Bos-bos tim Formula 1 ingin jumlah balapan dikurangi

dibagikan
komentar
Bos-bos tim Formula 1 ingin jumlah balapan dikurangi
Scott Mitchell
Oleh: Scott Mitchell
Co-author: Ben Anderson
16 Jul 2018 10.20

Bos tim Formula 1 Renault, Cyril Abiteboul, meminta jumlah balapan F1 dikurangi, meski ada niat ekspansi dari Liberty Media.

Di musim 2018, F1 menggelar 21 balapan. Jumlah ini menyamai rekor grand prix terbanyak dalam satu kalender. Tapi Liberty Media diyakini masih berniat menambah jumlah tersebut menjadi 22 atau 23 balapan untuk beberapa tahun yang akan datang, termasuk grand prix baru di kawasan Amerika Serikat dan Asia.

Meski langkah tersebut bisa membawa keuntungan finansial, bos tim Renault, Cyril Abiteboul, tidak sependapat dan justru berharap jumlah balapan F1 dikurangi.

"Kami harus berinteraksi dengan fans, tapi interaksi tersebut harus tetap terasa istimewa. Sekarang ini jumlah balapan sudah melebihi dari yang dibutuhkan agar interaksi tersebut tetap terasa istimewa," katanya kepada Motorsport.com.

"Kami harus bisa menyalurkan rasa bangga, motivasi, dan semangat. Dengan kalender yang ada saat ini, rasa antusias itu tidak sama seperti ketika kami hanya harus bepergian sebanyak 15 kali dalam satu tahun.

"Jika semangat itu tidak ada, maka akan sulit bagi kami untuk menyalurkan perasaan tersebut kepada para fans.

"Ini hampir terasa seperti rutinitas. Ini seharusnya jangan seperti pekerjaan sehari-hari. Tapi kami sudah berada dalam ambang batas, jadi kita harus berhati-hati.

"Saya memahami alasan di balik ini: komersial. Tapi sejauh yang saya ketahui, saya ingin ada pengurangan dalam olahraga ini."

Abiteboul kemudian memaparkan idenya: "Jika Anda bersikap agresif dan menetapkan hanya akan ada 15 balapan, maka Anda harus berkata kepada enam promotor balapan lainnya. 'Oke akan ada enam di antara kalian yang dicoret: silahkan bertarung'.

"Akan sangat menarik untuk melihat reaksi dari mereka. Saya mengerti ini adalah sebuah perjudian, dan tidak sesuai dengan rencana yang dimiliki Formula 1. Mereka harus menambah pendapatan tiap tahunnya, menambah orang, menambah trek, menambah jumlah hadiah, apa-apa saja harus ditambah.

"Tapi ada saatnya mereka harus mengambil keputusan, dan mungkin mereka harus berganti arus."

Kekhawatiran tim kecil

Tim-tim yang lebih kecil juga khawatir dengan perluasan kalender mengingat besarnya biaya logistik yang harus mereka keluarkan tiap tahunnya.

"Bepergian untuk balapan membutuhkan biaya, dan di F1 jumlah itu sangat besar. Jadi mereka harus memastikan kami tetap menerima pendapatan, tidak hanya pengeluaran," ujar team principal Haas, Gunther Steiner.

"Jangan hanya asal berkembang, itu tidak ada gunanya. Jumlah balapan yang seimbang dan maksimal adalah antara 20 dan 22. Lebih dari itu, imbal baliknya tidak ada."

Slider
List

Aksi start

Aksi start
1/10

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

Aksi start

Aksi start
2/10

Foto oleh: Mark Sutton / Sutton Images

Cyril Abiteboul, Renault Sport F1 Managing Director

Cyril Abiteboul, Renault Sport F1 Managing Director
3/10

Foto oleh: Jerry Andre / Sutton Images

Aksi start

Aksi start
4/10

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

Aksi start

Aksi start
5/10

Foto oleh: Mark Sutton / Sutton Images

Aksi start

Aksi start
6/10

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Aksi selepas start

Aksi selepas start
7/10

Foto oleh: Sutton Images

Aksi start

Aksi start
8/10

Foto oleh: Sutton Images

Aksi start

Aksi start
9/10

Foto oleh: Sutton Images

Guenther Steiner, Team Prinicipal, Haas F1 Team, Dr. Vijay Mallya, Force India Formula One Team

Guenther Steiner, Team Prinicipal, Haas F1 Team, Dr. Vijay Mallya, Force India Formula One Team
10/10

Foto oleh: Simon Galloway / Sutton Images

Artikel Formula 1 berikutnya
Analisis: Taktik aerodinamika Red Bull di Silverstone

Artikel sebelumnya

Analisis: Taktik aerodinamika Red Bull di Silverstone

Next article

Honda siap ke tahap berikutnya: Juara balapan F1

Honda siap ke tahap berikutnya: Juara balapan F1
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Penulis Scott Mitchell
Tipe artikel Breaking news