Analisis teknis: Halo buka peluang aerodinamika tambahan

dibagikan
komentar
Analisis teknis: Halo buka peluang aerodinamika tambahan
Matt Somerfield
Oleh: Matt Somerfield
Co-author: Giorgio Piola
7 Mar 2018 05.37

Bagi tim Formula 1, adanya Halo menjadi sebuah tantangan struktural di awal-awal. Tapi ternyata perangkat ini juga membuka ruang baru untuk pengembangan aerodinamika.

Marcus Ericsson, Alfa Romeo Sauber C37

Sebagai bagian dari regulasi yang mewajibkan terpasangnya sistem pelindung kokpit, tim juga diberikan ruang untuk memasang fitur aerodinamika kecil pada Halo. Ini sudah bisa kita lihat pada pekan tes pramusim di Barcelona.

Selama tidak berdampak pada area helm pembalap (terutama saat kecelakaan), para desainer F1 diperbolehkan menambah permukaan Halo dengan batas tinggi maksimum 20mm dari struktur utama yang berbahan titanium.

Ruang untuk berkreasi ini mengundang ide-ide yang beragam dari setiap tim karena aliran udara akan berubah secara dramatis di sekitar mobil.

McLaren MCL32 Halo cockpit
Halo McLaren MCL32

Foto oleh: Giorgio Piola

Setelah tes pascamusim di Abu Dhabi tahun lalu, ini menjadi kenyataan. Ketimbang menjadi rintangan, tim justru bisa menciptakan fairing yang semakin rumit pada Halo. McLaren terlihat memasang tiga sayap berbentuk boomerang di atas Halo. Setiap elemennya berakhir di sisi samping Halo, dan tentu saja ini akan memberikan efek aerodinamika khusus.

Esteban Ocon, Sahara Force India VJM11
Esteban Ocon, Sahara Force India VJM11

Foto oleh: Sutton Images

Sementara pendekatan yang dilakukan Force India sedikit berbeda, tapi mereka juga memasang tiga sayap berbentuk boomerang di atas VJM11 untuk memandu aliran udara yang mengarah ke airbox dan sayap belakang.

Toro Rosso STR13 halo fin
Sayap Halo Toro Rosso STR13

Foto oleh: Giorgio Piola

Toro Rosso juga memberikan cuplikan pertama fairing aerodinamika mereka pada tes Abu Dhabi. Ketimbang tiga, mereka hanya memasang satu sayap boomerang di atas Halo.

Sementara pada tes Barcelona, konsep ini sedikit berevolusi dan STR14 terlihat dipasangi sayap tambahan yang terletak sedikit di luar zona terlarang area helm pembalap.

Toro Rosso STR13, detail
Detail Toro Rosso STR13

Foto oleh: Mark Sutton

Toro Rosso juga memiliki solusi elegan untuk area titik sambung Halo dengan sasis. Dengan winglet kecil (panah merah), komponen ini diyakini juga akan memberikan manfaat aerodinamika.

Romain Grosjean, Haas F1 Team VF-18
Romain Grosjean, Haas F1 Team VF-18

Foto oleh: Mark Sutton

Ketika sebagian besar tim sepertinya lebih memilih bentuk melengkung untuk sayap pada Halo mereka, tim Haas justru punya ide lain. Halo pada mobil VF-18 terlihat dipasangi dengan elemen-elemen kecil untuk menghasilkan vorteks atau pusaran udara.

Konfigurasi serupa juga sudah terlihat pada tes pascamusim tahun lalu, dan konsep ini dikembangkan lebih lanjut. Patut diperhatikan juga, Haas memasang kaca depan yang bergerigi seperti yang pernah dipakai Nico Rosberg, dan kemudian dipakai Mercedes pada beberapa tahun terakhir.

Tujuannya adalah untuk mengubah interaksi aliran udara dengan helm pembalap. Karena sejak kemunculan Halo, aliran udara di sekitar helm juga menjadi berbeda dari biasanya.

Sergey Sirotkin, Williams FW41
Sergey Sirotkin, Williams FW41

Foto oleh: Mark Sutton

Modifikasi tidak hanya dilakukan di atas struktur Halo itu sendiri, tapi juga di area sekitarnya. Williams dan Renault sama-sama memasang winglet di tepi sasis (panah merah) untuk mengubah aliran udara di sekitar pinggiran kokpit yang mengarah ke titik sambung Halo.

Nico Hulkenberg, Renault Sport F1 Team RS18
Nico Hulkenberg, Renault Sport F1 Team RS18

Foto oleh: Mark Sutton

Renault juga mencoba bentuk winglet yang berbeda pada hari keempat tes, yang ditempatkan di bawah airbox (panah putih). Ini membantu aliran udara yang keluar dari helm pembalap dan kemudian memuluskannya masuk ke dalam inlet airbox.

Sebagian tim sepertinya memang belum membeberkan semuanya. Untuk saat ini, Ferrari dan Sauber juga baru memasang satu sayap boomerang di atas Halo mereka.

Sementara Mercedes, Red Bull, dan Renault, hampir pasti akan menampilkan solusi mereka pada tes pekan ini sebagai persiapan menjelang balapan pembuka di Australia.

Ikuti Motorsport.com di:

Slider
List

Sebastian Vettel, Ferrari SF71H

Sebastian Vettel, Ferrari SF71H
1/10

Foto oleh: Sutton Images

Stoffel Vandoorne, McLaren MCL33

Stoffel Vandoorne, McLaren MCL33
2/10

Foto oleh: Sutton Images

Marcus Ericsson, Sauber C37, Max Verstappen, Red Bull Racing RB14

Marcus Ericsson, Sauber C37, Max Verstappen, Red Bull Racing RB14
3/10

Foto oleh: Joe Portlock / LAT Images

Sergio Perez, Force India VJM11

Sergio Perez, Force India VJM11
4/10

Foto oleh: Joe Portlock / LAT Images

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09
5/10

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Carlos Sainz Jr., Renault Sport F1 Team R.S. 18

Carlos Sainz Jr., Renault Sport F1 Team R.S. 18
6/10

Sergey Sirotkin, Williams FW41

Sergey Sirotkin, Williams FW41
7/10

Foto oleh: Joe Portlock / LAT Images

Kevin Magnussen, Haas F1 Team VF-18

Kevin Magnussen, Haas F1 Team VF-18
8/10

Foto oleh: Andrew Hone / LAT Images

Pierre Gasly, Toro Rosso STR13

Pierre Gasly, Toro Rosso STR13
9/10

Max Verstappen, Red Bull Racing RB14

Max Verstappen, Red Bull Racing RB14
10/10

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

Artikel Formula 1 berikutnya
Eks desainer Ferrari gabung FIA

Artikel sebelumnya

Eks desainer Ferrari gabung FIA

Next article

Analisis: Kapan McLaren terhindar dari masalah teknis?

Analisis: Kapan McLaren terhindar dari masalah teknis?
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Penulis Matt Somerfield
Tipe artikel Analisis