Force India ancam akan cari pengganti Ocon atau Perez

Kecewa berat dengan kelakuan kedua pembalap mereka, Esteban Ocon dan Sergio Perez, Force India mengancam akan mencari pembalap pengganti jika insiden tabrakan kembali terulang.

Force India ancam akan cari pengganti Ocon atau Perez
Sergio Perez, Sahara Force India talks, Robert Fearnley, Sahara Force India F1 Team Deputy Team Prin
Esteban Ocon, Sahara Force India F1 VJM10
Sergio Perez, Force India VJM10, Esteban Ocon, Force India VJM10
Dr. Vijay Mallya, Sahara Force India Team Owner, Otmar Szafnauer, Sahara Force India F1 Chief Operat
Sergio Perez, Sahara Force India and Esteban Ocon, Sahara Force India in the media interview area
Esteban Ocon, Sahara Force India F1 VJM1
Esteban Ocon, Sahara Force India VJM10

Ocon dan Perez dua kali bersenggolan di balapan GP Belgia (27/8). Puncak drama terjadi saat keduanya sedang melaju menuju tikungan Eau Rouge. Sayap depan Ocon menabrak ban kanan-belakang milik Perez hingga terkoyak.

Emosional, Ocon kemudian menuding rekan setimnya yang ia anggap telah "berusaha membunuhnya dua kali" –  tudingan yang langsung dibantah oleh Perez.

Dengan tensi yang semakin tinggi, Force India mulai kehilangan kesabaran dan mengambil sikap tegas agar insiden serupa tidak kembali terulang.

Duet Ocon-Perez memang sebelumnya telah beberapa kali membuat pusing Force India. Keduanya terlibat adu argumen di Kanada, bertabrakan di Baku, dan mengulanginya kembali di Hongaria.

Chief Operating Officer Force India, Otmar Szafnauer, mengatakan timnya sudah tidak akan lagi mengizinkan kedua pembalap mereka saling bertarung di lintasan. Bahkan jika insiden antara keduanya kembali terjadi, pihaknya tak segan-segan akan menjatuhi satu larangan balap sebagai hukuman.

"Ya jika insiden seperti ini kembali terjadi, maka kami mulai mempertimbangkannya," ucap Szafnauer kepada Motorsport.com. "Kami harus mulai berpikir soal siapa yang akan kami masukkan ke dalam mobil."

Szafnauer tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya saat Perez dan Ocon kembali bertabrakan, meski timnya selama ini telah memberikan kebebasan kepada keduanya untuk saling bertarung secara adil.

"Saya kecewa mereka tidak bisa mengatasinya [secara bersih]. Mulai sekarang kami harus bersikap lebih tegas. Disayangkan memang, tapi tim harus menjadi prioritas pertama, dan itu yang harus kami lakukan.

"Aturan balap antara keduanya juga akan berubah. Jika risiko dinilai terlalu tinggi, maka kami akan menginstruksikan mereka untuk bertahan di posisi masing-masing."

dibagikan
komentar
Verstappen: Red Bull bukan tim top F1 jika terus bermasalah

Artikel sebelumnya

Verstappen: Red Bull bukan tim top F1 jika terus bermasalah

Artikel berikutnya

Alonso sengaja akhiri balapannya sendiri?

Alonso sengaja akhiri balapannya sendiri?
Muat komentar