Button: IndyCar sangat menakutkan buat saya

Jenson Button mengaku tidak tertarik untuk turun di ajang balap single-seater selain F1 seperti IndyCar yang menurutnya sangat mengerikan.

Button: IndyCar sangat menakutkan buat saya
Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 and Jenson Button, McLaren on the podium
Tony Kanaan, Chip Ganassi Racing Honda
Scott Dixon, Chip Ganassi Racing Honda, Jay Howard, Schmidt Peterson Motorsports Honda involved in a
#90 Visit Florida Racing Ligier LMP2: Marc Goossens, Renger van der Zande
Felix Rosenqvist, Mahindra Racing, leads at the start of the race
Jenson Button, McLaren, on stage
Jenson Button, McLaren MCL32
Jenson Button, McLaren

Button yang pekan ini hadir di GP Jepang mengaku menikmati masa-masa libur dari F1, meski sempat tampil satu kali di Monako.

"Sungguh menyenangkan, dan memang saya perlukan," ucap Button soal Amerika Serikat yang sempat menjadi tempat tinggalnya selama setahun.

Meski Button masih menjadi bagian dari McLaren, ia mengungkapkan fokusnya yang kini tertuju pada balapan sportscar.

Ketika ditanya ajang apa yang membuatnya tertarik, Button menjawab: "Saya pikir IMSA, saya tidak tahu sekarang disebut apa, mobil-mobil DP [Daytona Prototype]. Saya senang ada banyak pilihan sasis dan mereka bisa membuat paket aerodinamika dan mesin sendiri. Lalu ada beberapa manufaktur yang terlibat di sana, jadi itu cukup bagus.

"Itu ajang balap yang kini sedang berkembang di Amerika. Kategori GT juga bagus, tapi saya tidak yakin saya bisa berada di mobil yang selalu disalip mobil-mobil DP. Hal itu tidak bisa saya bayangkan.

"Suatu hari nanti saya juga ingin membalap di Le Mans. Tapi saya tidak yakin apakah ini waktu yang tepat untuk melakukannya. Kategori LMP2 saya pikir juga keren, ada banyak tim dan pembalap-pembalap yang berbakat. Tapi ada juga P1, dan lagi-lagi saya tidak bisa membayangkan membalap di mobil yang 20 detik lebih lambat."

Tapi Button menegaskan bahwa dirinya tidak tertarik dengan ajang balap single-seater lain seperti IndyCar atau Formula E.

"Tidak tertarik. Memang ada beberapa pembalap berbakat di sana, tapi IndyCar benar-benar menakutkan buat saya," ujarnya. "Saya takjub mereka masih bisa membalap. Mereka adalah orang-orang yang berani. Tapi saya tidak mau menyentuhnya. Bukan sesuatu yang saya perlukan di titik karier seperti sekarang ini.

"Formula E memang ada tempatnya, dan bagus buat para manufaktur. Teknologi yang mereka gunakan, akan terus berkembang. Tapi lagi-lagi, ini bukan hal-hal yang membuat saya tertarik.

"Saya ingin membalap dan bersenang-senang. Saya ingin mendengar suara mesin yang bising. Saya ingin mengemudikan mobil yang memiliki tenaga 600 dk lebih.

"Saya biasa pergi ke tempat seperti [sirkuit] Donington atau Castle Combe, dan melihat orang-orang gila mengemudikan mobil Porsche turbo bertenaga 900 dk melawan mobil Mini yang memiliki lebar dan panjang seperti mesin gila yang mereka pakai!

"Saya mencintai itu, saya mencintai tenaga, apalagi ketika pembalap seperti kehilangan kendali setiap waktunya."

dibagikan
komentar
FP2 GP Jepang: Suzuka hujan deras, Hamilton teratas

Artikel sebelumnya

FP2 GP Jepang: Suzuka hujan deras, Hamilton teratas

Artikel berikutnya

Renault siapkan mode mesin khusus untuk 2018

Renault siapkan mode mesin khusus untuk 2018
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Pembalap Jenson Button
Tim McLaren
Penulis Jonathan Noble