Bos komersial F1 akui sepak bola lebih sulit diprediksi

Bos komersial Formula 1, Sean Bratches, mengakui bahwa olahraga sepak bola lebih sulit diprediksi.

Bos komersial F1 akui sepak bola lebih sulit diprediksi

Alonso menyebut hasil balapan yang terlalu mudah diprediksi sebagai salah satu alasannya tidak ikut membalap di F1 2019. Pasalnya, selain Mercedes, Ferrari, dan Red Bull, tim-tim lain tidak memiliki peluang realistis untuk bersaing memperebutkan kemenangan atau bahkan podium.

"Jika saya yang menjadi humas dia, mungkin saya akan menyarankan dia untuk menggunakan kata-kata yang berbeda," ujar Bratches.

"Tapi menurut saya ada potensi F1 akan lebih sulit untuk diprediksi. Hal penting seperti ini yang ingin kami capai.

"Jika anda melihat sejak musim 2015, hanya ada tiga tim yang mampu memenangi balapan. Jadi ya untuk saat ini masih mudah diprediksi."

Baca Juga:

Bratches kemudian membandingkan F1 dengan sepak bola, di mana tim papan bawah bisa mengalahkan tim unggulan.

"Jika Anda melihat Liga Primer [Inggris] sejak musim 2014-2015, tercatat ada 29 persen di mana tiga tim terbawah di klasemen berhasil mencetak hasil imbang atau bahkan menang saat melawan tim enam besar."

"Jadi misalnya jika Anda seorang fans Cardiff, maka Anda tidak akan berpikir bahwa tim Anda punya peluang meraih titel – kecuali jika Anda orangnya sangat optimistis, atau Anda fans Leicester City.

"Tapi setidaknya saat melawan Chelsea atau Manchester City, Anda tahu tim Anda punya peluang untuk menang, karena itu pernah terjadi.

"Sementara hal yang sama tidak bisa terjadi di F1. Jadi bisa dibilang perkataan dia benar, dan kami harus memperbaikinya.

Bratches menganggap Alonso sebagai "pahlawan" dan "legenda". Ia menilai kepergian sang dua kali juara dunia tersebut dari balap jet darat menjadi sebuah kehilangan bagi F1.

"Dari segi bisnis, saya kecewa. Karena dia sudah membalap di F1 sejak lama, dan berada di puncak-puncaknya.

"Tapi saya menghormati keputusannya, dan ke depannya mudah-mudahan kami bisa mengajak dia untuk menjadi duta olahraga ini."

Sean Bratches, Formula One Managing Director, Commercial Operations

Sean Bratches, Formula One Managing Director, Commercial Operations
1/10

Foto oleh: Jerry Andre / Motorsport Images

Jean Todt, FIA President, Sean Bratches, Formula One Managing Director, Commercial Operations

Jean Todt, FIA President, Sean Bratches, Formula One Managing Director, Commercial Operations
2/10

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Sean Bratches, Chase Carey, Ross Brawn, Formula One Group

Sean Bratches, Chase Carey, Ross Brawn, Formula One Group
3/10

Foto oleh: Steven Tee / Motorsport Images

Aksi start

Aksi start
4/10

Foto oleh: Steve Etherington / Motorsport Images

Aksi start

Aksi start
5/10

Foto oleh: Manuel Goria / Motorsport Images

Aksi start

Aksi start
6/10

Foto oleh: Sam Bloxham / Motorsport Images

Aksi start

Aksi start
7/10

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Fernando Alonso, McLaren MCL33

Fernando Alonso, McLaren MCL33
8/10

Foto oleh: Manuel Goria / Motorsport Images

Aksi start

Aksi start
9/10

Foto oleh: Steve Etherington / Motorsport Images

Fernando Alonso, McLaren

Fernando Alonso, McLaren
10/10

Foto oleh: Andrew Hone / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Gasly hanya pakai celana dalam ketika dapat panggilan Red Bull

Artikel sebelumnya

Gasly hanya pakai celana dalam ketika dapat panggilan Red Bull

Artikel berikutnya

Red Bull: Keputusan menaikkan Gasly mirip dengan Vettel

Red Bull: Keputusan menaikkan Gasly mirip dengan Vettel
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Pembalap Fernando Alonso
Tim McLaren
Penulis Adam Cooper