FIA perjelas aturan manuver bertahan Formula 1

dibagikan
komentar
FIA perjelas aturan manuver bertahan Formula 1
Jonathan Noble
Oleh: Jonathan Noble
11 Okt 2018 12.08

Badan induk motorsport, FIA, menerbitkan peraturan baru yang melarang pembalap Formula 1 melakukan dua manuver bertahan ke arah yang sama.

Dua manuver blok yang dilakukan Sebastian Vettel terhadap Lewis Hamilton pada balapan GP Rusia menjadi topik pembahasan selama briefing pembalap di Suzuka pekan lalu.

Di sana Hamilton meminta kejelasan soal pembalap yang bergerak dua kali ke arah yang sama, karena menurutnya manuver yang dilakukan Vettel tidak sepatutnya dilakukan.

Berdasarkan regulasi, pembalap yang melakukan perubahan arah lebih dari satu kali saat bertahan akan diinvestigasi oleh para steward karena melanggar aturan.

Usai balapan di Sochi, Hamilton menilai Vettel telah bergerak dua kali – pertama saat berusaha menutup lajurnya, kedua ketika ia diimpit ke luar.

Awalnya, direktur balap F1, Charlie Whiting, menilai manuver Vettel tidak bisa dianggap sebagai dua gerakan kerena bergerak ke arah yang sama.

Tapi sekarang Whiting menjelaskan kepada para pembalap bahwa ke depannya manuver yang serupa tidak boleh dilakukan jika ada jeda waktu di antara dua gerakan tersebut.

"Aturan soal dua gerakan biasanya diartikan sebagai gerakan ke satu arah dan kemudian ke arah berlawanan," jelas Whiting, setelah mendapat pertanyaan dari Motorsport.com soal hasil diskusi briefing pembalap di GP Jepang.

"Saya pikir orang-orang pada umumnya juga mengartikannya seperti itu. Tapi saya harus katakan ketika saya melihat insiden itu untuk yang kali pertama, saya juga berpikiran sama, bahwa dia [Vettel] bergerak dua kali saat dilihat dari kamera onboard Lewis.

"Tapi jika dilihat dari kamera trek dan tampak depan, gerakannya tidak sejelas itu. Jadi terlihat seperti ada satu gerakan tapi dengan sedikit keraguan.

"Manuvernya tidak terlihat seperti ada dua gerakan yang berbeda, itulah mengapa steward tidak menjatuhi penalti."

Whiting menambahkan jika ada pembalap yang melakukan gerakan kedua ke arah yang sama, dan ada jeda di antaranya, maka itu akan dianggap sebagai pelanggaran.

"Yang saya jelaskan kepada mereka adalah jika pembalap melakukan dua gerakan ke arah yang sama, maka itu akan dianggap sama seperti satu gerakan ke arah berlawanan," imbuhnya.

"Jadi jika Seb bergerak satu kali, melihat ke belakang, dan kemudian bergerak lagi, maka itu sudah jelas sama buruknya seperti bergerak ke arah berlawanan."

Slider
List

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1, Sebastian Vettel, Ferrari

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1, Sebastian Vettel, Ferrari
1/6

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Valtteri Bottas, Mercedes AMG F1 W09, Sebastian Vettel, Ferrari SF71H, and Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09

Valtteri Bottas, Mercedes AMG F1 W09, Sebastian Vettel, Ferrari SF71H, and Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09
2/6

Foto oleh: Andy Hone / LAT Images

Sebastian Vettel, Ferrari SF71H, Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09

Sebastian Vettel, Ferrari SF71H, Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09
3/6

Foto oleh: Andy Hone / LAT Images

Valtteri Bottas, Mercedes AMG F1 W09, Sebastian Vettel, Ferrari SF71H, Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09

Valtteri Bottas, Mercedes AMG F1 W09, Sebastian Vettel, Ferrari SF71H, Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09
4/6

Foto oleh: Manuel Goria / Sutton Images

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09, Sebastian Vettel, Ferrari SF71H

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09, Sebastian Vettel, Ferrari SF71H
5/6

Foto oleh: Andy Hone / LAT Images

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09, Sebastian Vettel, Ferrari SF71H

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W09, Sebastian Vettel, Ferrari SF71H
6/6

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Artikel Formula 1 berikutnya
Kesuksesan Red Bull-Honda bakal jadi "hal besar" di Jepang

Artikel sebelumnya

Kesuksesan Red Bull-Honda bakal jadi "hal besar" di Jepang

Next article

Red Bull larang Verstappen jajal motor MotoGP

Red Bull larang Verstappen jajal motor MotoGP
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Penulis Jonathan Noble
Tipe artikel Breaking news