Ericsson akui gagal matikan DRS jadi penyebab kecelakaannya

dibagikan
komentar
Ericsson akui gagal matikan DRS jadi penyebab kecelakaannya
Jamie Klein
Oleh: Jamie Klein
Co-author: Adam Cooper
9 Jul 2018 14.23

Kegagalan Marcus Ericsson mematikan DRS menjadi penyebab kecelakaan yang ia alami dalam kecepatan tinggi pada balapan Formula 1 GP Inggris.

Ericsson sedang melaju di posisi ke-14 dan bertarung melawan Sergio Perez sebelum melintir hingga menabrak dinding pembatas dalam kecepatan tinggi pada lap ke-32 di tikungan pertama.

Untuk GP Inggris tahun ini, FIA menambahkan zona DRS baru yang berawal dari lurusan start-finis dan bisa terus dipakai hingga Tikungan 3.

Ericsson awalnya mengira ada kesalahan pada sistem. Tapi setelah Sauber melakukan analisis yang lebih mendalam, diketahui bahwa pembalap Swedia itu ternyata tidak menekan tombol yang berfungsi untuk mematikan DRS.

Dalam kondisi sayap belakang yang terbuka, mobil akan kehilangan banyak downforce. Oleh karena itu risiko pembalap kehilangan kendali akan semakin besar

Slider
List

Marcus Ericsson, Sauber

Marcus Ericsson, Sauber
1/10

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Marcus Ericsson, Sauber C37

Marcus Ericsson, Sauber C37
2/10

Foto oleh: Mark Sutton / Sutton Images

Marcus Ericsson, Sauber C37

Marcus Ericsson, Sauber C37
3/10

Foto oleh: Manuel Goria / Sutton Images

Marcus Ericsson, Sauber C37

Marcus Ericsson, Sauber C37
4/10

Foto oleh: Manuel Goria / Sutton Images

Marcus Ericsson, Sauber C37

Marcus Ericsson, Sauber C37
5/10

Foto oleh: Andrew Hone / LAT Images

Marcus Ericsson, Sauber C37

Marcus Ericsson, Sauber C37
6/10

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Marcus Ericsson, Sauber C37

Marcus Ericsson, Sauber C37
7/10

Foto oleh: Manuel Goria / Sutton Images

Marcus Ericsson, Sauber C37

Marcus Ericsson, Sauber C37
8/10

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

Marcus Ericsson, Sauber

Marcus Ericsson, Sauber
9/10

Foto oleh: Jerry Andre / Sutton Images

Marcus Ericsson, Sauber C37

Marcus Ericsson, Sauber C37
10/10

Foto oleh: Manuel Goria / Sutton Images

"Saya sedang menempel di belakang Checo [Perez]. Ketika kita membalap dan berada di zona DRS, maka Anda berusaha mematikannya setelat mungkin, dan mengaktifkannya seawal mungkin," terang Ericsson.

"Awalnya saya tidak yakin apakah ada kerusakan sistem . Tapi setelah itu kami melihat data dan sepertinya... jadi ada tombol di belakang setir saya, dan permukaan trek cukup bergelombang, lalu saya melindas kerb. Kemungkinannya jari saya meleset dan tombol itu tidak tertekan.

"Jadi intinya saya membelok dengan sayap DRS yang terbuka. Dalam kondisi seperti itu, Anda menjadi penumpang dan mobil akan melintir. Itulah alasan mengapa kecelakaan itu terjadi."

Ericsson yakin jika saja kecelakaan tidak terjadi, ia sebenarnya memiliki peluang untuk finis sepuluh besar.

"Saya pikir [sebelum kecelakaan] peluang untuk meraih poin masih ada," tambahnya. "Pada titik itu, saya berada di belakang Checo dan Pierre [Gasly]. Saya merasa tampil kuat dan punya ban yang lebih segar dibanding mereka."

VIDEO: Highlights balapan GP Inggris

Ikuti Motorsport.com di:

Artikel Formula 1 berikutnya
Terima permintaan maaf Raikkonen, Hamilton ingin "move on"

Artikel sebelumnya

Terima permintaan maaf Raikkonen, Hamilton ingin "move on"

Next article

Vettel bantah tuduhan "konyol" dari Hamilton

Vettel bantah tuduhan "konyol" dari Hamilton

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Event GP Inggris Raya
Lokasi Silverstone
Pembalap Marcus Ericsson , Charles Leclerc
Tim Sauber
Penulis Jamie Klein
Tipe artikel Breaking news