Dampak kecelakaan Hockenheim "bisa seperti Singapura 2017"

dibagikan
komentar
Dampak kecelakaan Hockenheim
Oleh: Matt Beer
26 Jul 2018 12.56

Menurut juara dunia Formula 1 1997, Jacques Villeneuve, kecelakaan yang dialami Sebastian Vettel di Hockenheim bisa memberikan dampak yang sama seperti drama GP Singapura 2017.

Start dari posisi pole dan memimpin mayoritas balapan GP Jerman, Sebastian Vettel sebenarnya berpeluang besar memperkokoh posisinya di puncak klasemen. Apalagi ketika musuh bebuyutannya, Lewis Hamilton, harus berjuang dari posisi ke-14.

Namun secara tidak terduga, Vettel mengalami kecelakaan dan tersingkir di jebakan pasir. Ironisnya insiden tersebut membuka jalan untuk Hamilton yang akhirnya keluar sebagai pemenang sekaligus mengambil alih pimpinan klasemen dengan keunggulan 17 poin.

Baca Juga:

Villeneuve mengatakan bahwa hal tersebut memiliki kemiripan dengan drama yang terjadi selepas start GP Singapura tahun lalu.

"Dampaknya bisa sama seperti [GP] Singapura tahun lalu," kata Villeneuve kepada Motorsport.com.

"Lewis tampak tertunduk lesu, sedih, dan berpikir bahwa semua orang membencinya. Sikapnya terus seperti itu hingga menjelang balapan. Sampai di titik itu, ia terkesan murung.

"Tapi pada akhirnya ia memperoleh 25 poin. Ini juga yang terjadi di Singapura

Kecelakaan selepas start GP Singapura 2017, melibatkan Sebastian Vettel, Kimi Raikkonen, dan Max Verstappen

Kecelakaan selepas start GP Singapura 2017, melibatkan Sebastian Vettel, Kimi Raikkonen, dan Max Verstappen

Foto oleh:

"Kemudian setelah Singapura, ia seperti tidak terkalahkan. Ia melakoni tiga atau empat balapan dengan mentalitas bahwa ia yakin tidak ada yang bisa mengalahkannya.

"Mungkin itulah yang akan kita lihat mulai sekarang. Kecelakaan itu adalah kesalahan yang mahal [bagi Vettel]. Bisa-bisa hal seperti inilah yang mendorong Lewis untuk mulai berpikir positif."

Tapi Villeneuve mengatakan bahwa kesalahan yang dilakukan Vettel bisa dimaklumi karena kondisi lintasan yang sulit.

"Kesalahan itu mudah untuk dilakukan. Kita tidak pernah bisa mengira ada seberapa banyak air di sana," tambahnya.

"Karena ia memimpin balapan. Jika Anda berada di P2 atau P3, Anda tinggal melihat pemimpin di depan, atau pembalap-pembalap lain. Kimi pun melambatkan lajunya.

"Sangat mudah bagi penonton untuk berkata 'kesalahan yang bodoh'. Tapi memang sangat mudah untuk melakukan kesalahan dengan kondisi seperti ini."

Wawancara oleh Stefan Ehlen

Slider
List

Detik-detik kecelakaan Sebastian Vettel, Ferrari SF71H

Detik-detik kecelakaan Sebastian Vettel, Ferrari SF71H
1/10

Detik-detik kecelakaan Sebastian Vettel, Ferrari SF71H

Detik-detik kecelakaan Sebastian Vettel, Ferrari SF71H
2/10

Detik-detik kecelakaan Sebastian Vettel, Ferrari SF71H

Detik-detik kecelakaan Sebastian Vettel, Ferrari SF71H
3/10

Detik-detik kecelakaan Sebastian Vettel, Ferrari SF71H

Detik-detik kecelakaan Sebastian Vettel, Ferrari SF71H
4/10

Detik-detik kecelakaan Sebastian Vettel, Ferrari SF71H

Detik-detik kecelakaan Sebastian Vettel, Ferrari SF71H
5/10

Sebastian Vettel, Ferrari SF71H kecelakaan

Sebastian Vettel, Ferrari SF71H kecelakaan
6/10

Sebastian Vettel, Ferrari SF71H kecelakaan

Sebastian Vettel, Ferrari SF71H kecelakaan
7/10

Sebastian Vettel, Ferrari

Sebastian Vettel, Ferrari
8/10

Foto oleh: Jerry Andre / Sutton Images

Sebastian Vettel, Ferrari, Maurizio Arrivabene, Team Principal, Ferrari, Jock Clear, Engineering Director, Ferrari

Sebastian Vettel, Ferrari, Maurizio Arrivabene, Team Principal, Ferrari, Jock Clear, Engineering Director, Ferrari
9/10

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

Sebastian Vettel, Ferrari SF71H

Sebastian Vettel, Ferrari SF71H
10/10

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

Ikuti Motorsport.com di:

Artikel Formula 1 berikutnya
James Key resmi bergabung dengan tim F1 McLaren

Artikel sebelumnya

James Key resmi bergabung dengan tim F1 McLaren

Next article

GALERI: Suasana persiapan GP Hongaria

GALERI: Suasana persiapan GP Hongaria
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Pembalap Lewis Hamilton Shop Now
Tim Mercedes Shop Now
Penulis Matt Beer
Tipe artikel Breaking news