Alonso beberkan alasan kegagalan Honda

dibagikan
komentar
Alonso beberkan alasan kegagalan Honda
Adam Cooper
Oleh: Adam Cooper
Diterjemahkan oleh: Derry Munikartono, Journalist
6 Okt 2017 00.03

Fernando Alonso sebut kurangnya kontinuitas dari Honda yang selalu memulai dari nol pada setiap tahun menjadi alasan utama dari kegagalan pabrikan Jepang tersebut dengan McLaren.

The car of Fernando Alonso, McLaren MCL32
Fernando Alonso, McLaren fans and banner
A fan of Fernando Alonso, McLaren
Fans of Fernando Alonso, McLaren
Fernando Alonso, McLaren
Fernando Alonso, McLaren
Fernando Alonso, McLaren
A fan of Fernando Alonso, McLaren
Fernando Alonso, McLaren talks to the fans using a megaphone

Honda kembali bergabung dengan Formula 1 dengan menjadi penyedia power unit dari McLaren pada 2015. Namun setelah tiga tahun yang penuh masalah, tim yang bermarkas di Woking itu memutuskan untuk berpisah dengan pabrikan Jepang itu, dan beralih ke power unit Renault mulai 2018.

McLaren dan Honda selalu menderita masalah ketahanan sepanjang tes pra-musim, sesuatu yang menurut Alonso adalah alasan utama pabrikan Jepang itu gagal menghasilkan mesin yang kompetitif.

"Saya pikir masalah terbesar yang kita hadapi pada tiga tahun terakhir adalah saat tes musim dingin, karena kami menuju musim depan, dan kami memulai dari nol," ujar Alonso jelang balapan kandang Honda, GP Jepang.

"Jadi kami harus memperbaiki banyak hal,  dan [GP] Australia adalah tes, Tiongkok adalah tes, Bahrain adalah tes, dan kami berakhir dengan paket, sebuah power unit yang kami tahu kurang lebih bagaimana cara kerjanya.

"Itu membuat anda berada pada suatu posisi, dan anda berharap musim depan akan memulai dari sana. Dan jaraknya semakin dekat, dan itu tidak terjadi.

"Setiap musim kami harus mengubah filosofi mesin, kami harus mengubah posisi turbin, kami mengubah hal yang berbeda, dan itu memperlambat kami sedikit terlalu banyak dari segi pengembangan."

Meski gagal meraih hasil yang membuat McLaren dan Honda berpisah, Alonso mengaku tetap bangga dengan keterlibatannya dalam proyek ini.

"Ada pasang surut di semua tim," ujarnya. "Hal yang baik adalah saya berpikir bersama dengan mentalitas Jepang, tidak ada yang menyerah, mereka tetap selalu bekerja.

"Bahkan jika Anda tersingkir pada Q1, teknisi menghabiskan 20 jam di depan komputer untuk tetap memperbaiki keadaan. Kami tidak terlalu memperbaiki situasinya, tapi itu bukan karena kami kekurangan waktu bekerja.

"Kami melewatkan hasilnya, kami tidak mendapatkan hasil yang kami harapkan, kami tidak memberikan target kami, kami tidak menghasilkan hasil yang diharapkan semua orang, dan itu sangat disayangkan, kami sedih karenanya.

"Tapi kami tetap bangga dengan pekerjaan yang telah dicapai oleh tim dengan segala kesulitan yang kami temui di tes musim dingin, kami mencoba mengatasi semua masalah tersebut sesingkat mungkin.

"Saya akan tetap bangga dengan proyek ini, meski hasilnya akan mengatakan sebaliknya, dan akan selalu diingat sebagai waktu yang buruk dan membuat frustasi, dan memang itu yang terjadi saat ini."

Jelang balapan kandang terakhir Honda dengan McLaren - 25 tahun setelah kerja sama pertama mereka berakhir - Alonso mengatakan bekerja dengan pabrikan Jepang merupakan pengalaman spesial baginya.

"Itu sangat berarti," ujarnya. "Saya selalu menyukai Jepang sejak masa lalu, saya memiliki tato samurai di punggung, dan dengan bekerja di sebuah organisasi Jepang itu cukup intens, itu spesial, ini merupakan cara bekerja yang berbeda."

Artikel Formula 1 berikutnya
Jadwal lengkap F1 GP Jepang 2017

Artikel sebelumnya

Jadwal lengkap F1 GP Jepang 2017

Next article

FP1 GP Jepang: Ungguli Hamilton, Vettel dan Ferrari tercepat

FP1 GP Jepang: Ungguli Hamilton, Vettel dan Ferrari tercepat
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Pembalap Fernando Alonso Shop Now
Tim McLaren Shop Now
Penulis Adam Cooper
Tipe artikel Breaking news