Terobosan bahan bakar perbesar kans Red Bull-Honda di 2019

dibagikan
komentar
Terobosan bahan bakar perbesar kans Red Bull-Honda di 2019
Jonathan Noble
Oleh: Jonathan Noble
6 Nov 2018 09.30

Pemasok bahan bakar, ExxonMobil, mengklaim telah melakukan persiapan yang jauh lebih matang menjelang debut kemitraan Red Bull-Honda di Formula 1 2019.

Kemajuan progres pengembangan mesin Honda membuat Red Bull semakin optimis dan langsung memasang target tinggi di awal kemitraan mereka.

Optimisme skuat Milton Keynes tersebut sepertinya akan bertambah setelah laporan dari mitra bahan bakar, ExxonMobil, yang berujar bahwa persiapan mereka menjelang musim 2019 jauh lebih matang dibanding tahun lalu.

Sejak dimulainya era turbohibrida V6, kolaborasi antara pabrikan dan pemasok bahan bakar menjadi sangat penting. Oleh karena itu, kabar positif ini diyakini dipercaya bisa mendorong performa Honda lebih baik lagi.

"Ketika Honda dan Toro Rosso mengumumkan kemitraan mereka tahun lalu, kami baru siap di tes Barcelona pada Desember. Jadi rentang waktunya cukup singkat," ungkap manajer teknologi motorsport global ExxonMobil, David Tsurusaki, kepada Motorsport.com.

"Tapi sekarang, setelah satu tahun pengembangan, penyesuaian, dan proses testing yang dilakukan secara kontinu, kami sudah mulai bekerja untuk 2019.

"Karena Anda tidak ingin melakukan semua pembaruan dan persiapan di musim ini, dan baru bekerja untuk 2019 di akhir-akhir. Sebaiknya persiapan untuk 2019 dilakukan lebih awal. Jadi kami sangat antusias karena kami berada di posisi yang lebih baik.

"Menurut kami mereka akan mendapat pasokan bahan bakar dan oli yang tepat dan siap untuk digunakan di musim 2019."

Mekanik ExxonMobil bekerja di garasi Red Bull Racing

Mekanik ExxonMobil bekerja di garasi Red Bull Racing

Foto oleh: ExxonMobil

Red Bull yang musim depan akan mendapat perhatian penuh dari Honda juga bisa menjadi keuntungan bagi ExxonMobil.

Pasalnya, waktu Red Bull masih memakai mesin Renault, ExxonMobil harus berebut dengan BP/Castrol (mitra bahan bakar McLaren dan tim  pabrikan Renault) untuk mendapat kesempatan melakukan uji dyno.

"Keuntungannya tidak terlalu besar, tapi itu adalah langkah yang besar," imbuh Tsurusaki. "Karena kami tidak perlu lagi berebut kesempatan untuk testing dengan perusahaan lain.

"Bersama pemasok mesin sebelumnya, kami tidak mendapat prioritas untuk melakukan tes. Tapi sekarang, kami tidak hanya mendapat prioritas, kami juga satu-satunya. Ini adalah skenario terbaik.

"Jadi dengan begitu, lamanya waktu testing bisa dipangkas dan penyesuaian bisa diterapkan lebih cepat.

"Berdasarkan data dari mobil, kami bisa segera melakukan perubahan. Jika waktu yang dibutuhkan hanya dalam hitungan minggu dan bukan berbulan-bulan, maka itu akan membawa perbedaan yang besar."

Slider
List

1/10

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

2/10

Foto oleh: Andy Hone / LAT Images

3/10

Foto oleh: Manuel Goria / Sutton Images

4/10

Foto oleh: Andy Hone / LAT Images

5/10

Foto oleh: Simon Galloway / Sutton Images

6/10

Foto oleh: Andy Hone / LAT Images

7/10

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

8/10

Foto oleh: Andy Hone / LAT Images

9/10

Foto oleh: Andy Hone / LAT Images

10/10

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

Next article
Raikkonen minta steward beri penalti lebih berat

Artikel sebelumnya

Raikkonen minta steward beri penalti lebih berat

Next article

Ferrari berharap Formula 1 tetap pakai Pirelli di 2020

Ferrari berharap Formula 1 tetap pakai Pirelli di 2020
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Tim Red Bull Racing Shop Now
Penulis Jonathan Noble
Tipe artikel Breaking news