Analisis teknis Giorgio Piola
Topik

Analisis teknis Giorgio Piola

Analisis teknis: Kelanjutan kontroversi pelek inovatif Mercedes

dibagikan
komentar
Analisis teknis: Kelanjutan kontroversi pelek inovatif Mercedes
Oleh: Giorgio Piola , Featured writer
Co-author: Matt Somerfield
19 Nov 2018 06.42

Meski belum sempat dipakai di beberapa balapan terakhir, tim Formula 1 Mercedes tetap melanjutkan pengembangan desain pelek inovatif mereka di GP Brasil.

Mercedes memperkenalkan konsep spacer pelek yang berlubang untuk mengurangi aliran panas di antara poros dan roda.

Namun, sejak perhelatan GP Amerika Serikat, pelek inovatif tersebut tidak lagi terpasang pada mobil Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas karena takut akan memancing protes dari Ferrari.

Meski akhir-akhir ini sudah tidak lagi dipakai saat kualifikasi dan balapan, Mercedes tampak jelas masih serius mematangkan konsep pelek radikal ini.

Komparasi pelek Mercedes W09

Komparasi pelek Mercedes W09

Foto oleh: Giorgio Piola

Ilustrasi di atas menunjukkan bahwa Mercedes masih bereksperimen pada sesi latihan hari Jumat. Di Interlagos, slot bagian dalam pelek mengalami perubahan untuk meningkatkan karakteristik aliran udara.

Eksperimen ini diyakini dilakukan sebagai persiapan menjelang musim 2019. Tapi bisa juga ini hanya sebagai taktik pengalihan seperti yang dilakukan Ferrari dengan drama kantong pendingin di kamera pada awal musim ini.

 

Slider
List

1/10

Foto oleh: Giorgio Piola

Komparasi roda Mercedes W09

2/10

Foto oleh: Mark Sutton / Sutton Images

Tumpukan pelek Mercedes W09

3/10

Foto oleh: Mark Sutton / Sutton Images

Detail roda Mercedes W09

4/10

Foto oleh: Giorgio Piola

Detail roda Mercedes W09

5/10

Foto oleh: Sutton Images

Tumpukan pelek Mercedes W09

6/10

Foto oleh: Steve Etherington / LAT Images

Kimi Raikkonen, Ferrari SF71H, Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09 EQ Power+

7/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Valtteri Bottas, Mercedes AMG F1 W09 EQ Power+

8/10

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09 EQ Power+

9/10

Foto oleh: Giorgio Piola

Mercedes-AMG F1 W09

10/10

Foto oleh: Giorgio Piola

Mercedes-AMG F1 W09

Dengan berakhirnya persaingan gelar juara dunia, Mercedes berpotensi kembali memakai pelek inovatif ini pada balapan penutup di Abu Dhabi. FIA juga beberapa kali menyatakan bahwa desain yang dipakai skuat Panah Perak itu tidak menyalahi regulasi.

Namun ini masih tidak menutup kemungkinan Ferrari atau tim lainnya kembali menyuarakan protes. Mereka berusaha membuktikan bahwa desain yang dipakai Mercedes membawa keuntungan aerodinamika, mengingat konsep serupa pernah diterapkan Red Bull dan akhirnya dilarang pada 2012.

Detail roda Red Bull RB8

Detail roda Red Bull RB8

Foto oleh: Giorgio Piola

Waktu itu, Red Bull, bersama pemasok pelek mereka, O.Z, berusaha memanfaatkan interaksi antara rem, stub axle, dan pelek roda untuk menciptakan sebuah saluran agar udara bisa mengalir di antara keduanya.

Bedanya, Red Bull mengejar keuntungan aerodinamika dengan modifikasi ini, sementara Mercedes hanya fokus pada pendinginan.

Pelek McLaren MP4-27

Pelek McLaren MP4-27

Foto oleh: Giorgio Piola

McLaren juga bekerja sama dengan pemasok pelek, Enkei, pada 2012, untuk meningkatkan pendinginan. Dari gambar di atas kita bisa melihat lubang besar ditambahkan di antara jari-jari dan sisi terluar pelek.

Meski terlihat sederhana dan tidak serumit seperti konsep yang diperkenalkan Red Bull dan Mercedes, solusi ini memiliki kesamaan dengan desain kontroversial Mercedes, yakni sama-sama bertujuan untuk mengatur suhu di sekitar rem, pelek, dan roda.

Next article
Honda ingin turunkan pembalap Jepang di latihan F1

Artikel sebelumnya

Honda ingin turunkan pembalap Jepang di latihan F1

Next article

Tim-tim F1 ragu perubahan 2019 akan berdampak besar

Tim-tim F1 ragu perubahan 2019 akan berdampak besar
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Tim Mercedes Shop Now
Penulis Giorgio Piola