Frustrasi, Alonso rusak tembok pit box di GP Singapura

Fernando Alonso mengatakan dirinya meninggalkan lubang sebesar kepalan tangan pada tembok ruangan pribadinya di GP Singapura, ia tidak mampu menahan amarah setelah alami kecelakaan di tikungan pertama .

Frustrasi, Alonso rusak tembok pit box di GP Singapura
Kimi Raikkonen, Ferrari SF70H, takes out Max Verstappen, Red Bull Racing RB13 and Fernando Alonso, M
Fernando Alonso, McLaren MCL32
Fernando Alonso, McLaren MCL32, is hit by an out of control Max Verstappen, Red Bull Racing RB13, at
Fernando Alonso, McLaren MCL32
Fernando Alonso, McLaren MCL32 involved in the collision, Max Verstappen, Red Bull Racing RB13 anDri
Fernando Alonso, McLaren, during the national anthem
Fernando Alonso, McLaren MCL32, is returned to the garage
Fernando Alonso, McLaren MCL32
Fernando Alonso, McLaren

Memulai balapan dari baris keempat, Alonso mampu berada di posisi tiga sesaat sebelum Tikungan 1 setelah melakukan start yang brilian.

Namun, ia menjadi korban dari insiden yang melibatkan Kimi Raikkonen dan Max Verstappen memasuki tikungan pertama. Meski sempat melanjutkan balapan, MCL32 miliknya rusak parah sehingga Alonso tidak mampu melanjutkan balapan.

Berbicara di Malaysia pada Kamis (28/9), Alonso mengatakan kekecewaan dia berubah menjadi amarah saat ia melihat replay, dan menyadari betapa besar peluang yang telah hilang. Hal ini membuatnya menonjok tembok karena tidak mampu menahan amarahnya.

Saat ditanyai oleh Motorsport.com terkait lubang yang ia tinggalkan di Singapura, Alonso menjawab: "Ya... itu masih di sana! Itu merupakan [pelampiasan] frustasi.

"Saat saya melihat tayangan ulang, dan saat saya melihat [Sebastian] Vettel melintir di Tikungan 3, kami berada tepat di belakang Lewis [Hamilton], dan kami menggunakan ban yang tepat saat itu.

"Jadi kami bahkan bisa mencoba menyalipnya jika momen itu tiba. Mungkin kami kehilangan satu atau dua posisi, tapi tidak lebih karena ini merupakan sirkuit jalan, tidak ada yang akan menyalip Anda.

"Dan podium itu bisa jadi salah satu hal terbesar dalam karier saya, dan kami melewatkannya."

Meski Alonso mampu menangani rasa frustasinya saat kembali ke markas McLaren, ia mengatakan kejadian di Singapura sangat menyakitkan, karena itu bisa menjadi hasil yang sangat baik.

"Tentu itu adalah saat frustasi lainnya," ujarnya. "Terkadang kami lambat dan tidak kompetitif dan tidak bisa melakukan apapun, seperti di Spa dan Monza.

"Lalu kami menunggu beberapa sirkuit di mana kami tahu kami kompetitif, terlebih saat itu hujan, terlebih kami di posisi kedua atau ketiga pada saat itu di tikungan.

"Saya pikir podium telah menjadi jaminan di Singapura, dan sebuah podium mungkin merupakan pencapaian terbesar dalam dekade terakhir bagi saya.

"Jadi, kami melewatkannya. Tapi saya mencoba untuk selalu positif, dan jika itu harus terjadi tahun ini, itu karena takdir menginginkannya, dan ini adalah usaha menjaga keberuntungan kami untuk kesempatan yang lebih baik."

Saat ditanya lebih lanjut apakah ia percaya takdir, Alonso menjawab: "Saya percaya hal-hal terjadi karena mereka harus terjadi.

"Saya benar-benar berpikir bahwa segala hal yang terjadi dalam balapan atau terjadi di kejuaraan atau pada hidup anda, ada alasan di belakangnya.

"Dan alasan itu karena waktu yang lebih baik akan datang, dan saya memilih untuk berpikir seperti itu," tandas Alonso.

dibagikan
komentar
Data dan fakta jelang GP Malaysia di Sepang

Artikel sebelumnya

Data dan fakta jelang GP Malaysia di Sepang

Artikel berikutnya

Williams gunakan mesin terbaru Mercedes di Sepang

Williams gunakan mesin terbaru Mercedes di Sepang
Muat komentar