimbang berdiam di garasi.

FIA juga mengklarifikasi, setiap pembalap yang raihan waktunya berada di luar 'aturan 107%' tetap diizinkan untuk ikut balapan. Tapi mereka akan start di belakang para pembalap yang terkena penalti mesin.

Pembakaran oli dibatasi

Pembakaran oli dibatasi
4/10

Foto oleh: Manuel Goria / Sutton Images

Pembakaran oli yang dilakukan para manufaktur F1 demi tambahan tenaga menjadi salah satu topik kontroversial. FIA mengambil tindakan dengan membatasi jumlah oli yang bisa digunakan, dan aturan tersebut akan diperketat pada 2019.

Mulai musim ini, regulasi baru menyatakan bahwa tim harus memastikan tangki oli cadangan mereka tetap kosong selama jalannya babak kualifikasi. Hal ini sekaligus mengakhiri 'mode pesta' yang biasa digunakan tim saat kualifikasi mencapai fase klimaks.

Menyalip setelah Safety Car

Menyalip setelah Safety Car
5/10

Foto oleh: Steve Etherington / LAT Images

Pembalap Formula 1 berusaha keras mencari celah untuk melakukan manuver menyalip, dan kesempatan terbaik biasanya datang setelah restart Safaty Car.

Dulu, manuver menyalip kembali diizinkan jika mobil Safety Car sudah kembali masuk ke pit, dan pembalap sudah melintasi garis Safety Car, biasanya sebelum garis start-finis.

Namun aturan ini diubah untuk 2019. Mulai sekarang, pembalap hanya diizinkan melakukan overtake jika mereka sudah melintasi garis start-finis usai restart.

Selain itu bendera hijau yang dulu dikibaskan di seluruh bagian sirkuit setelah balapan kembali berlangsung normal, kini hanya dikibaskan di garis start-finis.

Kesempatan untuk belajar bagi staf junior

Kesempatan untuk belajar bagi staf junior
6/10

Foto oleh: Mark Sutton / Sutton Images

Karena alasan biaya, setiap tim hanya diizinkan membawa 60 personel ke trek. Namun, hal ini membuat tim menjadi enggan mengajak staf junior mereka untuk berlatih mengoperasikan mobil Formula 1 di pekan Grand Prix lantaran tidak ingin kehilangan slot berharga.

Pada 2019, para personel muda bisa menimba pengalaman bekerja langsung di trek, karena mereka kini mendapat pengecualian dari jatah 60 staf yang bisa dibawa setiap tim.

Namun para staf junior yang mendapat pengecualian tersebut tidak boleh mengikuti lebih dari dua Grand Prix.

Tim periksa mobil sendiri

Tim periksa mobil sendiri
7/10

Foto oleh: Sutton Images

Meski tidak ada aksi di lintasan, Kamis biasanya menjadi hari di mana pit lane diramaikan oleh antrean mobil yang menunggu proses scrutineering.

Namun pada 2019, proses pemeriksaan mobil ini akan dilakukan oleh tim masing-masing dan bukan FIA. Semua tim kini harus menyerahkan dokumen deklarasi pada satu hari (dan tidak boleh lebih dari 18 jam) sebelum dimulai sesi latihan pertama.

Walaupun tim kini bisa melakukan scrutineering sendiri, bukan berarti ada kesempatan untuk berbuat nakal semisal memasang komponen ilegal pada mobil. Karena FIA masih berhak memeriksa mobil kapanpun sepanjang pekan Grand Prix, dan kemudian ada pemeriksaan pasca-sesi untuk memastikan mobil tetap mematuhi regulasi.

Formation lap dari pit lane

Formation lap dari pit lane
8/10

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

Selama ini, pembalap yang dinyatakan akan start dari pit lane tidak diizinkan untuk mengikuti proses formation lap, atau iring-iringan sebelum start.

Namun dengan aturan baru pada 2019, kini pembalap yang start dari pit lane diperbolehkan mengikuti iring-iringan begitu pembalap terakhir yang start dari grid sudah melewati pintu keluar pit.

Di akhir formation lap, pembalap-pembalap tersebut harus kembali masuk ke pit dan memulai balapan dari ujung pit lane seperti sebelumnya.

Sarung tangan dan helm baru

Sarung tangan dan helm baru
9/10

Foto oleh: Jerry Andre / Sutton Images

Cara berpakaian pembalap juga diatur dalam regulasi baru untuk 2019. Sarung tangan biometrik (sudah pernah digunakan sebelumnya) kini resmi menjadi peralatan wajib yang harus dipakai semua pembalap.

Namun, perubahan yang paling signifikan terdapat pada helm, dengan standar baru yang menawarkan perlindungan kepala yang lebih baik.

Ini tidak terlepas dari insiden yang dialami Felipa Massa pada GP Hongaria 2019. Dengan standar helm yang baru, ada perubahan dimensi pada area dahi dan ukuran bukaan helm menjadi lebih sempit untuk menawarkan proteksi yang lebih baik. Ini juga mengganti peran strip panel zylon yang biasa ditambahkan tepat di atas visor.

Aturan bendera finis

Aturan bendera finis
10/10

Foto oleh: Mark Sutton / Sutton Images

Tahun lalu, balapan GP Kanada berakhir dengan sebuah blunder, ketika model, Winnie Harlow, mengibaskan bendera finis satu lap lebih awal. Berdasarkan aturan lama, berkibarnya bendera finis menjadi penanda mutlak berakhirnya balapan.

Namun, agar insiden memalukan ini tidak terulang kembail, FIA kini menyatakan bahwa balapan baru dinyatakan berakhir jika lampu finis menyala.

Next article
Mercedes tetapkan tanggal uji perdana W10

Artikel sebelumnya

Mercedes tetapkan tanggal uji perdana W10

Next article

Red Bull akan beri Gasly waktu adaptasi

Red Bull akan beri Gasly waktu adaptasi
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Penulis Jonathan Noble
Tags berita f1